Bagaimana Ciri-ciri Orang Kecanduan Hubungan Seksual?


Seseorang yang kecanduan itu dipenuhi dengan pikiran aktivitas seksual, walaupun mungkin mereka tidak mendapatkan kenikmatan ketika melakukan aktivitas tersebut. Untungnya, ada pengobatan yang dapat diberikan bagi penderita kecanduan seksual.

Kecanduan melibatkan perilaku kompulsif, seperti yang dialami seseorang yang kecanduan belanja, berjudi, atau berselancar di Internet. Hanya saja dalam hal ini, perilaku kompulsif nya berkisar pada aktivitas seksual.

Beberapa pecandu mungkin merasa bahwa mereka tidak bisa berhenti berpikir tentang hubungan intim dan akibatnya menelantarkan pekerjaan karena pikiran/lamunan atau fantasi mereka. Ada juga yang memuaskan diri sendiri dengan perilaku seksual berisiko dengan membayar pekerja seks komersil (psk).

Orang yang kecanduan, hampir seringkali tidak menikmati apa yang seharusnya menjadi pengalaman menyenangkan atau emosional mendalam ketika berhubungan intim. Ketika mereka mencoba untuk menghentikan aktivitas yang merusak tersebut, mereka  akan merasa bahwa mereka tidak dapat berhenti atau pada akhirnya melakukan kembali kebiasaan lama mereka.

Kabar baiknya, kecanduan ini dapat diatasi namun tingkat keberhasilannya sangat bergantung pada partisipasi penderita dan keinginan untuk melakukan terapi-terapi.

Tanda-Tanda Peringatan Kecanduan Hubungan Seksual

Penderita kecanduan hubungan seksual tidaklah sedikit. Menurut beberapa perkiraan, antara 12 sampai 15 juta orang di Amerika Serikat memiliki kecanduan ini

Indikasi-indikasi kecanduan meliputi:

  • Melakukan hubungan intim untuk mengatasi perasaan negatif atau mencapai rasa percaya diri sesaat
  • Menyembunyikan perilakunya dari pasangannya
  • Merasa kehilangan kontrol atas perilaku seksualnya, yang melanggar norma-norma yang diterima masyarakat umum
  • Menemukan bahwa perilaku menyebabkan rusaknya hubungan dengan pasangan, kegagalan dalam pekerjaan atau membuat penderita menghabiskan lebih sedikit waktu dengan teman dan keluarga
  • Menyadari bahwa perilaku tersebut dapat menyebabkan masalah dalam hidup penderita jika orang lain mengetahuinya
  • Merasa tidak bisa berhenti total melakukan perilaku yang berbahaya tersebut

Perilaku Khas Seseorang yang Kecanduan

Orang yang memiliki kecanduan seksual menunjukkan empat jenis perilaku yang khas sebagai berikut:

  • Mereka sibuk berpikir tentang hubungan intim sehingga menyebabkan tingkat gairah tetap tinggi, yang akhirnya mendorong perilaku yang tidak benar
  • Perilaku seksual yang mereka sukai menjadi ritual, seiring mereka terus mengulangi kembali kegiatan serupa atau situasi tertentu. Perilaku ini tidak selalu ditujukan untuk mencapai orgasme, namun bisa berfungsi agar menjaga tingkat gairahnya tetap tinggi.
  • Mereka terlibat dalam aktivitas seksual meskipun mereka menyadari konsekuensi negatifnya atau benar-benar ingin berhenti melakukan apa yang mereka lakukan.
  • Mereka merasa bersalah atau malu yang mendalam atas perilaku seksual dan ketidakmampuan mereka untuk mengendalikan diri sendiri, serta menyesali rasa sakit yang dialami orang lain akibat tindakan mereka.

Terdapat banyak penyebab mengapa seseorang bisa mengalami kecanduan seksual, misalnya:

  • Penyebabnya bisa biokimia, misalnya orang menjadi kecanduan akan hormon dan bahan kimia yang dihasilkan otak ketika berhubungan intim atau mencapai klimaks. 
  • Penyebabnya mungkin juga emosional, misalnya orang yang memiliki ketergantungan dengan orang lain, ingin selalu berada dalam hubungan dekat dengan orang lain, sehingga  membuat mereka berganti dari satu pasangan ke pasangan lain karena sangat ingin merasa diperhatikan dan dihargai.

Kecenderungan negatif ini juga dapat timbul akibat pelecehan pada anak usia dini atau akibat dari stres kronis, depresi, atau kecemasan.

Pengelolaan dan Pengobatan

Pengobatan kecanduan seksual banyak menggunakan teknik yang sama dalam mengatasi kecanduan berjudi, berbelanja, dan perilaku lainnya. Teknik tersebut termasuk:

  • Terapi. Dokter telah menemukan bahwa kombinasi dari terapi individu dan pasangan bisa membantu seseorang lebih memahami dan menghadapi kecanduan mereka. Tujuan terapi adalah untuk membangun kembali kehidupan rumah tangga yang sehat, yang didasarkan pada keintiman bersama, sukacita, dan emosi ketimbang kompulsi.
  • Obat. Beberapa obat dapat membantu mengendalikan gairah seseorang. Ini termasuk obat anti cemas, antidepresan trisiklik, bahan progestasional, dan peningkat serotonin. Namun dokter menemukan bahwa mengkonsumsi obat ini saja tidak berfungsi sebagai obat utama mengatasi kecanduan, sama seperti penderita penyakit kompulsif “menyimpan semua barang”, membuang semua barang-barang mereka tidak akan menghentikan mereka dari menimbun barang kembali.

Perilaku menyimpang ini juga merupakan masalah perilaku yang serius dan perlu komitmen yang serius juga untuk berhenti. Biasanya diperlukan bantuan konseling atau profesional di bidangnya untuk membangun kembali hubungan cinta yang sudah ada atau untuk dapat membuat hubungan cinta yang benar-benar bermakna.

Sumber: EverydayHealth

Komentar

  • (will not be published)

 

E-Klinik E-Klinik