Bahaya Minuman Bersoda

Bahaya Minuman Bersoda(Image courtesy of Victor Habbick / freedigitalphotos.net)

Pada saat ini semakin banyak pilihan jenis minuman bersoda yang menarik untuk dikonsumsi, namun jangan abaikan efek buruk untuk hidup kita.

Berbagai Jenis Penyakit Dari Minuman Bersoda

Seorang epidemilogis dari Universitas Miami, Hanna Gardener, menampilkan hasil temuan awalnya mengenai minuman bersoda sebagai sebab dari penyakit jantung dan stroke. Hanna menyatakan dengan tegas bahwa temuan awalnya memang menunjukkan 48% peminum minuman bersoda beresiko terkena gangguan jantung dan stroke. Akan tetapi, masih ada kemungkinan bahwa faktor lain, seperti pola makan yang buruk dan kurangnya olahraga lah yang menjadi pemicu meningkatnya resiko penyakit jantung dan stroke.

Nyatanya, meski penelitian mengenai akibat negatif dari terlalu banyak mengonsumsi minuman bersoda terus dilakukan oleh banyak peneliti dan ilmuwan di mancanegara, jumlah konsumen minuman soda terus meningkat setiap tahunnya. Beberapa penelitian juga menemukan ada korelasi yang jelas antara minuman bersoda dan beberapa penyakit di atas, namun beberapa juga belum menemukan adanya temuan yang kuat untuk menjelaskan apakah minuman bersoda merupakan faktor utama timbulnya beberapa penyakit.

Rasanya memang sulit untuk berhenti menikmati sensasi yang menyegarkan dari minuman bersoda, tetapi jangan lupa, kesehatan kita terlalu berharga untuk risiko-risiko berikut ini:

  1. Kegemukan (Obesitas). Kandungan terbesar dalam minuman bersoda adalah kadar gula. Sebuah penelitian yang dipublikasi di the Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism menunjukkan kandungan fruktosa (rasa manis yang biasa ditemukan pada buah-buahan namun digunakan dalam jumlah yang terkonsentrasi tinggi pada minuman bersoda) diketahui dapat merangsang respon hormonal di dalam tubuh yang kemudian memicu naiknya berat badan. Hal ini didukung oleh penelitian Marion Nestle, seorang professor di New York Univeristy yang menunjukkan bahwa anak-anak yang memiliki berat berlebih mengonsumsi 1.000 hingga 2.000 kalori per hari yang berasal dari minuman bersoda.
  2. Diabetes. Tingginya kadar gula yang terkandung di dalam minuman bersoda meningkatkan resiko seseorang mengidap diabetes. Sebuah hasil penelitian oleh American Diabetes Association menunjukkan wanita yang minum lebih dari satu kaleng minuman bersoda dalam sehari beresiko terkena diabetes tipe 2 dalam kurun waktu empat tahun daripada wanita yang mengonsumsi tidak lebih dari satu minuman bersoda setiap harinya.
  3. Kerusakan pada Gigi. Berdasarkan hasil uji tes laboratorium, minuman bersoda, khususnya minuman bersoda yang memiliki berbagai macam warna (yang dihasilkan dari zat pewarna buatan) terbukti dapat mengikis lapisan enamel gigi sehingga gigi menjadi lebih mudah berlubang.
  4. Memperburuk Osteoarthritis (Radang Sendi) Lutut pada PriaOsteoarthritis, atau yang lebih dikenal dengan istilah radang sendi, pada lutut adalah suatu keadaan di mana tulang rawan (yang berfungsi sebagai penahan gesekan pada sendi) menipis di beberapa bagian sehingga terjadi nyeri pada tulang sendi, dan biasanya diderita oleh pria dan wanita di atas 45 tahun.
    Para peneliti asal Harvard Medical School meneliti 2.149 wanita dan pria penderita osteoarthritis lulut yang dideteksi melalui sinar X. Responden diminta untuk mengisi kuesioner mengenai minuman yang dikonsumsi selama satu minggu. Setiap tahunnya selama empat tahun, para peneliti mencatat perkembangan osteoartritis. Ditemukan bahwa hampir dua kali lipat terjadi penyempitan tulang sendi pada pria yang dalam satu minggu mengonsumsi lebih dari lima kaleng minuman bersoda. Hal ini diduga karena kandungan asam fosfat, kafein, serta zat pewarna dan pemanis buatan yang ada pada minuman bersoda.
  5. Osteoporosis. Kandungan yang juga dianggap berbahaya dalam minuman bersoda adalah asam fosfat. Sifat zat fosfat yang sangat korosif, apalagi dalam jumlah yang banyak, menyebabkan rusaknya kalsium yang dibutuhkan oleh tulang sehingga membuat seseorang menjadi lebih rentan terkena osteoporosis.
    Analogi sederhananya adalah jika seseorang meminum lebih banyak minuman bersoda daripada susu yang mengandum kalsium berguna bagi tulang, maka tulang akan kekurangan asupan kalsium sehingga tulang dapat dengan mudah keropos.

Teks: Silviani

Komentar

  • (will not be published)

 

E-Klinik E-Klinik