Apakah dampak dari keputihan yang tidak segera diobati?

Q: Dear Dokter, Saya mengalami keputihan sudah sekitar 1,2 tahun, warnanya kuning dan seperti keju. Dulu saat saya masih perawan, keputihan saya bening dan hanya terjadi saat mau menstruasi. Sekarang ini terjadi setelah saya pertama kali berhubungan seks, saya sudah mengantisipasinya dengan vaksinasi kanker serviks dan juga memakai cairan antiseptik tetapi tetap saja keputihan dan hampir setiap hari terjadi. Saya tanya dengan dosen saya yang juga dokter, Beliau mengatakan kalau tidak segera diobati akan mengakibatkan kemandulan. Apakah itu benar? Lalu apakah tindakan yang tepat untuk saya dokter? Apakah saya harus tes papsmear atau minum obat? Apakah ini ada hubungannya dengan seks yang saya lakukan dokter? Karena saya melakukan hanya dengan 1 orang.

A: Dari data yg disampaikan terkesan keputihan yang dialami sudah bersifat patologis. Penyebab keputihan abnormal itu bervariasi kuman, jamur, virus dll. Kalau tidak dipastikan penyebabnya tentu tidak dapat diatasi dengan tuntas. Infeksi kronis dapat menyebabkan radang dan penyumbatan saluran sistim repproduksi sehingga menimbulkan kemandulan. Kami sarankan segera cek sekret vagina ke laboratorium dan konsultasi dengan dokter spesialis kandungan. Mungkin saja dokter kandungan menyarankan tes papsmear dan pasangan Anda juga diperiksa.

6 Komentar untuk “Apakah dampak dari keputihan yang tidak segera diobati?”

  1. riza

    permisi…..
    saya mau tanya ne…
    dalam beberapa bln terakhir ne saya sering banget sakit di bagian panggul saya,,
    kemudian keputihan yang berlebihan sehingga timbul rasa gatal dan bau tidak sedap..
    selain itu, setiap x saya menstruasi pasti tida lancar..
    apakah tu merupakan ciri ciri dari kanker serviks jg…
    mohon jawabanya ea…!!!!
    terima kasih

    Reply
    • admin

      Selamat Siang,

      Terima kasih sudah mengunjungi Dokita.
      Dari data yang disampaikan, sangat mungkin keputihannya berkaitan dengan infeksi sehingga perlu dicari penyebab keputihan tersebut, antara lain: jamur, kuman, parasit. Saran kami segera lakukan tes laboratorium untuk lendir keputihan dan periksa ke dokter untuk evaluasi.
      Haid yang tidak teratur umumnya diakibatkan gangguan hormonal. Untuk mengetahui apakah ada kanker serviks atau tidak, disarankan agar lakukan test pap smear. Coba baca artikel Dokita tentang keputihan di: http://dokita.co/blog/penyebab-keputihan-dan-cara-mengatasinya/

      Salam Sehat Selalu,

      Tim Dokita.
      Jangan lupa untuk berbelanja sehat di store kami http://www.dokita.co/store

      Reply
  2. shara

    permisi,…
    saya mau tanya’ dari kelas 1smp saya sudah mengalami keputihan tapi tidak terlalu parah’ semenjak kelas 3sma keputihan saya iu menjadi parah’,setelah lulus sekolah keputihan saya itu menjadi bau yang tak sedap dan mengeluarkan cairan yang seperti susu, kadang kala kalau lagi sangat capek mengeluarkan gumpalan” sprti air susu yang basi, dan itupun baunya tidak enak, ditambah 5bulan terakhir ini saya tidak pernah datang bulan sama sekali’, apa itu gejala dari keputihan? mohon sarannya saya harus bagaimana,. terima kasih

    Reply
    • admin

      Selamat Siang,

      Terima kasih sudah mengunjungi Dokita.
      Dari data yang disampaikan, tanda keputihan Anda sudah mengarah pada adanya infeksi, bisa karena jamur, bakteri atau parasit. Kami sarankan sebaiknya Anda segera periksa ke dokter spesialis kandungan dan bila perlu dilakukan pemeriksaan sekret vagina ke laboratorium agar tahu penyebab diketahui pasti dan pengobatannya akurat dan tuntas. Adanya infeksi di organ reproduksi Anda bisa menimbulkan gangguan di siklus haid Anda. Jadi sebaiknya segera berobat ke dokter, jangan ditunda.
      Coba baca artikel Dokita tentang keputihan di: http://dokita.co/blog/penyebab-keputihan-dan-cara-mengatasinya/

      Salam Sehat Selalu,

      Tim Dokita.
      Jangan lupa untuk berbelanja sehat di store kami http://www.dokita.co/store

      Reply
  3. novie

    Saya sudah menikah bbrpa bulan ini tp saya belum sempurna melakukan hub layaknya suami istri,dalam arti saya masih virgin.karena setiap berhubungan saya slalu merasa sakit walaupun blm sempurna melakukannya.sampai bbrp orang bilang saya hrs konsul ke dokter seks.sebulan ini saya bru saja laparaskopi usus buntu,pasca operasi saya mengalami haid slama hampir 3 minggu yg diluar siklus bulanannya .memang setelah saya operasi usus buntu saya diianjurkan CT scan oleh dktr krn keluhan tsb sampai pernah slama 2 hari saya mengalami sakit perut yg luar biasa. dari hasil CT.Scan ada kista kira2 besarnya 5-6 cm di indung telur sebelah kanan rahim saya.krn pasca operasi haid tidak stop2 dktr memberi saya obat yg agak paten bru saya makan 1 x pas bsk ny haid saya cuma flek aja sampai skrg tp yg saya rasakan skrg adalah sakit ngilu dibawah pusar ,sakit ny 5-10 menit sekali.pertanyaan saya adalah apakah ini pengaruh dari kista saya atau kanker serviks ??? Krn bbrp tahun belakangan ini saya suka mengalami keputihan yg over disertai rasa gatal akibat cairan dari keputihan tsb,tp skrg tidak lg..memang dokter kandungan saya ingin sekali melakukan USG dari vagina saya,mungkin utk mengetahui keluhan penyakit saya.tetapi saya menolak krna takut sakit krn secara saya masih virgin .jadi bagaimana cara mendeteksi apakah saya kanker serviks ???

    Reply
    • admin

      Selamat Siang,

      Terima kasih sudah mengunjungi Dokita.
      Dari data yang disampaikan, pemicu nyeri perut bawah bisa dampak operasi sebelumnya atau akibat kista ovarium. Keputihan yang Anda alami terkesan tak normal, yang mungkin akibat infeksi sehingga perlu dicari penyebabnya. Coba baca artikel Dokita tentang keputihan di: http://dokita.co/blog/penyebab-keputihan-dan-cara-mengatasinya/
      Untuk deteksi kanker serviks dapat dilakukan test pap smear dan cek laboratorium.
      Untuk memastikan, kami sarankan periksa ke dokter kandungan ulang untuk evaluasi.

      Salam Sehat Selalu,

      Tim Dokita.
      Jangan lupa untuk berbelanja sehat di store kami http://www.dokita.co/store

      Reply

Komentar

  • (will not be published)

 

E-Klinik E-Klinik