Gejala Sindrom Asperger

Gejala Sindrom Asperger(Image courtesy of cooldesign / freedigitalphotos.net)

\r\nMeskipun gejala-gejala sindrom Asperger bervariasi,  ada satu gejala utama yang ada yaitu masalah signifikan dengan situasi sosial. Anak Anda mungkin memiliki gejala ringan sampai berat, atau memiliki sedikit atau banyak gejala-gejala dibawah ini. Karena gejala sindrom asperger yang bervariasi, tidak ada dua anak yang memiliki gejala sindrom Asperger yang sama.\r\n

Gejala Sindrom Asperger Selama Masa Kanak-Kanak

\r\nKebanyakan orang tua pertama kali menyadari gejala sindrom Asperger ketika anak mereka mulai masuk prasekolah dan mulai berinteraksi dengan anak-anak lain. Anak-anak dengan sindrom Asperger mungkin :\r\n

    \r\n
  • Tidak menangkap isyarat-isyarat sosial dan mungkin kurang memiliki keterampilan sosial bawaan, seperti mampu membaca bahasa tubuh orang lain, memulai atau mempertahankan percakapan, dan giliran berbicara.
  • \r\n

  • Tidak menyukai perubahan dalam rutinitas.
  • \r\n

  • Sepertinya kurang berempati.
  • \r\n

  • Kurang mampu mengenali perbedaan halus dalam nada bicara, intonasi, dan aksen, yang mengubah makna bicara orang lain. Jadi anak Anda mungkin tidak mengerti lelucon atau mungkin mengartikan harifiah komentar sarkastik. Gaya bicara anak Anda mungkin datar dan sulit dipahami karena kurang memiliki nada, intonasi, dan aksen.
  • \r\n

  • Memiliki gaya bicara formal yang maju untuk usianya. Sebagai contohnya, anak mungkin menggunakan kata “memanggil” bukan “menelpon” atau kata “kembali” bukan “datang lagi.”
  • \r\n

  • Banyak bicara, biasanya tentang topik favorit. Umumnya terjadi percakapan satu sisi. Pikiran internal sering diucapkan.
  • \r\n

  • Menghindari kontak mata atau menatap orang lain.
  • \r\n

  • Memiliki ekspresi wajah atau postur yang tidak biasa.
  • \r\n

  • Sibuk dengan hanya satu atau beberapa minat, yang mungkin sangat mereka mengerti. Banyak anak dengan sindrom Asperger memiliki ketertarik berlebih pada bagian atau keseluruhan atau kegiatan yang tidak biasa, seperti merancang rumah, menggambar pemandangan yang sangat rinci, atau mempelajari astronomi. Mereka mungkin menunjukkan minat yang tidak biasa dalam topik-topik tertentu seperti ular, nama-nama bintang, atau dinosaurus.
  • \r\n

  • Perkembangan motorik terlambat. Anak Anda mungkin terlambat dalam belajar menggunakan garpu atau sendok, naik sepeda, atau menangkap bola. Mereka mungkin memiliki gaya berjalan yang canggung. Tulisan tangan seringkali jelek.
  • \r\n

  • Memiliki sensitivitas yang meningkat dan menjadi terstimulasi berlebih terhadap suara keras, cahaya, rasa atau tekstur yang kuat.
  • \r\n

\r\nSeorang anak yang memiliki satu atau dua gejala diatas tidak selalu menderita sindrom Asperger. Untuk didiagnosa sindrom Asperger, seorang anak harus memiliki kombinasi dari gejala-gejala diatas dan mempunyai masalah signifikan dengan situasi sosial.\r\n\r\nMeskipun kondisi ini dalam beberapa hal mirip dengan autisme, namun seorang anak dengan sindrom asperger biasanya memiliki perkembahan bahasa dan intelektual yang normal. Selain itu, mereka dengan sindrom Asperger biasanya berusaha lebih banyak untuk berteman dan terlibat dalam kegiatan dengan orang lain dibandingkan mereka dengan autisme .\r\n

Gejala Sindrom Asperger Selama Pra Remaja dan Remaja

\r\nKebanyakan gejala terus berlangsung selama usia remaja. Dan meskipun remaja dengan Asperger dapat mulai belajar keterampilan sosial, namun komunikasi seringkali tetap sulit. Mereka mungkin akan terus mengalami kesulitan “membaca” perilaku orang lain.\r\n\r\nSumber: WebMD

Komentar

  • (will not be published)