Apakah Duduk Terlalu Lama Itu Buruk?

Apakah Duduk Terlalu Lama Itu Buruk(Image courtesy of stockimages / freedigitalphotos.net)

Duduk berlebihan dapat menjadi sumber masalah kesehatan. Ini cara untuk mengurangi waktu duduk Anda.

Penelitian mengenai masalah ini terus berkembang. Duduk berlebihan tampaknya buruk bagi kesehatan kita dan bahkan harapan hidup kita.

Sejak Januari, para peneliti telah melaporkan bahwa duduk selama berjam-jam terkait dengan :

  • Kesehatan mental yang buruk.
  • Risiko kematian yang lebih tinggi akibat penyakit jantung dan penyebab lainnya.
  • Risiko menjadi cacat yang lebih tinggi.

Hasil penelitian terbaru menambahkan, bahwa terlalu lama duduk buruk bagi kesehatan, bahkan jika Anda berolahraga secara rutin.

Namun, para ahli belum mengetahui pasti, apakah terlalu lama duduk memicu kesehatan yang buruk atau sebaliknya?

Para ahli juga mengatakan kita mungkin perlu menganggap duduk dan olahraga sebagai dua perilaku yang terpisah, masing-masing memberikan kontribusi sendiri bagi kesehatan kita. Jadi, walaupun 1 jam joging sangat bagus bagi kesehatan Anda, namun mungkin tidak mengkompensasi dampak 8 jam duduk di meja Anda.

Berikut pendapat dari tiga ahli mengenai duduk dan bagaimana kita dapat mengurangi waktu duduk.

Apa Masalah Kesehatan Yang Terkait Dengan Duduk Terlalu Lama?

“Duduk terlalu lama terkait dengan kejadian kardiovaskular seperti serangan jantung, penyakit jantung, kematian secara keseluruhan, dan kematian akibat kanker”, kata Andrea Lacroix, PhD., direktur Women Health Center of Excellence di Universitas California, San Diego.

Dalam penelitan terbarunya, Beliau menemukan bahwa wanita lebih tua yang melaporkan waktu duduk paling lama, lebih mungkin untuk meninggal selama pemeriksaan berkala 12 tahun. Mereka yang duduk lebih dari 11 jam sehari memiliki risiko tertinggi, tulis Beliau dalam laporan di American Journal of Preventive Medicine.

Waktu duduk juga telah dikaitkan dengan tekanan darah tinggi, obesitas, kolesterol jahat, dan terlalu banyak lemak perut.

Bahaya kelebihan duduk telah dibahas selama beberapa dekade, tetapi dalam 5 tahun terakhir penelitiannya telah banyak berkembang, kata Jacqueline Kerr, PhD., rekan profesor di family and preventive medicine UC San Diego. Beliau mempelajari bagaimana cara membantu orang untuk duduk lebih sedikit.

Mengapa Duduk Terlalu Lama Terkait Dengan Masalah Kesehatan?

Para ilmuwan belum bisa menjelaskannya. Dan mereka juga menekankan bahwa adanya kaitan tersebut tidak membuktikan bahwa terlalu lama duduk menyebabkan masalah kesehatan.

Salah satu kemungkinannya adalah : duduk untuk waktu yang lama menyebabkan otot membakar lemak lebih sedikit dan darah mengalir lebih lambat. Keduanya dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan masalah lainnya.

Dalam beberapa kasus, masih belum jelas kaitan antara duduk terlalu lama dengan masalah kesehatan, kata Barry Braun, PhD., direktur Energy Metabolism Laboratory di University of Massachusetts di Amherst”. Orang-orang yang duduk paling lama lebih cenderung menjadi gemuk”, katanya. “Apakah orang menjadi gemuk karena mereka duduk terlalu lama, atau apakah mereka duduk terlalu lama karena mereka obesitas?”

Bagaimana Duduk Mempengaruhi Nafsu Makan?

Anda mungkin berpikir bahwa duduk membuat Anda merasa kurang lapar. Namun, penelitian Braun menemukan hal tersebut tidak benar.

Tim Beliau menugaskan orang-orang untuk lebih lama duduk pada satu hari dan berdiri lebih lama pada hari lain. Selama itu, para peneliti mempelajari bagaimana duduk atau berdiri mempengaruhi nafsu makan mereka. “Perubahan dari aktif ke duduk tidak menurunkan nafsu makan atau asupan energi Anda”, katanya. Namun, duduk berkepanjangan dapat memicu kita untuk makan lebih dari seharusnya, yang menyebabkan kenaikan berat badan.

Mengapa Aktivitas Fisik Tampaknya Tidak Mengkompensasi Dampak Duduk Terlalu Lama?

Para peneliti sedang mencoba mencari tahu jika duduk dan olahraga adalah “dua komponen berbeda yang mempengaruhi kesehatan”, kata Lacroix. “Saya sendiri tidak yakin ini benar, tapi kami mencoba untuk mencari tahu.”

Meskipun ide terus berkembang, Kerr mengatakan bahwa mungkin dapat membantu jika aktif dan duduk dianggap sebagai dua cara terpisah untuk meningkatkan atau membahayakan kesehatan Anda. “Apakah olahraga mengkompensasi tidur malam yang buruk?” tanya Kerr. “Jadi mengapa olahraga harus mengkompensasi fakta bahwa Anda duduk sepanjang hari?”.

Apa Pesan Yang Dapat Diambil Dari Penelitian?

“Jangan menjelekkan duduk”, kata Lacroix . Pesannya adalah untuk mengurangi waktu duduk dengan berdiri. Meskipun para ahli tidak yakin seberapa sering Anda harus bangun, namun mereka menyarankan untuk bangun setiap 30 menit jika memungkinkan.

Kerr mengatakan ke orang-orang untuk menghargai waktu duduk. “Duduk pada saat Anda terlibat secara sosial mungkin hal yang sangat baik bagi Anda”, katanya. Demikian juga duduk selama beberapa menit untuk dekompresi setelah hari yang menegangkan, dapat juga baik bagi Anda.

Pikirkan gambaran besarnya. kata Kerr dan Lacroix, dan berdiri ketika memungkinkan.

Bagaimana Orang Dapat Mengurangi Rata-Rata Waktu Duduk?

Kerr menyarankan :

  • Gunakan meja berdiri di tempat kerja. Banyak tempat kerja lain menyambut ide ini katanya.
  • Ingatkan diri Anda untuk mengurangi duduk. Di rumah, pertimbangkan iklan TV sebagai sinyal untuk berdiri dari kursi Anda sebentar. Di tempat kerja, gunakan cangkir  kopi atau gelas yang lebih kecil sehingga Anda lebih sering untuk mengisi ulang.
  • Ubah norma-norma sosial. Kerr menyarankan : Pada pertemuan, Anda bisa menjelaskan, “Saya akan mengambil istirahat berdiri”.

Begitu orang lebih sedikit duduk, Kerr menemukan bahwa mereka lebih sering terbuka terhadap ide untuk lebih banyak bergerak dan menjadi lebih aktif.

Sumber: WebMD

Komentar

  • (will not be published)

 

E-Klinik E-Klinik