Apa Itu Autisme?

Apa Itu Autisme(Image courtesy of Serge Bertasius / freedigitalphotos.net)

Autisme adalah gangguan otak yang sering membuat penderitanya sulit untuk berkomunikasi dan berhubungan dengan orang lain. Pada autisme, bagian-bagian otak yang berbeda gagal untuk bekerja sama.

Kebanyakan orang dengan autisme akan selalu memiliki beberapa masalah untuk berhubungan dengan orang lain. Tapi diagnosis dan perawatan dini telah membantu banyak orang dengan autisme untuk mencapai potensi penuh mereka.

Autisme cenderung menurun dalam keluarga, sehingga para ilmuwan berpikir bahwa mungkin ini merupakan sesuatu yang Anda warisi. Para ilmuwan mencoba mencari tahu gen apa yang mungkin bertanggung jawab untuk penurunan autisme di dalam keluarga.

Penelitan lain sedang melihat apakah autisme dapat disebabkan oleh masalah medis lain atau karena sesuatu di lingkungan anak Anda.

Klaim palsu dalam berita telah membuat beberapa orang tua khawatir mengenai hubungan antara autisme dan vaksin. Tetapi penelitian tidak menemukan hubungan antara vaksin dan autisme. Pastikan anak Anda mendapatkan semua vaksin yang diperlukan. Vaksin membantu menjaga anak Anda dari terkena penyakit serius yang dapat menyebabkan kerusakan atau bahkan kematian.

Gejala-gejala autismen hampir selalu dimulai sebelum anak berusia 3 tahun. Biasanya, orang tua menyadari bahwa anak mereka belum mulai bicara dan tidak berperilaku seperti anak-anak seumuran yang lain. Tapi tidak aneh bagi seorang anak autis untuk mulai bicara pada saat yang sama seperti anak-anak seumuran lainnya, dan kemudian kehilangan kemampuan bicaranya.

Gejala-gejala autisme antara lain:

  • Terlambat dalam belajar bicara, atau tidak berbicara sama sekali. Anak mungkin tampak seperti tuli, meskipun tes pendengarannya normal.
  • Jenis perilaku, minat dan bermain yang berulang-ulang dan berlebihan. Sebagai contoh antara lain: mengoyangkan tubuh berulang, keterikatan yang tidak biasa pada benda, dan menjadi sangat marah ketika rutinitas berubah.

Tidak ada “ciri khas” orang dengan autisme. Mereka dapat memiliki beragam perilaku, dari ringan sampai parah. Orang tua sering mengatakan bahwa anak mereka yang menderita autisme, lebih suka bermain sendiri dan tidak melakukan kontak mata dengan orang lain.

Autisme juga mungkin mencakup masalah lain, seperti:

  • Banyak anak dengan autisme memiliki kecerdasan di bawah normal.
  • Remaja dengan autisme sering menjadi depresi dan memiliki banyak kecemasan, terutama jika mereka memiliki kecerdasan rata-rata atau di atas rata-rata.
  • Beberapa anak mendapatkan gangguan kejang seperti epilepsi pada masa remajanya.

Ada panduan yang akan digunakan dokter Anda untuk melihat apakah anak Anda memiliki gejala autisme. Panduan tersebut menggolongkan gejala menjadi tiga kategori yaitu:

  • Interaksi dan hubungan sosial. Sebagai contoh, seorang anak mungkin mengalami kesulitan untuk melakukan kontak mata. Orang dengan autisme mungkin memiliki kesulitan memahami perasaan orang lain, seperti sakit atau kesedihan.
  • Komunikasi verbal dan nonverbal. Sebagai contoh, seorang anak mungkin tidak akan pernah berbicara. Atau Dia mungkin sering mengulang kalimat tertentu terus menerus.
  • Minat yang terbatas dalam kegiatan atau bermain. Sebagai contoh, anak usia muda sering fokus pada bagian mainan daripada bermain dengan keseluruhan mainan. Anak yang lebih tua dan orang dewasa mungkin tertarik oleh topik-topik tertentu, seperti trading card atau plat nomor mobil.

Anak Anda juga mungkin melakukan tes pendengaran dan beberapa tes lainnya untuk memastikan bahwa masalah yang dialami tidak disebabkan oleh kondisi medis lain.

Pengobatan untuk autisme melibatkan pelatihan perilaku khusus. Pelatihan perilaku memberikan imbalan untuk perilaku yang baik (penguatan positif). sehingga anak belajar keterampilan sosial, cara berkomunikasi dan cara membantu diri mereka sendiri seiring mereka tumbuh dewasa.

Dengan pengobatan dini, sebagian besar anak-anak dengan autisme belajar untuk berinteraksi lebih baik dengan orang lain. Mereka belajar untuk berkomunikasi dan membantu diri mereka sendiri seiring mereka tumbuh dewasa.

Tergantung pada anaknya, pengobatan juga dapat mencakup hal-hal seperti terapi wicara atau terapi fisik. Pengobatan kadang-kadang digunakan untuk mengobati masalah seperti depresi atau perilaku obsesif-kompulsif.

Jenis pengobatan yang dibutuhkan anak Anda tergantung pada gejala, dimana gejala berbeda untuk masing-masing anak dan dapat berubah dari waktu ke waktu. Karena orang dengan autisme berbeda antara satu dengan yang lain, maka pengobatan yang membantu satu orang mungkin tidak membantu bagi yang lain. Jadi pastikan agar Anda bekerja dengan semua pihak yang terlibat dalam pendidikan dan perawatan anak Anda untuk menemukan cara mengelola gejala terbaik bagi anak Anda.

Bagian penting dari rencana perawatan anak Anda adalah memastikan bahwa anggota keluarga yang lain mendapatkan pelatihan mengenai autisme dan bagaimana mengelola gejalamua. Pelatihan dapat mengurangi stres keluarga dan membantu anak Anda berfungsi lebih baik. Beberapa keluarga mungkin membutuhkan lebih banyak bantuan daripada yang lain.

Gunakan setiap jenis bantuan yang dapat Anda peroleh. Konsultasikan dengan dokter Anda mengenai bantuan yang tersedia di tempat Anda tinggal. Keluarga, teman, lembaga-lembaga publik, dan organisasi autisme merupakan sumber yang memungkinkan.

Ingat beberapa tips berikut:

  • Waktu istirahat. Tuntutan harian dalam merawat anak dengan autisme dapat membebani Anda. Waktu istirahat ini dapat membantu seluruh keluarga.
  • Dapatkan bantuan tambahan ketika anak Anda bertambah dewasa. Masa remaja bisa menjadi waktu yang sangat sulit bagi anak dengan autisme.
  • Saling berhubungan dengan keluarga lain yang memiliki anak dengan autisme. Anda dapat berbicara tentang masalah Anda dan berbagi saran dengan orang lain yang mengerti kondisi Anda.

Membesarkan anak dengan autisme membutuhkan kerja keras. Tapi dengan dukungan dan pelatihan, keluarga Anda dapat belajar bagaimana mengatasi kondisi ini.

Sumber: WebMD

Komentar

  • (will not be published)

 

E-Klinik E-Klinik