Apa Itu Endometriosis? (Bagian 1)

Apa Itu Endometriosis 1(Image source: BruceBlaus – Wikipedia.org)

\r\n

Oleh: dr. Sutopo Widjaja, MS

\r\nArtikel Endometriosis bagian pertama, yang membahas tentang: Apa itu endometriosis dan endometrium, proses terjadinya, faktor risiko, penyebab dan gejala endometriosis. Sedangkan artikel bagian kedua, yang akan terbit besok, akan membahas tentang cara diagnosis, komplikasi, pengelolaan dan pencegahan serta prognosis endometriosis.\r\n\r\nNy. MM, 28 tahun, ibu rumah tangga, mengeluh nyeri perut dan pinggang saat haid. Nyeri juga terasa saat hubungan intim dan kadang disertai darah. Keluhan tersebut sudah dirasakan sejak 3-4 tahun yang lalu. MM sudah menikah 3 tahun, namun belum dikaruniakan anak. MM berobat ke Puskesmas, dokter menduga MM menderita endometriosis dan dirujuk ke RSUD untuk tindak lebih lanjut.\r\n

Apa Yang Dimaksud Dengan Endometriosis?

\r\nEndometriosis adalah penyakit sistem genital perempuan akibat tumbuh kembangnya sel endometrium di luar rahim. Diperkirakan 6 – 10 % perempuan menderita endometriosis dan paling banyak ditemukan pada usia reproduktif (usia 25 – 40 tahun).\r\n

Endometrium Itu Jaringan Apa?

\r\nEndometrium adalah jaringan yang melapisi rongga rahim. Sel endometrium tumbuh kembang dibawah pengaruh hormon wanita (estrogen), mulai pematangan sel telur hingga setelah ovulasi. Bila tidak terjadi pembuahan/kehamilan maka endometrium akan melepas dan terjadi perdarahan kondisi ini yang dikenal sebagai haid/mentruasi.\r\n

Bagaimana Proses Terjadinya Endometriosis?

\r\nPada endometriosis, sel endometrium ditemukan di luar rahim antara lain di indung telur (ovarium), saluran telur (tuba Fallopi), pangkal vagina, rongga panggul, dinding perut, kandung kencing, usus besar, paru bahkan otak. Sel endometrium ini juga dibawah pengaruh hormon estrogen sehinga dapat tumbuh kembang, melepas dan berdarah mengikuti siklus haid. Berbeda dengan di rahim, dimana jaringan yang lepas dan darah dapat dikeluarkan lewat vagina, perdarahan yang terjadi pada endometriosis akan tertahan dan tertimbun di tempat dengan akibat timbul nyeri, pembengkakan, peradangan dan segala komplikasinya.\r\n

Apa Penyebab Endometriosis?

\r\nPenyebab pasti endometriosis belum diketahui, namun diduga akibat :\r\n

    \r\n
  1. Adanya aliran balik (retrograde) darah haid lewat saluran telur masuk ke rongga panggul dan perut lalu menempel dan tumbuh kembang di lokasi tersebut (Retrograde menstruation).
  2. \r\n

  3. Penyebaran lewat darah dan limfe, yaitu sel endometrium masuk sistem aliran darah dan limfe lalu menyebar ke organ tubuh lain termasuk paru dan otak.
  4. \r\n

  5. Kelainan pertumbuhan sel embrional/janin.
  6. \r\n

  7. Gangguan sistem imunitas sehingga tubuh tak mampu menghilangkan jaringan endometrium yang menyebar tak normal.
  8. \r\n

\r\n

Apa Faktor Risiko Terjadi Endometriosis?

\r\nFaktor yang diketahui berperan terjadinya endometriosis ialah :\r\n

    \r\n
  1. Turunan/genetik.
  2. \r\n

  3. Perempuan yang tidak pernah hamil.
  4. \r\n

  5. Perempuan yang tinggi dan kurus dengan IMT (index masa tubuh) rendah.
  6. \r\n

\r\n

Apa Gejala Endometriosis?

\r\nTidak semua penderita endometriosis memberikan keluhan. Adapun keluhan yang sering terjadi terutama pada saat haid ialah :\r\n

    \r\n
  1. Nyeri di perut bawah dan panggul.
  2. \r\n

  3. Nyeri pinggang dan bokong.
  4. \r\n

  5. Nyeri sekitar paha dan kelamin.
  6. \r\n

  7. Nyeri saat hubungan intim yang kadang disertai perdarahan.
  8. \r\n

  9. Nyeri saat kencing.
  10. \r\n

  11. Susah BAB dan nyeri sekitar dubur saat BAB.
  12. \r\n

  13. Lemas.
  14. \r\n

  15. Kemandulan (Infertilitas/subfertilitas).
  16. \r\n

Komentar

  • (will not be published)