Faktor Risiko Kolesterol Tinggi

Faktor Risiko Kolesterol Tinggi(Image courtesy of KEKO64 / freedigitalphotos.net)

Ada dua jenis lipoprotein dan kuantitas lipoprotein tersebut dalam darah merupakan faktor utama dari risiko penyakit jantung yaitu :

  • Low-density lipoprotein (LDL) atau kolesterol “jahat” yaitu merupakan  bentuk di mana kolesterol dibawa ke dalam darah dan penyebab utama penumpukan lemak berbahaya di dalam arteri. Semakin tinggi kadar kolesterol LDL dalam darah, maka semakin besar risiko penyakit jantung.
  • High-density lipoprotein (HDL) atau kolesterol “baik”. Kolesterol baik ini membawa kolesterol darah kembali ke hati, di kolesterol bisa dihilangkan. HDL membantu mencegah penumpukan kolesterol dalam pembuluh darah. Tingkat HDL yang rendah meningkatkan risiko penyakit jantung.

Salah satu penyebab utama kadar kolesterol LDL dalam darah menjadi terlalu tinggi adalah terlalu banyak makan makanan yang mengandung:

  • Lemak jenuh, yang kebanyakan ditemukan dalam produk hewani.
  • Kolesterol, yang hanya ditemukan dalam produk hewani.

Lemak jenuh meningkatkan kadar LDL lebih tinggi dari yang lain dalam pola makan sehari-hari Anda.

Beberapa faktor lain juga mempengaruhi kadar kolesterol darah, antara lain :

  • Keturunan.  Kolesterol tinggi seringkali menurun di dalam keluarga. Meskipun penyebab genetik tertentu telah diidentifikasi hanya pada sebagian kecil kasus, namun genetik tetap memiliki peran dalam mempengaruhi kadar kolesterol darah.
  • Berat Badan.  Kelebihan berat badan cenderung meningkatkan kadar kolesterol darah. Jadi menurunkan berat badan dapat membantu menurunkan kadar kolesterol darah.
  • Olahraga. Aktivitas fisik yang teratur tidak hanya dapat menurunkan kolesterol LDL, tetapi juga dapat meningkatkan kadar kolesterol HDL.
  • Usia dan jenis kelamin. Sebelum menopause, wanita cenderung memiliki kadar kolesterol total yang lebih rendah dibandingkan pria pada usia yang sama. Kadar kolesterol pada wanita dan pria, secara alami meningkat seiring bertambahnya usia. Menopause sering dikaitkan dengan peningkatan kolesterol LDL pada wanita.
  • Stres. Penelitian memang belum menunjukkan bahwa stres memiliki keterkaitan langsung dengan kadar kolesterol. Tetapi para ahli mengatakan bahwa karena orang kadang-kadang makan makanan berlemak untuk menghibur diri ketika mereka sedang stres, maka hal ini dapat menyebabkan kolesterol darah tinggi.

Kadar kolesterol total dan LDL yang tinggi, serta kadar kolesterol HDL rendah memang meningkatkan risiko penyakit jantung. Namun selain ketiga faktor tersebut, masih ada beberapa faktor risiko lainnya, yaitu merokok, tekanan darah tinggi, diabetes, obesitas, dan kurangnya aktivitas fisik. Jika ada faktor risiko lain, disamping kolesterol darah tinggi, maka risiko penyakit jantung menjadi lebih tinggi.

Kabar baiknya adalah banyak faktor risiko tersebut dapat dikendalikan dengan perubahan gaya hidup, misalnya : diet, menurunkan berat badan, atau program olahraga, atau berhenti merokok. Obat-obatan mungkin juga diperlukan bagi beberapa orang. Bahkan, kadang-kadang satu perubahan gaya hidup dapat membantu mengendalikan beberapa faktor risiko. Sebagai contoh, menurunkan berat badan dapat menurunkan kadar kolesterol darah, membantu mengendalikan diabetes, dan menurunkan tekanan darah tinggi.

Tetapi ada faktor-faktor risiko yang tidak dapat dikendalikan, antara lain:

  • Usia. Usia 45 tahun atau lebih untuk pria dan 55 tahun atau lebih untuk wanita.
  • Riwayat keluarga mengenai penyakit jantung dini. Misalnya, ayah atau saudara yang terkena penyakit jantung sebelum usia 55 tahun, ibu atau saudara perempuan yang terkena penyakit jantung sebelum usia 65 tahun.

Sumber: seniorhealth.about.com

Komentar

  • (will not be published)

 

E-Klinik E-Klinik