Apa Itu Creatine?

Apa Itu Creatine(Image courtesy of rakratchada torsapĀ / freedigitalphotos.net)

\r\nCreatine adalah jenis asam amino yang dihasilkan secara alami di pankreas, ginjal, dan hati. Hampir sebagian besar creatine tersimpan di dalam jaringan otot. Oleh karena itu, creatine terkenal sebagai sumber energi untuk otot dan dapat membantu pertumbuhan otot.\r\n\r\nCreatine tidak hanya terdapat secara alami di dalam tubuh manusia, namun juga dapat diperoleh dari mengkonsumsi protein hewani, seperti ikan dan daging sapi. Ada pula suplemen kesehatan yang mengandung creatine dalam dosis tertentu. Creatine yang diperoleh dari protein hewani/suplemen berubah menjadi Creatine Phospate di dalam tubuh yang kemudian menghasilkan Adenosine Triphosphate (ATP). ATP juga dikenal sebagai penyedia energi bagi otot.\r\n

Fungsi Creatine

\r\n

    \r\n
  1. Meningkatkan kinerja otot. Sejak tahun 1970-an, para ilmuwan telah menemukan bahwa mengonsumsi creatine dalam bentuk suplemen dapat meningkatkan kinerja fisik. Maka, pada tahun 1990-an, para atlit mulai menggunakan creatine sebagai suplemen olahraga. Creatine diduga dapat membantu menambah kekuatan, meningkatkan massa otot, dan membantu memulihkan otot dengan cepat selama berolahraga. Namun, ketika beberapa orang terbukti merasakan manfaat dari mengonsumsi creatine, beberapa orang justru tidak merasakan adanya manfaat yang signifikan. Hal ini diduga tergantung pada kondisi dan kebutuhan dari tubuh masing-masing orang.
  2. \r\n

  3. Pengobatan beberapa penyakit. Para peneliti mempelajari bahwa creatine dapat dimanfaatkan sebagai obat untuk menyembuhkan beberapa penyakit, seperti distrofi otot, gagal jantung, penyakit Parkinson, penyakit Hutington, dan penyakit Lou Gehrig. Namun, kebenaran dari hasil studi tersebut belum 100% terbukti.
  4. \r\n

  5. Meningkatkan Kemampuan Kognitif. Dalam sebuah studi kecil di Australia, orang yang mengonsumsi creatine selama enam minggu mendapatkan nilai yang lebih baik daripada orang yang tidak mengonsumsi creatine sama sekali. Namun, beberapa peneliti menduga temuan tersebut hanya berlaku untuk keadaan berjangka pendek, misalnya seorang pelajar yang akan menghadapi ujian dalam waktu satu minggu dapat mengonsumsi suplemen creatine guna meningkatkan daya ingat.
  6. \r\n

\r\n

Creatine Aman untuk Dikonsumsi?

\r\nSifat alami creatine tidak lantas membuatnya 100% aman untuk dikonsumsi, terutama suplemen creatine karena Anda tidak benar-benar tahu bahan apa saja yang terkandung di dalam suplemen tersebut dan berapa besar kadarnya.\r\n\r\nCreatine tidak disarankan bagi penderita penyakit ginjal, hati, atau diabetes. Anak-anak usia di bawah 18 tahun dan wanita hamil/yang sedang menyusui juga sebaiknya tidak mengonsumsi creatine. Jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan untuk mengontrol kadar gula darah di tubuh Anda, maka mengonsumsi creatine juga tidak disarankan karena dapat memengaruhi kadar gula darah.\r\n\r\nHingga saat ini, belum ada standar pasti untuk mengonsumsi creatine. Tetapi pada umumnya, orang dewasa di Amerika mengonsumsi 1 hingga 2 gram creatine setiap harinya. Para atlit yang baru mengonsumsi creatine biasa memulai dengan 10 hingga 30 gram creatine per hari, kemudian menjadi 2 hingga 5 gram jika telah teratur.\r\nMengonsumsi creatine secara berlebihan diduga dapat mengakibatkan kenaikan berat badan, kecemasan, kesulitan bernafas, diare, demam, masalah pada ginjal, mual, dan kelelahan.\r\n\r\nMemang belum diketahui dengan pasti efek jangka panjang dari mengonsumsi creatine. Maka, ada baiknya berkonsultasilah kepada dokter terlebih dahulu jika Anda ingin mengonsumsi creatine.\r\n\r\nTeks: Silviani

Komentar

  • (will not be published)