Gejala Autisme

Gejala Autisme(Image courtesy of Sujin Jetkasettakorn / freedigitalphotos.net)

Gejala Inti

Tingkat keparahan gejala sangat bervariasi, tetapi semua orang dengan autisme memiliki beberapa gejala inti di area:

  • Interaksi dan hubungan sosial. Gejala-gejalanya antara lain:
    • Masalah berat dalam pengembangan keterampilan komunikasi nonverbal, seperti tatap mata, ekspresi wajah, dan postur tubuh.
    • Gagal untuk membangun pertemanan dengan anak-anak yang ┬áseumuran.
    • Kurangnya minat untuk nerbagi kebahagiaan, minat, atau prestasi dengan orang lain.
    • Kurangnya empati. Orang dengan autisme mungkin memiliki kesulitan untuk memahami perasaan orang lain, seperti rasa sakit atau kesedihan.
  • Komunikasi verbal dan nonverbal. Gejala-gejalanya antara lain:
    • Keterlambatan, atau kurangnya, belajar untuk berbicara. Sebanyak 40% dari orang dengan autisme tidak pernah bicara.
    • Masalah untuk memulai percakapan. Selain itu, orang dengan autisme memiliki kesulitan untuk melanjutkan percakapan setelah percakapan dimulai.
    • Penggunaan bahasa secara stereotip dan berulang. Orang dengan autisme sering mengulang-ulang frase yang pernah mereka dengar sebelumnya (echolalia).
    • Kesulitan dalam memahami perspektif pendengar. Sebagai contoh, seseorang dengan autisme mungkin tidak mengerti bahwa seseorang bercanda. Mereka mungkin menafsirkan komunikasinya kata demi kata dan gagal untuk menangkap makna yang tersirat.
  • Minat yang terbatas dalam kegiatan atau bermain. Gejala-gejala antara lain:
    • Fokus yang tidak biasa pada bagian. Anak-anak muda dengan autisme sering fokus pada bagian-bagian mainan, seperti roda pada mobil, daripada bermain dengan keseluruhan mainan.
    • Keasyikan dengan topik-topik tertentu. Sebagai contoh, anak yang lebih tua dan orang dewasa mungkin terpesona oleh video game, trading card, atau plat nomor.
    • Kebutuhan untuk kesamaan dan rutinitas. Sebagai contoh, seorang anak dengan autisme mungkin selalu perlu makan roti sebelum salad dan bersikeras melalui rute yang sama setiap hari untuk pergi ke sekolah.
    • Perilaku stereotip. Hal ini mungkin termasuk menggoyangkan tubuh dan tangan melambai-lambai.

Gejala-Gejala Autisme Selama Masa Kanak-Kanak

Gejala autisme biasanya terlihat lebih dahulu oleh orang tua dan pengasuh lain, sekitar 3 tahun pertama anak. Meskipun autisme hadir pada saat kelahiran (kongenital), namun tanda-tanda gangguan bisa sulit untuk diidentifikasi atau didiagnosa selama masa bayi. Orang tua sering menjadi prihatin ketika:

  • balita mereka tidak suka digendong;
  • tampaknya tidak tertarik untuk bermain permainan tertentu, seperti ciluk ba;
  • dan tidak mulai bicara.

Kadang-kadang, anak autis akan mulai berbicara pada saat yang sama seperti anak-anak lain yang seumuran, namun kemudian kehilangan kemampuan bahasanya. Orang tua juga mungkin bingung mengenai kemampuan pendengaran anak mereka. Sering anak dengan autisme terlihat tidak dapat mendengar, namun pada saat lain, anak mungkin tampak mendengar suara latar belakang yang jauh, seperti peluit kereta api.

Dengan pengobatan dini dan intensif, sebagian besar anak-anak meningkatkan kemampuan mereka untuk berhubungan dan berkomunikasi dengan orang lain, serta membantu diri mereka sendiri seiring mereka tumbuh dewasa. Bertentangan dengan mitos populer tentang anak autis, sangat sedikit anak autis yang benar-benar terisolasi secara sosial atau “hidup di dunia mereka sendiri.”

Gejala Autisme Selama Masa Remaja

Selama masa remaja, pola perilaku sering berubah. Banyak remaja memperoleh keterampilan tetapi masih tertinggal dalam kemampuan mereka untuk berhubungan dengan orang lain dan memahami orang lain. Pubertas dan munculnya seksualitas mungkin lebih sulit bagi remaja yang memiliki autisme dibandingkan dengan yang lain. Masa Remaja ini memiliki peningkatan risiko dalam mengembangkan masalah yang berkaitan dengan depresi, kecemasan, dan epilepsi.

Gejala Autisme di Masa Dewasa

Beberapa orang dewasa dengan autisme dapat bekerja dan hidup sendiri. Sejauh mana orang dewasa dengan autisme dapat hidup mandiri ini tergantung pada kecerdasan dan kemampuan untuk berkomunikasi. Sedikitnya 33% mampu mencapai paling tidak kemandirian parsial.

Beberapa orang dewasa dengan autisme membutuhkan banyak bantuan, terutama mereka yang kecerdasannya rendah dan tidak mampu berbicara. Pengawasan parsial atau penuh dapat diberikan oleh program perawatan rumahan.

Pada sisi lain, orang dewasa dengan autisme yang memiliki fungsi tinggi, seringkali sukses dalam profesi mereka dan mampu hidup mandiri, meskipun mereka biasanya terus memiliki beberapa kesulitan untuk berhubungan dengan orang lain. Orang-orang ini biasanya memiliki kecerdasan rata-rata hingga di atas rata-rata.

Gejala Autisme Lain

Banyak orang dengan autisme memiliki gejala yang mirip dengan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). Tetapi gejala-gejala tersebut, terutama masalah hubungan sosial, akan lebih berat pada orang-orang dengan autisme.

Sekitar 10% dari orang dengan autisme memiliki beberapa bentuk keterampilan savant, bakat khusus yang terbatas seperti mengingat daftar, menghitung tanggal kalender, menggambar, atau kemampuan musikal.

Banyak orang dengan autisme memiliki persepsi sensorik yang tidak biasa. Sebagai contoh, mereka mungkin menggambarkan sentuhan ringan itu menyakitkan dan tekanan mendalam itu memberikan perasaan menenangkan. Sedangkan yang lain, mungkin tidak merasakan sakit sama sekali. Beberapa orang dengan autisme memiliki kesukaan dan ketidaksukaan makanan yang kuat serta kesibukan yang tidak biasa.

Masalah tidur terjadi pada sekitar 40% sampai 70% orang dengan autisme.

Hampir setengah dari anak-anak yang memiliki gangguan spektrum autisme cenderung untuk “berkeliaran” dari pengasuh, atau “lari diam-diam.” Bagi banyak pengasuh, anak-anak yang lari diam-diam ini merupakan salah satu perilaku anak yang paling membuat stres, sehingga mereka harus belajar untuk mengatasinya. Penelitian menunjukkan bahwa intervensi penilaian perilaku, seperti analisis perilaku terapan, dapat mengurangi jumlah berkeliaran anak.

Kondisi Lain

Autisme merupakan salah satu dari beberapa jenis gangguan perkembangan pervasif (Pervasive Developmental Disorder / PDD), yang juga disebut gangguan spektrum autisme (Austism Spectrum Disorder / ASD). Tidak aneh jika ada kebingungan antara autisme dengan PDD lain, seperti sindrom Asperger, atau ada gejala yang tumpang tindih. Kondisi serupa disebut pervasie developmental disorder-not otherwise specified (PDD-NOS). PDD-NOS terjadi ketika anak menampilkan perilaku serupa tetapi tidak memenuhi kriteria autisme. Selain itu, kondisi lain dengan gejala yang sama juga mungkin memiliki kemiripan dengan atau terjadi dengan autisme.

Sumber: WebMD

Komentar

  • (will not be published)

 

E-Klinik E-Klinik