Bell’s Palsy

Bell’s Palsy
oleh dr Sutopo Widjaja, MS

BH, laki, 45 tahun , saat bangun tidur pagi merasa nyeri kepala sisi kiri. Muka sisi kiri mencong dan dia tidak bisa menutup mata kiri. Karena takut terkena stroke, BH segera diantar keluarga berobat ke rumah sakit terdekat. Dokter spesialis saraf mengatakan BH menderita Bell’s Palsy. dr Sutopo Widjaja, MS, Ketua Tim Dokter Dokita dan Kepala Bagian Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, menjelaskan apa Bell’s Palsy itu.

1. Dok, apa sih yang dimaksud dengan Bell’s Palsy ?
Bell’s palsy adalah kelumpuhan otot wajah satu sisi akibat gangguan saraf otak ketujuh (saraf facial). Saraf ini yang mengatur pergerakan otot-otot wajah.

2. Bagaimana proses ini penyakit ini hingga bisa terjadi ?
Perjalanan saraf facial dari otak ke wajah perlu melewati saluran dan lobang yang sempit di tulang kepala, bila terjadi peradangan, saraf facial akan membengkak sehingga dapat tertekan atau terjepit dengan segala konsekuensinya.

3. Lalu faktor penyebab terjadinya Bell’s palsy ?
Penyebab pasti Bell’s palsy belum diketahui, infeksi virus khususnya virus Herpes diduga adalah salah satu pemicu yang paling sering.

4. Siapa yang perlu berhati-hati dengan penyakit ini dok ?
Bell’palsy lebih sering terjadi pada :

  • Wanita hamil
  • Penderita kencing manis
  • Penderita yang sedang sakit infeksi salauran pernafasan atas
  • Orang dengan riwayat keluarga yang pernah terserang Bell’s palsy

5. Apa gejala Bell’s palsy ?
Bell’ palsy sering timbul mendadak, terjadi hanya pada satu sisi wajah dan ditandai dengan :

  • Kelopak mata tak bisa ditutup serta mata kering
  • Nyeri kepala
  • Wajah turun/miring sehingga susah berekspresi
  • Mulut kehilangan rasa
  • Telinga menjadi hipersensitif/peka suara

6. Sekilas sepertinya mirip dengan stroke ya dok ?

Tidak, ini berbeda. Stroke terjadi karena jaringan otak rusak akibat pembuluh darah otak tersumbat atau pecah. Perbedaan utamanya, pada stroke yang sering terjadi adalah kelumpuhan separoh badan (lengan dan tungkai), otot wajah yang lumpuh hanya bagian bawah sehingga penderita masih dapat mengerutkan dahi dan menutup mata. Sedangkan pada Bell’s Pallsy, seluruh sisi wajah yang terkena akan terpengaruh. Gejala stroke yang lain ialah kelumpuhan lidah sebelah, gangguan kesadaran dan kemampuan bicara.

7. Bagaimana dokter mendiagnosis penyakit ini ?
Dokter umumnya dapat menegakkan diagnosis Bell’s palsy berdasarkan riwayat penyakit dan pemeriksaan fisik, hanya pada kasus tertentu dimana ada kecurigaan penyakit lain dokter akan menyarankan pemeriksaan EMG, CT scan atau MRI kepala.

8. Bagaimana mengobati Bell’s Palsy ?
60 – 85 % penderita Bell’s palsy akan sembuh sendiri tanpa pengobatan. Memang diperlukan waktu beberapa minggu hingga 6 bulan hingga sembuh total. Pengobatan yang dapat dilakukan berupa :

  1. Fisioterapi (massage dan latihan)
  2. Menjaga kondisi mata yang tidak bisa menutup dan kering dengan :
    • Obat tetes/salf pelembab mata secara teratur
    • Memakai kaca mata pelindung saat kerja
    • Memakai kain penutup mata saat tidur
  3. Penggunaan Obat-obatan antara lain :
    • kortikosteroid untuk mengurangi peradangan misalnya: prednison
    • anti virus misalnya: Acyclovir

9. Apakah Bell’s palsy ini bisa disertai dengan komplikasi ?
Bisa, karena itu perlu dicermati dengan baik. Komplikasi yang umum terjadi adalah:

  • Kerusakan kornea mata, karena kelopak mata tak bisa menutup sehingga kornea mata kering dan dapat memicu infeksi dan gangguan penglihatan
  • Kelumpuhan otot wajah yang permanen

Terima kasih dokter atas waktu dan penjelasannya.

24 Komentar untuk “Bell’s Palsy”

  1. Deewe

    8 tahun lalu saya didiagnosis terkena herpes. Gejalanya tidak terasa dan hanya melepuh kecil-kecil di bagian wajah sebelah kanan namun tidak panas, nyeri, gatal, sakit. Yang saya rasakan hanya pusing. Kemudian disarankan mondok. Di RS diberi obat (tidak tahu nama dan jenisnya), selang 2 hari (masih mondok) pipi sebelah kanan bengkak terus perot. Kata dokter itu hanya sementara dan hanya perlu diterapi. Saya sudah mengikuti terapi namun belum sembuh. Diagnosis selanjutnya menjadi bellpalsy.
    Sampai sekarang, saya masih perot sehingga sering kesulitan berbicara, mata terkadang berair, terkadang saya merasa pusing dan kesemutan di daerah kepala terutama bagian kanan.
    Tiap makhluk diwajibkan untuk berusa dan karena saya ingin perubahan jadi tolong analisis dan solusinya.

    Terimakasih.

    Reply
    • admin

      Selamat Siang,

      Terima kasih sudah mengunjungi blog Dokita.
      Dari data yang disampaikan, sangat mungkin Bell’s palsy yang terjadi adalah komplikasi/cacat akibat Herpes dahulu, dimana saraf otak ke 7 (saraf muka) telah dirusak oleh virus Herpes. Bell’s palsy dapat sembuh sempurna atau menetap tergantung dari penyebab dan kondisi saraf yang menjadi korban. Jangan putus asa, tetap bekerja sama dengan dokter spesialis saraf untuk pemantauan dan pengobatan.

      Salam Sehat Selalu,
      Tim Dokita.

      Reply
  2. Frita

    Dok, saya sering terkena herpes di bagian leher dan bahu, setiap saya kecapekan ato kurang tidur pasti saya merasakan gatal yg sangat. Dan saya diberikan acyclovir cream dan tablet nya untuk mengobati. Adakah obat yg bisa menyembuhkan herpes secara permanen dok?
    Thanks ya dok

    Reply
    • admin

      Selamat Siang,

      Terima kasih sudah mengunjungi Dokita.
      Herpes memang bisa kambuh saat kondisi Anda menurun karena itu menjaga kesehatan adalah faktor pencegahan yang terbaik.
      Namun sebaiknya pastikan dahulu apakah itu herpes dan jenis herpes yang mana? Kalau herpes zoster atau varicella, biasanya sekali seumur hidup dan jarang kambuh. Saran kami sebaiknya periksa ke dokter spesialis kulit untuk evaluasi dan jangan menggunakan obat sendiri tanpa petunjuk dokter.

      Salam Sehat Selalu,

      Tim Dokita.

      Reply
  3. maryanti

    saya terdiagnosis bells palsy pada 5 hari saat mau melahirkan sehingga harus sesar..Alhamdulillah semua selamat..saya dan keluarga tidak ada riwayat penyakit serius sebelum ini.sewaktu hamil sy setiap hari keluar naik motor dgn helm terbuka. sampai hamil tua pun saya masih keluar trs.mgkn disitu sy terkena virus..sekarang saya ikut fisioterapi 5*tapi karena tidak rutin sekarang belum sembuh sempurna..mohon
    doanya..buat ibu hamil kurangi aktivitas diluar..postingan ini sangat bermanfaat makasih dokita

    Reply
    • admin

      Selamat Siang,

      Terima kasih kembali.
      Kami bantu doa dan semoga Anda dapat sembuh.

      Salam Sehat Selalu,

      Tim Dokita.

      Reply
  4. nur

    slmt mlm dokita, sy wanita usia 24 thn, sy mngalami gangguan pndngaran, sy bs mndngar bunyi tp sy tdk bs mendengar dng jelas apa yang dktakan org2 dsekitar sya, sy sdh konsultasi dng 4 dokter spesialis THT tp jwbn mrka sm yaitu ‘saya kurang konsentrasi’. Saya jd stres krn jujur tidak ada manusia yang ingin kurang pendengaran krn hal trsbt sngat mngganggu aktivitas sya, dsamping itu sy sering mrskan pusing tiba2. tolong beri masukan atas hal yg mnimpa sya, trimakasi dok,

    Reply
    • admin

      Selamat Sore,

      Terima kasih sudah mengunjungi Dokita.
      Kalau telah konsultasi ke 4 dokter spesialis THT dan diyakini tidak ada masalah dengan organ sistem pendengaran, maka harus dicari penyebab lain. Karena sering ada keluhan pusing tiba-tiba, maka perlu dicermati apakah ada hipotensi, anemia atau ada faktor psikis seperti yang dijelaskan dokter spesialis THT yaitu “kurang konsentrasi”. Kami sarankan coba periksa ke dokter psikiater untuk evaluasi dan kalau perlu ke dokter spesialis saraf.

      Salam Sehat Selalu,

      Tim Dokita.

      Reply
  5. indra

    selamat pagi dokita..
    dok saya terkena bellpalsy sudah 10 hari, saya sudah berobat ke dokter syaraf dan melakukan terapi listrik. katanya saya harus makan banyak buah-buahan, tapi tidak diberi tahu jenis nya. dokita bisa kasih tau kira-kira buah yang tepat apa ya?? mohon saran nya..

    Reply
    • admin

      Selamat Sore,

      Terima kasih sudah mengunjungi Dokita.
      Tidak ada buah-buahn khusus untuk bell’palsy, boleh saja makan buah apel, pisang, pepaya dan jeruk.

      Salam Sehat Selalu,

      Tim Dokita.

      Reply
  6. indra

    selamat malam dokita…
    terima kasih atas sarannya. saya sudah searching, buah yang bagus untuk syaraf lengkeng dan pisang…
    tapi dok, selain makan buah, saya sekarang lagi meneruskan teraphy listrik, alhamdulillah sekarang halis saya sudah bisa digerakkan.. tinggal mulut aja yang belum normal. mohon sarannya..

    Reply
    • admin

      Selamat Sore,

      Terima kasih sudah mengunjungi Dokita. Maaf jawaban kami agak lama.
      Pengelolaan Bell’ Palsy perlu waktu. Kalau diagnosa dan penanganan cepat, maka harapan sembuh sempurna besar. Karena itu harus disiplin dan sabar serta jangan putus asa.

      Salam Sehat Selalu,

      Tim Dokita.

      Reply
  7. yeni

    selamat malam Dok….anak saya berumur 7 tahun,kena bells palsy sudah sebulan lebih sudah di lakukan fisoterapi,hampir sebulan…tapi koq belum kelihatan hasil seperti mengangkat alis,dll……bagaimana caranya supaya cepet sembuh ya Dok….saya ingin melihat senyum ceria nya lagi,terima kasih

    Reply
    • admin

      Selamat Siang,

      Terima kasih sudah mengunjungi Dokita.
      Proses penyembuhan Bell’s Palsy bersifat individual dan tergantung pada penyebab, kerusakan dan pengelolaan, serta proses penyembuhan juga bertahap sehingga perlu kesabaran. Oleh sebab itu perlu kerja sama erat dengan dokter spesialis saraf dan ahli fisioterapi. Kalau kurang ada perbaikan maka perlu segera periksa ulang ke dokter spesialis sarafnya untuk evaluasi.

      Salam Sehat Selalu,

      Tim Dokita.

      Reply
  8. monalisa

    Saya penderita BP sejak tahun 2000.. Ini terjadi saat 5 hari pra nifas…. Sampai saat ini saya blm sembuh total… Kalo senyum masih menceng… Saya sdh pernah fisioterapi kistrik tp hasilnya gak total… Kata seorg dokter ini hanya bisa sembuh dengan cara d suntik… Tapi gak jamin bisa balik ke keadaan normal… Mohon info dok.. Gmn cara penanganan yg tepat dan apakah saya bisa sembuh total??… Makasih sebelumnya…

    Reply
    • admin

      Selamat Sore,

      Terima kasih sudah mengunjungi Dokita. Maaf jawaban kami agak lama.
      Tidak semua pasien Bell’s Palsy akan pulih normal. Kalau telah terjadi kerusakan saraf permanen, memang sulit diharapkan akan pulih seperti awal. Coba baca kembali artikel Bell’s Palsy diatas.
      Untuk kepastian kondisi, kami sarankan segera periksa ke dokter spesialis saraf untuk evaluasi dan mendapatkan evaluasi kondisi saraf terkini.

      Salam Sehat Selalu,

      Tim Dokita.
      Jangan lupa untuk berbelanja sehat di store kami http://www.dokita.co/store

      Reply
  9. Ebtisam

    Dok, kakak ipar saya, menderita Bell palsy di wajah sebelah kiri, mata yang tidak balance ketika berkedip, ketika makan ada makanan yang tercecer dari mulut tanpa disadari, setelah menjalani terapi, berangsur2 sembuh, dan akhirnya sembuh total. tapi dok, saat ini dia merasa bahwa penyakit ini kambuh lagi, mata sebelah kiri berair tanpa sebab. mohon saran dok, mengapa penyakit ini kambuh lagi dah apakah penyembuhan yang terbaik. Mohon saran dan terima kasih

    Reply
    • admin

      Selamat Sore,

      Terima kasih sudah mengunjungi Dokita. Maaf jawaban kami agak lama.
      Bells palsy adalah gangguan yang menyerang saraf wajah hanya pada satu sisi. Bila sudah pulih total, biasanya mata sudah bisa menutup kembali dengan sempurna. Dan kalau saat ini mata terasa berair lagi, tapi bila tidak disertai kelemahan otot kelopak bola mata, tentu itu bukan karena Bells Palsynya yang kambuh, tapi karena ada kelainan di matanya, misalnya mungkin ada gangguan di saluran air mata atau efek gangguan visus (tajam penglihatan). Kami sarankan segera periksa ke dokter spesialis mata untuk evaluasi.

      Maaf, untuk tanya jawab kesehatan Dokita selanjutnya, akan dijawab melalui aplikasi Android kami. Mohon dapat di unduh dan registrasi untuk mengirim pertanyaan di: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.andtechnology.dokterkita
      Terima kasih

      Salam Sehat Selalu,

      Tim Dokita.
      Jangan lupa untuk berbelanja sehat di store kami http://www.dokita.co/store

      Reply
  10. Winal Prawira

    mau tanya dok ,adik saya sudah 3 hari terkena gejala sebelah wajahnya sulit untuk digerakkan secara simetris ,saya khawatir bahwa ia terkena ball`s palsy ,tapi umurnya baru 13 tahun .sudah saya bawa ke fisioterapis dan saya ajarkan untuk melatih wajahnya dengan bersiul dan meniup lilin .yang ingin saya tanyakan berapa lama jangka waktu normalnya untuk pengobatan dengan fisioterapis ya dok ? dan apakah ada terapi lainnya agar mendukung kesembuhan penyakit ini ?

    Reply
    • admin

      Selamat Siang,

      Terima kasih sudah mengunjungi Dokita.
      Dari data yang disampaikan, memang perlu dicermati apakah benar adik Anda terkena Bell’s Palsy atau ada penyebab lain. Untuk kepastian, adik Anda perlu periksa ke dokter spesialis saraf dulu untuk evaluasi dan atas anjuran dokter baru lanjutkan ke ahli fisioterapi agar masalah dapat teratasi dengan tepat serta bisa juga minta diajarkan terapi gerakan-gerakan yang diperlukan agar bisa dilakukan sendiri di rumah.

      Maaf, untuk tanya jawab kesehatan Dokita selanjutnya, akan dijawab melalui aplikasi Android kami. Mohon dapat di unduh dan registrasi untuk mengirim pertanyaan di: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.andtechnology.dokterkita
      Terima kasih

      Salam Sehat Selalu,

      Tim Dokita.
      Jangan lupa untuk berbelanja sehat di store kami http://www.dokita.co/store

      Reply
  11. Dany

    slamat siang pada tanggl 5 des 2013 saya merasa sakit kepala dan dilarikan ke sala satu rs ternama du kota kupang saya di fonis hipertensi dan saya diberi obat penurun dara kira2 satu jam kemudian ay diperbolekan pulang namun setelah sampai di ruma sy terasa mulut sy menceng dan mata berair. sy di bawa lagi ke rsu dan sesuai diagnosa dokter saya terkena bella spalsi sy suda terapi listrik si beberapa tempat namun suda lebi 2 bulan sy blm sembuh juga mohon saranya terima kasih

    Reply
    • admin

      Selamat Siang,

      Terima kasih sudah mengunjungi Dokita.
      Penyembuhan Bell’s palsy bervariasi, ada yang dapat sembuh sempurna, namun cukup banyak yang tetap ada sisa gejala. Pengelolaannya memerlukan waktu dan perlu disiplin. Saran kami, coba observasi dan lakukan pemantauan berkala ke pakar/ahli saraf. Coba baca kembali artikel tentang Bell’s Palsy diatas.

      Maaf, untuk tanya jawab kesehatan Dokita selanjutnya, akan dijawab melalui aplikasi Android kami. Mohon dapat di unduh dan registrasi untuk mengirim pertanyaan di: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.andtechnology.dokterkita
      Terima kasih.

      Salam Sehat Selalu,

      Tim Dokita.
      Jangan lupa untuk berbelanja sehat di store kami http://www.dokita.co/store

      Reply
  12. lia

    slamat pagi dok, sya lia umur 24 tahun, sdah terkena bells palsy sdah lbih 1 tahun tp blum sembuh total, mata yang terkena bells palsy tdak sma bsar dgn yg normal, bgitu jg mlut blum trlalu normal. apa sebaiknya sya lakukan dok agar muka sya kembali normal kembali…

    Reply
    • admin

      Selamat Siang,

      Terima kasih sudah mengunjungi Dokita.
      Penyembuhan Bell’s palsy memang individual. Ada yang dapat sembuh total, namun ada juga yang tetap ada sisa kelainan. Coba baca kembali artikel Bell’s Palsy diatas.
      Kami sarankan sebaiknya temui dan konsultasi dengan dokter spesialis saraf ulang untuk evaluasi dan juga ada pemantauan yang disiplin ke dokter.

      Salam Sehat Selalu,

      Tim Dokita.
      Jangan lupa untuk berbelanja sehat di store kami http://www.dokita.co/store

      Reply

Komentar

  • (will not be published)