Apakah Bersepeda Dapat Menyebabkan Infertilitas Pria?

Apakah Bersepeda Dapat Menyebabkan Infertilitas Pria(Image courtesy of wandee007 / freedigitalphotos.net)

Penelitian terbaru menemukan bahwa bersepeda tidak menyebabkan infertilitas pria dan disfungsi ereksi, tetapi bersepeda mungkin meningkatkan risiko kanker prostat pada pengendara yang berusia lebih dari 50 tahun.

Meskipun bersepeda dianggap sebagai kegiatan yang sehat, serta membantu menurunkan risiko diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan stroke, namun bersepeda umumnya diyakini mempengaruhi kesuburan seorang pria.

Penelitian Tentang Bersepeda

Peneliti dari University College London┬ámelihat data dari 5282 pengendara sepeda pria yang mengambil bagian dalam Penelitian di Inggris: “Cycling for Health”.

Para pria direkrut melalui majalah bersepeda untuk melakukan survei online. Mereka melaporkan apakah mereka memiliki disfungsi ereksi, atau apakah mereka telah didiagnosa dengan infertilitas, atau menderita kanker prostat.

Waktu bersepeda mingguan dikelompokkan menjadi:

  • Di bawah 3.75 jam,
  • 3.76 hingga 5.75 jam,
  • 5.76 hingga 8.5 jam,
  • Lebih dari 8.5 jam.

Tidak ada hubungan antara infertilitas atau disfungsi ereksi dengan banyaknya mil bersepeda dalam seminggu, bahkan yang lebih dari 8.5 jam.

Peniliti Mark Hamer, PhD, mengatakan teknologi pelana sepeda saat ini “mungkin membantu mengurangi tekanan pada saraf untuk mencegah ‘mati rasa’ yang tidak nyaman, yaitu sensasi yang dapat terjadi ketika bersepeda dalam jangka waktu yang lama.”

Kanker Prostat dan Bersepeda

Bersepeda terkait dengan peningkatan kadar protein PSA (yaitu antigen spesifik prostat), yang dapat menjadi tanda kanker prostat. Hal ini disebabkan karena tekanan pelana sepeda dapat memijat atau sedikit melukai prostat dan menyebabkan peradangan, sehingga menaikkan tingkat protein PSA. Pengendara sepeda yang sering bersepeda mungkin melakukan pengujian yang tidak perlu jika ditemukan tingkat PSA meningkat. Hal ini karena peningkatan tersebut bisa saja karena bersepeda dan bukan karena kanker.

Namun hal tersebut diperumit oleh fakta bahwa penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan waktu bersepeda lebih dari 8.5 jam seminggu terkait dengan kemungkinan risiko terkena terkena kanker prostat yang lebih tinggi.

Hamer mengatakan hasil penelitiannya harus ditafsirkan dengan hati-hati, dan mungkin tidak ada penyebab dan efek langsung: “Sebagai contoh, mungkin saja orang-orang ini lebih sadar atas kesehatan mereka dan lebih sering mengunjungi dokter sehingga lebih mungkin kondisi tersebut dideteksi. ”

Beliau mengatakan bahwa perlu dilakukan penelitian lebih lanjut, serta menambahkan bahwa risiko tinggi hanya bagi pesepeda yang sering bersepeda. “Bersepeda dengan tingkat sedang memiliki banyak manfaat kesehatan yang menguntungkan, sehingga lebih besar manfaat bersepeda dibanding resikonya”

Sumber: WebMD

Komentar

  • (will not be published)

 

E-Klinik E-Klinik