Apa Itu Sindrom Metabolik?

Apa Itu Sindrom Metabolik(Image from prediabetescenters.com)

\r\nSindrom metabolik merupakan kondisi kesehatan yang sedang dibicarakan banyak orang. Sindrom metabolik memang baru diidentifikasi kurang lebih 20 tahun yang lalu, namun sindrom ini menyebar luas seperti halnya jerawat dan flu biasa. Menurut American Heart Association (Asosiasi Jantung Amerika), sekitar 47 juta orang Amerika terkena sindrom metabolik. Fakta ini mengejutkan karena berarti hampir satu dari setiap enam orang terkena sindrom ini. Sindrom metabolik menurun di dalam keluarga dan lebih umum di antara orang Afrika- Amerika, Hispanik, Asia, dan penduduk asli Amerika. Risiko terkena sindrom metabolik akan meningkat seiring bertambahnya usia.\r\n\r\nSindrom metabolik merupakan kondisi kesehatan yang dialami banyak orang, namun tidak banyak orang yang tahu. Sindrom metabolik juga masih diperdebatkan oleh para ahli. Hal ini karena tidak semua dokter setuju bahwa sindrom metabolik harus dilihat sebagai kondisi kesehatan yang berbeda.\r\n\r\nJadi, apakah sindrom metabolik ini? Dan apakah Anda harus khawatir?\r\n

Memahami Sindrom Metabolik

\r\nSindrom metabolik bukanlah penyakit, melainkan sekelompok faktor risiko seperti : tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, kadar kolesterol yang tidak sehat, dan lemak perut.\r\n\r\nYa, memang tidak baik jika kita memiliki salah satu faktor risiko diatas. Namun, ketika faktor risiko tersebut berkumpul, mereka dapat menyebabkan masalah yang serius. Faktor-faktor risiko tersebut meningkatkan risiko terkena penyakit jantung dan pembuluh darah hingga dua kali lipat, yang dapat memicu serangan jantung dan stroke. Faktor-faktor risiko tersebut juga meningkatkan risiko diabetes hingga lima kali lipat.\r\n\r\nKabar baiknya adalah sindrom metabolik dapat dikelola, terutama dengan merubah gaya hidup Anda.\r\n

Faktor Risiko Sindrom Metabolik

\r\nMenurut American Heart Association dan National Heart, Lung, and Blood Institute, terdapat lima faktor risiko yang membentuk sindrom metabolik.\r\n

\r\n
\r\n
\r\n

\r\n

\r\n

\r\n

\r\n

\r\n

\r\n

\r\n

\r\n

\r\n

\r\n

\r\n

\r\n

\r\n

\r\n

\r\n

\r\n

\r\n

\r\n

\r\n

\r\n

\r\n

Besar Ukuran Pinggang

\r\n 

\r\n

Pada pria: lebih dari 40 inci\r\nPada wanita: lebih dari 35 inci

\r\n

\r\n

\r\nKolesterol: Trigliserida Tinggi

\r\n 

\r\n

Lebih tinggi dari 150 mg/dL

\r\n

atau

\r\n

Mengkonsumsi Obat Kolesterol

\r\n

\r\n

\r\nKolesterol: Rendahnya Kolesterol Baik (HDL)

\r\n 

\r\n

Pada Pria:  Kurang dari 40 mg/dL\r\nPada Wanita: Kurang dari 50 mg/dL

\r\n

atau

\r\n

Mengkonsumsi Obat Kolesterol

\r\n

\r\n

Tekanan Darah Tinggi

\r\n

\r\n

Tekanan darah lebih tinggi dari 135/85 mm Hg

\r\n

atau

\r\n

Mengkonsumsi obat tekanan darah tinggi

\r\n

\r\n

\r\nGula Darah: Tingkat Gula Darah Puasa Tinggi

\r\n 

\r\n

Lebih tinggi dari 100 mg/dL

\r\n

\r\nKita didiagnosa menderita sindrom metabolik jika memiliki setidaknya tiga faktor risiko diatas.\r\n

Apa Penyebab Sindrom Metabolik?

\r\nPara ahli belum tahu pasti apa yang menyebabkan sindrom metabolik. Namun karena sindrom ini merupakan kumpulan dari faktor risiko, dan bukan penyakit tunggal, maka penyebabnya mungkin bisa bervariasi. Beberapa faktor risikonya adalah :\r\n

    \r\n
  • Resistensi Insulin. Insulin adalah hormon yang membantu tubuh Anda untuk menggunakan glukosa (yaitu gula sederhana yang terbuat dari makanan yang Anda makan) sebagai energi. Pada orang yang memiliki resistensi insulin, maka insulin tidak bekerja dengan baik sehingga tubuh terus membuat lebih banyak insulin untuk mengatasi peningkatan glukosa. Kondisi tersebut, pada akhirnya, dapat menyebabkan diabetes. Resistensi insulin berhubungan erat dengan kelebihan berat badan di perut.
  • \r\n

  • Obesitas, terutama di perut. Para ahli mengatakan bahwa sindrom metabolik menjadi lebih umum karena meningkatnya obesitas. Selain itu, memiliki lemak berlebih di perut dibandingkan di bagian lain dari tubuh, tampaknya meningkatkan risiko Anda.
  • \r\n

  • Gaya hidup tidak sehat. Pola makan yang tinggi lemak dan kurangnya aktivitas fisik juga berperan.
  • \r\n

  • Ketidakseimbangan hormon. Hormon mungkin juga berperan. Sebagai contoh, Polycystic Ovary Syndrome (PCOS), yaitu kondisi yang mempengaruhi kesuburan, memiliki hubungan dengan ketidakseimbangan hormon dan sindrom metabolik.
  • \r\n

\r\nJika Anda baru didiagnosis menderita sindrom metabolik, mungkin Anda merasa cemas. Namun, lebih baik jika Anda mengganggapnya sebagai tanda peringatan dan waktunya Anda mulai serius meningkatkan kesehatan Anda. Lakukan perubahan sederhana terhadap kebiasaan Anda saat ini untuk mencegah penyakit serius di masa depan.\r\n\r\nSumber: WebMD

Komentar

  • (will not be published)