Cacar Bikin Gusar

Cacar Bikin Gusar(Image courtesy of renjith krishnan / FreeDigitalPhotos.net)

\r\nSejak abad ke-20 wabah penyakit cacar telah merajalela, hingga kini masih banyak diantara kita yang belum bisa mengenali gejala cacar dengan tepat.\r\n

Munculnya Cacar

\r\nPenyakit cacar dalam bahasa medis disebut variola, sedangkan dalam bahasa Inggris disebut small pox. Penyakit yang disebabkan oleh virus poks (pox virus) ini sudah ada sejak berabad-abad yang lalu dan sangat mudah menular. Cacar adalah pandemi global dan salah satu bencana alam terburuk dalam sejarah manusia. Cacar manusia berasal dari masyarakat sekitar 10.000 SM. Pada abad ke-20 cacar membunuh sekitar 300-500 juta orang. Namun  berkat  vaksin  imunisasi penyakit cacar akhirnya berhasil dimusnahkan dari muka bumi.\r\n\r\nDi wilayah Indonesia, imunisasi cacar telah dilakukan sejak tahun 1856, oleh Pemerintahan  Hindia  Belanda. Setelah melalui proses panjang, baru tahun 1974  WHO menetapkan Indonesia bebas dari cacar.\r\n\r\nVaksin imunisasi pertama kali diperkenalkan oleh Edward Jenner pada tahun 1796. Berkat penemuannya ini Edward Jenner dianugerahi sebagai bapak imunisasi. Dengan kemajuan ilmu mikrobiologi, penemuan Jenner akhirnya berhasil diproduksi dalam jumlah besar. Pada tahun 1840 Inggris mulai memproduksi vaksin untuk cacar dan kemudian  menyebar ke negara lain. Berkat penemuan Jenner dan kerjasama dunia, pada tahun 1980 dunia dinyatakan  bebas dari penyakit cacar.\r\n

Jenis-jenis Cacar

\r\nCacar Air\r\n\r\nWalaupun namanya mirip dengan cacar,  namun cacar air merupakan penyakit yang berbeda. Cacar air (varisela) dan dalam bahasa Inggris disebut chicken pox. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang bernama virus varisela-zoster. Serupa dengan cacar, gejala yang muncul sama-sama ada demam. Akan tetapi perbedaan terdapat pada gelembung yang muncul kecil-kecil dan tidak serentak, yang dimulai dari bagian tubuh penderita lalu menjalah ke anggota tubuh lainnya. Secara umum, penyakit cacar air ini jauh lebih ringan dan tidak seberbahaya penyakit cacar. Penularan virus varisela zoster terjadi melalui udara atau kontak langsung dengan luka penderita. Masa inkubasi terjadi antara 14-16 hari. Masa yang harus dihindari terutama ketika bintil sudah kehitaman dan  pecah.\r\n\r\nCacar Ular\r\n\r\nCacar ular atau herpes zoster merupakan bentuk reaktivasi penyakit cacar air yang pernah diderita seseorang sebelumnya. Bila seseorang terkena infeksi virus varisela-zoster untuk pertama kali, maka akan timbul penyakit cacar air. Setelah sembuh, virus tersebut tidaklah musnah seluruhnya dari tubuh penderita, melainkan berdiam di dalam tubuh penderita, tepatnya di ganglion saraf tepi penderitanya. Virus yang berdiam dalam tubuh penderita ini dapat sewaktu-waktu muncul kembali dan menyebabkan cacar ular.\r\n\r\nGejala yang terjadi pada penyakit ini awalnya hampir sama dengan cacar air, yaitu terjadi demam dan badan terasa pegal-pegal. Selanjutnya sedikit berbeda dengan penyakit cacar air, walaupun virus penyebabnya sama. Pada herpes zoster, gelembung muncul dalam suatu kelompok yang menyerupai garis lebar dengan dasar kulit kemerahan, yang muncul dari bagian belakang tubuh dan menjalar ke arah depan pada salah satu sisi tubuh. Mungkin karena gambaran kelainan yang seperti gambar ular ini, maka orang menemakannya cacar ular. Gelembung ini bisa muncul di bagian tubuh mana saja, termasuk wajah, namun yang paling sering adalah dari punggung ke bagian dada.\r\n\r\nCacar Monyet\r\n\r\nCacar monyet atau impetigo bulosa berbeda dengan jenis cacar lainnya yang banyak disebabkan oleh infeksi virus, karena cacar monyet ini disebabkan oleh bakteri staphylococcus aureus. Secara klinis, penderita tidak mengalami demam ataupun gejala umum seperti pada cacar air ataupun herpes zoster. Gejala yang didapatkan adalah adanya gelembung yang munculnya terutama di ketiak, dada, dan punggung. Gelembung yang muncul ini cepat pecah dan jumlahnya tidak begitu banyak, namun kerap kali disertai pula oleh miliaria (biang keringat).\r\n\r\nPenyakit ini memang tidaklah seberat penyakit lainnya, karena terbatas pada lapisan kulit saja. Namun tentunya tidak berarti tidak perlu diobati. Apalagi karena yang menjadi penyebab adalah bakteri, yang untuk memusnahkannya diperlukan obat antibiotika yang dioleskan pada tempat yang terkena. Penyakit ini disebut cacar monyet, sebab kelainan yang tampak di kulit memang bagi orang awam sedikit banyak mirip dengan penyakit cacar. Sedangkan asal usul dikaitkan dengan monyet, konon karena umumnya kulit terasa gatal sekali dan kerap menyebabkan penderitanya menggaruk-garuk tubuhnya terus menerus seperti monyet.\r\n

Hadapi Cacar

\r\nImunisasi adalah cara terbaik untuk mencegah cacar. Selain itu kita perlu lakukan beberapa hal berikut ini untuk mencegah penyakit cacar:\r\n

    \r\n
  • Menjaga kesehatan dan kebersihan.
  • \r\n

  • Olahraga teratur dan makan makanan yang sehat dan bergizi.
  • \r\n

  • Hindari penderita cacar.
  • \r\n

  • Segera obati ketika tanda-tanda pertama cacar muncul karena penyakit cacar ini adalah jenis penyakit menular.
  • \r\n

  • Pengobatan penyakit cacar
  • \r\n

  • Cucilah bagian yang sakit dengan sabun dan air matang, basahi perlahan-lahan dan bersihkan keraknya.
  • \r\n

  • Oleskan gentian violet atau salep antibiotika seperti polyporin atau tetracycline pada lukanya, jika Anda memiliki obat-obatan tersebut.
  • \r\n

  • Apabila infeksi telah menjalar dan meluas atau menyebabkan peninggian suhu tubuh, berikan tablet penicillin. Ini dilakukan dengan pengawasan petugas kesehatan.
  • \r\n

\r\nNara Sumber: dr Idrawati SpKK, dokter Specialis Penyakit Kulit dan Kelamin dari  Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading.

2 Komentar untuk “Cacar Bikin Gusar”

  1. Frans

    Dok,apakah ada pantangan makanan jika terkena cacarair ?.\r\nBiasanya berapa lama/hari bisa sembuh jika yerkena cacarair ini ?\r\nYerima kasih atas jawaban / saran dokter.

    Reply

Komentar

  • (will not be published)