Apa Itu Cathinone?

Cathinone dalam garam mandi

Cathinone merupakan zat stimulan, seperti amphetamine, yang ditemukan secara alami di tanaman Khat (sejenis tanaman narkotika). Zat cathinone ini terdapat dalam bath salt atau garam mandi, Istilah bath salt ini mengacu pada sebuah keluarga dari obat yang mengandung satu atau lebih bahan kimia sintetis dan berhubungan dengan cathinone.

Penyalahgunaan zat cathinone menjadi masalah kesehatan yang serius karena dapat menyebabkan intoksikasi berat dan efek kesehatan yang berbahaya. Cathinone sintetis selain menimbulkan efek euforia dan “keramahan” meningkat serta dorongan seksual, juga dapat menimbulkan paranoia, agitasi, delirium, dan halusinasi sampai gejala psikotik serta pada beberapa kasus, kematian penggunanya.

Cathinone Dipasarkan dengan Nama Lain

Garam mandi atau bath salt biasanya berbentuk bubuk kristal putih atau coklat dan dijual dalam paket plastik atau foil kecil berlabel “bukan untuk konsumsi manusia”. Namun kadang-kadang juga dipasarkan sebagai “makanan tanaman”, atau “pembersih perhiasan” atau “pembersih layar ponsel”. Zat cathinone ini dijual secara online dan di toko-toko obat perlengkapan di bawah berbagai nama merek, seperti Ivory Wave, Bloom, Cloud Nine, Lunar Wave, Vanilla Sky, White Lightning, dan Scarface.

Bagaimana Cathinone disalahgunakan?

Cathinone yang terkandung dalam garam mandi tersebut biasanya digunakan secara oral, dihirup, atau disuntikkan. Efeknya tentu saja sebagai stimulan, yang diharapkan dapat meningkatkan rasa gembira, percaya diri, dan keinginan seksual yang tinggi.

Cathinone sintetis yang umum ditemukan dalam garam mandi yaitu methylenedioxypyrovalerone (MDPV), mephedrone, dan methylone. Banyak yang masih belum diketahui bagaimana zat tersebut mempengaruhi otak manusia dan juga masing-masing zat mungkin memiliki sifat yang agak berbeda. Secara kimiawi, zat ini mirip dengan amphetamine (seperti methamphetamine) serta MDMA (ekstasi).

Penggunaan cathinone secara konsisten dengan obat lain, seperti amphetamine memberikan efek peningkatan energi dan sering gelisah. Hal ini karena meningkatnya kandungan zat kimia otak dopamin dalam sirkuit otak sehingga menyebabkan perasaan euforia dan peningkatan aktivitas. Gelombang serupa zat kimiawi otak norepinefrin dapat meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah.

Sebuah penelitian baru menemukan penyalahgunaan MDPV, cathinone sintetis yang paling umum ditemukan pada pasien gawat darurat setelah mengkonsumsi garam mandi, dapat meningkatkan dopamin di otak dengan cara yang sama seperti kokain, tetapi setidaknya 10 kali lebih kuat.

Penggunaan garam mandi dengan obat lain seperti MDMA atau LSD sering dapat mengakibatkan efek halusinasi. Hal ini karena penggunaan zat-zat tersebut meningkatkan kadar serotonin. Pada sebuah penelitian baru tentang efek obat mephedrone dan methylone terhadap tikus, menunjukkan bahwa obat ini meningkatkan kadar serotonin dalam cara yang mirip dengan MDMA.

Ancaman yang berkembang

Cathinone telah dikaitkan dengan lonjakan drastis unit gawat darurat dan pusat kendali racun di Amerika. Reaksi yang dilaporkan oleh orang butuh perhatian medis setelah penyalahgunaan garam mandi antara lain gejala jantung (seperti jantung berdegup kencang, tekanan darah tinggi, dan nyeri dada) serta gejala kejiwaan, termasuk paranoia, halusinasi, dan serangan panik.

Pasien dengan sindrom “delirium tipe agitatif” karena penyalahgunaan garam mandi juga mungkin mengalami dehidrasi, hancurnya jaringan otot rangka, dan gagal ginjal. Keracunan cathinone sintetis, antara lain MDPV, mephedrone, methedrone, dan butylone, telah terbukti fatal pada beberapa kasus.

Indikasi awal adalah cathinone sintetis memiliki efek yang keras dan potensi menyebabkan kecanduan. Pengguna cathinone telah melaporkan bahwa obat ini memicu hasrat yang intens (atau dorongan kompulsif untuk menggunakan obat lagi) dan sangat adiktif. Konsumsi yang sering dapat menyebabkan toleransi, ketergantungan, dan gejala penarikan yang kuat ketika tidak lagi mengonsumsinya.

Bahaya garam mandi yang mengandung cathinone ini diperparah oleh fakta bahwa produk ini dapat mengandung zat lain yaitu bahan-bahan yang tak diketahui yang mungkin memiliki efek merugikan.

Sumber: HealthKompas

Komentar

  • (will not be published)

 

E-Klinik E-Klinik