Alergi Makanan dan Asma

Alergi Makanan dan Asma(Image courtesy of Keerati / freedigitalphotos.net)

Alergi makanan bukan pemicu gejala asma yang umum, namun alergi makanan dapat menimbulkan reaksi berat yang mengancam jiwa. Makanan paling umum yang terkait dengan gejala alergi adalah:

  • Telur
  • Susu sapi
  • Kacang
  • Kedelai
  • Gandum
  • Ikan
  • Udang dan kerang
  • Salad dan buah-buahan segar

Pengawet Makanan dan Asma

Pengawet makanan juga dapat memicu serangan asma. Aditif (seperti natrium bisulfit, kalium bisulfit, natrium metabisulfit, kalium metabisulfit, dan natrium sulfit) biasanya digunakan dalam pengolahan makanan dan dapat ditemukan dalam makanan seperti:

  • Buah atau sayuran kering
  • Kentang (yang dikemas atau disajikan)
  • Anggur dan bir
  • Jus limun atau lemon botolan
  • Udang (segar, beku, atau yang disajikan)
  • Makanan acar

Gejala Alergi Makanan dan Asma

Pada kebanyakan orang, gejala alergi makanan yang umum adalah gatal-gatal, ruam, mual, muntah, dan diare. Jika Anda memiliki alergi makanan yang memicu gejala serangan asma, maka Anda mungkin akan mengalami gejala alergi tersebut, yang diikuti dengan batuk dan mengi. Dan jika tidak diatasi dengan cepat, mungkin dapat terjadi anafilaksis, seperti pembengkakan tenggorokan, putusnya jalur napas.

Jika Anda menduga bahwa makanan tertentu merupakan pemicu asma Anda, maka konsultasikan hal ini dengan dokter Anda. Tes alergi kulit dapat dilakukan untuk menentukan apakah Anda alergi terhadap makanan-makanan tersebut.

Apa Yang Saya Lakukan Jika Saya Memiliki Alergi Makanan dan Asma?

Hindari Makanan Pemicu. Coba untuk tidak kontak dengan makanan yang membuat Anda alergi. Menghindari makanan pemicu memang tidak mudah. Sangat penting untuk selalu membaca label makanan dan ketika makan di luar, tanyakan bagaimana makanan disiapkan.

Pertimbangkan penggunaan suntikan alergi. Hal kedua yang dapat Anda lakukan adalah melatih sistem kekebalan tubuh Anda untuk tidak bereaksi berlebihan. Dokter melakukan hal ini dengan memberikan suntikan alergi (immunotherapy) untuk asma.

Suntikan alergi adalah suntikan berisi sejumlah kecil zat yang menyebabkan Anda alergi. Dengan melakukan suntikan tersebut secara berulang selama beberapa waktu, sistem kekebalan tubuh Anda pada akhirnya berhenti menyebabkan reaksi alergi. Tanyakan ke dokter Anda apakah Anda merupakan kandidat untuk melakukan suntikan alergi.

Imunoterapi sublingual merupakan alternatif lain untuk suntikan alergi. Obat dilarutkan di bawah lidah Anda, dan bukan melalui suntikan.

Sumber: WebMD

Komentar

  • (will not be published)

 

E-Klinik E-Klinik