Hepatitis Virus

Oleh : dr Sutopo Widjaja, MS

\r\n

Hati adalah organ tubuh yang terbesar, terletak di rongga perut bagian kanan atas.  Pada orang dewasa beratnya sekitar 1200 – 1600 gram.  Dalam keadaan normal hati terdiri atas 4 bagian (lobus) yaitu lobus kanan (60%), lobus kiri (30%), lobus kaudatus dan lobus kuadratus (10%).  Hati diliputi simpai yang disebut simpai Glisson.

\r\n

Fungsi hati.

\r\n

Fungsi hati banyak sekali, mungkin lebih dari 500, antara lain :

\r\n\r\n

    \r\n
  1. untuk proses pengolahan zat makanan seperti hidrat arang,  protein dan lemak (emulsifikasi).
  2. \r\n

  3. untuk memproduksi  protein,  empedu dan kolesterol.
  4. \r\n

  5. untuk memproduksi unsur pembekuan darah (protrombin, fibrinogen).
  6. \r\n

  7. ikut dalam proses pembentukan sel darah merah.
  8. \r\n

  9. untuk membersihkan darah dari racun kuman, obat, hormon dll.
  10. \r\n

\r\n

 Hepatitis (penyakit kuning)

\r\n

Hepatitis adalah penyakit akibat peradangan hati.  Peradangan pada hati dapat disebabkan oleh kuman (tbc, sifilis), parasit (amuba, malaria), jamur dan yang terpenting ialah virus.

\r\n\r\n

Hepatitis virus.

\r\n

Hepatitis virus adalah penyakit peradangan hati yang disebabkan oleh virus.   Penyebab terpenting ialah kelompok virus hepatitis A,B,C,D dan E.  Akibat infeksi virus maka akan terjadi proses peradangan pada hati.  Tergantung pada ganasnya virus serta bagaimana daya tahan dan reaksi tubuh maka penyakit hepatitis virus dapat berlangsung tanpa gejala ataupun dengan keluhan dan gejala tertentu seperti demam, mual, muntah, air seni berwarna kuning tua sampai  kecoklatan, mata dan kulit menjadi kuning.

\r\n

Pada saat ini hepatitis virus masih merupakan masalah kesehatan di Indonesia..  Penyakit ini penting karena beberapa faktor :

\r\n\r\n

    \r\n
  1. Penyakit hepatitis virus B telah menyerang lebih dari 2 miliar manusia di seluruh dunia dengan angka kematian 1 – 2 juta orang pertahun dan hepatitis C menginfeksi 100 juta orang.  Angka kesakitan (morbiditas) dan angka kematian (mortalitas) di negara kita termasuk tinggi. Menurut dr. Suwandi Widjaja PhD dan dr. Sumanto Simon, sekitar 50 persen penduduk Indonesia terinfeksi virus hepatitis B dengan angka kematian 30,000 – 60,000 orang per tahun
  2. \r\n

  3. Belum ditemukan cara pengobatan yang jitu.
  4. \r\n

  5. Cara pengobatan yang ada selain sangat mahal, hasilnya juga belum memuaskan.
  6. \r\n

  7. Bentuk menahun hepatitis dapat berkembang menjadi sirosis dan kanker hati.
  8. \r\n

  9. Usaha pencegahan dapat dilakukan melalui vaksinasi (khususnya hepattits A dan B) dan penyuluhan kesehatan yang berkesinambungan.
  10. \r\n

\r\n

Jenis2 virus hepatitis dan cara penularannya

\r\n

Virus hepatitis A (VHA).

\r\n

VHA termasuk virus picorna (virus RNA) dengan ukuran 27-28 nm. Virus dikeluarkan  dari tubuh melalui tinja yaitu lewat empedu masuk ke dalam usus, ditularkan secara feco-oral (tinja ke mulut).  Di negara berkembang kebanyakan anak sekolah mengidap hepatitis A karena penularan dari orang lain.  Mereka makan makanan yang tercemar kotoran yang mengandung VHA dan tidak dimasak secara sempurna.  Masa inkubasi hepatitis A ialah 2 – 4 minggu.

\r\n

Virus hepatitis B (VHB).

\r\n

VHB ditularkan melalui darah dan cairan tubuh seperti air liur, air mani, cairan  vagina dan air susu ibu.   Virus masuk ke tubuh lewat kulit atau selaput lendir tubuh yang rusak.   Masa inkubasi 28 – 160 hari, rata rata 75 hari.   Di daerah endemik penularan sering terjadi pada waktu persalinan atau pada awal pemberian makanan bayi.  Penularan dari ibu ke bayi merupakan penyebab terpenting hepatitis menahun yang mudah berkembang menjadi kanker hati.

\r\n

Virus hepatitis C  (VHC).

\r\n

VHC terutama ditularkan melalui darah.  Transfusi darah merupakan cara penularan yang ter-penting.  Masa inkubasi rata rata 7 minggu.   Orang yang mempunyai risiko tinggi mendapat VHC ialah mereka yang memerlukan tranfusi darah berulang, menjalani cuci darah, cangkok organ dll.

\r\n

Virus hepatitis D (VHD).

\r\n

Cara penularan virus hepatits D sama dengan hepatitis virus B.  Yang unik ialah untuk bisa terinfeksi VHD diperlukan bantuan VHB, sehingga VHD hanya dapat menginfeksi penderita yang terkena hepatitis B.   Infeksi ini dapat terjadi bersamaan maupun sebagai infeksi tambahan pada penderita VHB.  Masa inkubasi VHD ialah sekitar 35 hari.

\r\n

Virus hepatitis E (VHE).

\r\n

VHE ditularkan melalui tinja ke mulut. Ukuran VHE ialah 27-34 nm. Masa inkubasi 15 – 60 hari. Wabah VHE pertama terjadi di New Delhi India pada tahun 1956.  Infeksi VHE  cukup tinggi di negara berkembang dengan sanitasi yang buruk, dan angka infeksi lebih tinggi pada orang dewasa.

\r\n

Gambaran klinik

\r\n

Gambaran klinik kelima jenis hepatitis virus hampir sama sehingga sering sukar dibedakan, perbedaan hanya terletak pada masa inkubasi dan riwayat penularannya.  Untuk diagnosis pasti memerlukan pemeriksaan darah (serologi).

\r\n

Tahap tahap penyakit hepatitis virus.

\r\n

1. Tahap awal (belum tampak kuning).

\r\n

Pada tahap awal keluhan penderita sering tak khas, dapat berupa demam, sakit kepala, rasa lesu, lemah, cepat lelah, tak nafsu makan, mual, muntah, diare atau sembelit.   Kadang kadang terasa nyeri di perut bagian kanan atas.

\r\n

2. Tahap kuning.

\r\n

Pada tahap ini kulit dan mata penderita mulai tampak kuning diikuti warna air seni yang kuning gelap.  Biasanya kalau sudah tampak kuning, beberapa keluhan mulai berkurang atau menghilang.   Warna kuning  bertambah dalam waktu 5 – 10 hari.   Bila kuningnya hebat maka akan timbul rasa gatal.  Selain itu hati dan limpa juga membengkak dan terasa nyeri.  Keluhan penderita hepatitis C umumnya lebih  ringan dan penderita sering tidak tampak kuning.

\r\n

3. Tahap penyembuhan.

\r\n

Pada tahap ini mual dan muntah mulai menghilang dan nafsu makan timbul kembali. Rasa lemah dan lelah bisa menentap untuk beberapa hari.  Warna kuning di mata secara berangsur mulai menghilang  (bisa sampai 2 minggu)

\r\n

Pemeriksaan laboratorium

\r\n

Untuk mendukung kepastiaan diagnosis penyakit hepatits virus, dokter memerlukan bantuan pemeriksaan laboratorium, antara lain :

\r\n

1.  Pemeriksaan darah, yang meliputi :\r\na. Tes fungsi hati.

\r\n

Antara lain bilirubin, SGOT, SGPT dan gama-GT.  Pada tahap kuning, hasil tes ini akan meningkat sedang pada fase penyembuhan akan menurun dengan cepat dan mencapai normal dalam waktu 10 – 12 minggu.  Jika setelah 6 bulan nilai tes tetap tinggi, ini menandakan penyakti tersebut telah berkembang menjadi hepatitis menahun.

\r\n

b. Tes serologi petanda virus.

\r\n

Tujuannya ialah untuk membedakan jenis jenis virus penyebab.

\r\n

2.  Pemeriksaan air seni.

\r\n

Ditemukan bilirubin dalam air seni.

\r\n

Komplikasi.

\r\n\r\n

    \r\n
  1. Hepatitis parah (fulminan),
  2. \r\n

  3. Hepatitis kronis, sirosis dan kanker hati
  4. \r\n

\r\n

Perjalanan penyakit dan prognosis.

\r\n

Hepatitis A.

\r\n

Meskipun dapat terjadi kekambuhan dan hepatitis parah, hepatitis A tidak pernah menjadi hepatitis kronik..  Jadi akan sembuh sempurna.

\r\n

Hepatitis B.

\r\n

Hepattis B bisa berlangsung tanpa kuning bahkan tanpa gejala, namun penyakit ini berpotensi  berkembang menjadi hepatitis parah, hepatitis kronik, sirosis hepatis dan kanker hati.

\r\n

Hepatitis C.

\r\n

Hepatitis C lebih sering mengalami komplikasi hepatitis parah dengan prognosis yang jelek.  Kemungkinan menjadi hepatitis kronik dan sirosis juga lebih besar, diperkirakan 50% penderita hepatitis C yang timbul akibat transfusi akan menderita penyakti hati menahun.  Dalam waktu 10 tahun, 20% penderita berkembang menjadi sirosis.  Kasus kanker hati juga sering ditemukan pada penderita hepatitis C.

\r\n

Hepatitis D.

\r\n

Prognosis hepatitis D berkaitan erat dengan keadaan hepatitis B. Infeksi bersamaan ini biasanya  hanya berlangsung sementar, terbatas dan tidak progresif.

\r\n

Hepatitis E.

\r\n

Penyakit biasanya terbatas dan tidak berkembang menjadi hepatitis kronik.  Angka kematian sekitar 20%.

\r\n

Pengobatan.

\r\n

Hingga saat ini belum ditemukan obat yang jitu untuk hepatitis virus sehingga pengobatan umumnya bersifat menghilangkan keluhan saja dan meliputi :

\r\n\r\n

    \r\n
  1. Istirahat
  2. \r\n

  3. Makanan bergizi dan yang mudah dicerna.  Pada penderita yang mual dan muntah, lemak perlu dikurangi.
  4. \r\n

  5. Vitamin.
  6. \r\n

\r\n

Untuk hepatitis B, C dan D sekarang telah dipakai obat Interferon, Lamivudin, Telbivudin, Adefovir, Entecavir, Telbivudin, namun harga obat yang sangat mahal, serta efek samping adalah kendala kendala yang membatasi penggunaan obat ini.

\r\n

Pencegahan.

\r\n

Berhubung hingga saat ini belum ada cara yang efektif dalam mengobati hepatitis virus maka pencegahan melalui penyluhan kesehatan yang berkesinambungan tentang kebersihan lingkunagn dan pola hidup sehat merupakan tindakan yang terpenting.   Selain itu tindakan vaksinasi adalah pilihan yang bijaksana. Untuk Hepatitis A dan B, sekarang telah tersedia vaksin yang poten.

44 Komentar untuk “Hepatitis Virus”

  1. Ayu Intan

    beberapa bulan lau saya terkena hepatitis A, yang ingin saya tanyakan apakah penyakit ini dapat kambuh kembali? dan apakah penyakit ini akan menular ketika saya mempunyai anak?

    Reply
    • admin

      Dear Ayu Intan,\n\nMohon maaf jawaban kami agak lama.\nHepatitis A umumnya akan sembuh sempurna dan di dalam tubuh akan\ntimbul kekebalan sehingga tidak akan kambuh. Karena sudah ada kekebalan, maka Hepatitis A tidak akan menular ke anak.\n\nSalam Sehat Selalu.\nTim Dokita

      Reply
  2. Indah Puji Susanti

    hai saya indah, berapa waktu lalu saya sempat mengikuti donor darah, setelah itu beberapa hari kemudian saya menerima surat dari PMI yang menyatakan bahwa pemeriksaaan terhada virus hepatitis B ( HBsag ) reaktif, setelah saya tanyakan ke dokter katanya saya terkena virus hepatitis b, namun dokter belum sempat menjelaskan detail, yang mau saya tanyakan apakah ini brbahaya?\r\napa saya harus mlakukan medical checkup?\r\napa virus ini bisa dihilangkan melalui vaksinasi?\r\nmohon bantuan dan arahannya. terimakasih.

    Reply
    • admin

      Dear Indah Puji Susanti,\n\nSelamat Siang Indah. Maaf jawaban kami agak lama.\nKami sarankan agar Anda melakukan cek Laboratorium ulang untuk memastikan apakah benar Hepatitis (+).\nRisikonya adalah bisa menjadi hepatitis kronis, sirosis hepatis (liver mengeras) dan kanker. \nVaksinasi digunakan untuk mencegah, jadi kalau sudah terkena infeksi, maka tidak bisa dihilangkan dengan vaksinasi.\n\nSalam Sehat Selalu\nTim Dokita.

      Reply
    • admin

      Selamat pagi.\r\n\r\nTerima kasih sudah mengunjungi blog kami. \r\nArtikel ini ditulis oleh dr. Sutopo Widjaja, MS. Silakan menggunakan artikel ini untuk referensi penggunaan pribadi Saudara.\r\n\r\nSalam Sehat Selalu\r\nTim Dokita.

      Reply
  3. Fitri Hasan

    Dok, di kampus saya akan diadakan donor darah. Nah saya pernah baca disuatu blog org yg berisiko mengidap hepatitis terutama hepatitis B adalah org yg paling sering mlakukan transfusi darah. Apa itu sebuah pernyataan yang keliru atau bagaimana dok?? dan juga untuk meyakinkan teman2 saya agar mereka mau mendonorkan darah gimana tuh dok, soalnya pas waktu saya memaparkan makalah hepatitis, saya menyebutkan org yg riskan trhadap hepatitis B adalah mereka yang sering transfusi darah, jadi mereka yang awalnya mau ikut mendonorkan darah eh malah mengurungkan niatnya. Butuh sarannya ya dok. Terima kasih

    Reply
    • admin

      Selamat Sore,\n\nTerima kasih sudah mengunjungi Blog Dokita.\nYang bisa menjadi korban terkena hepatitis ialah penderita yang menerima tranfusi darah yang tercemar. \nYang mendonorkan darah tidak ada risiko tertular hepatitis.\n\nSalam Sehat Selalu,\nTim Dokita

      Reply
  4. wiwik

    dok, saya penderita hepatitis b, sekarang sedang terapi pengobatan sudah menginjak bulan ke-lima, menurut dokter yg merawat saya, saya harus pengobatan kurang lebih 1 tahun. Apakah nantinya saya bisa sembuh total? Terima kasih infonya

    Reply
    • admin

      Selamat Pagi,\n\nTerima kasih sudah mengunjungi Dokita,\nMaaf jawaban kami agak lama.\nTidak ada jaminan 100 % pasti sembuh, kondisi daya tahan tubuh juga. \nSaran kami jangan putus asa dan tetap disiplin mengikuti petunjuk jadwal pengobatan dokter.\n\nSalam Sehat Selalu,\n\nTim Dokita.

      Reply
  5. edi

    Dok, bln Maret kemarin saya dinyatakan positif hepatitis B setelah mengikuti medical cek up dg hasil hbsAg+.\r\nLalu saya melakukan rawat jalan di rumah sakit dan diberikan resep immunos dan curcuma. Setelah obat habis saya tes lab dan hasil sgot & sgpt sudah normal.\r\nYg ingin saya tanyakan jika saat ini saya kembali melakukan tes medical cek up utk melamar kerja apakah hasil hbsag saya bisa negatif? Saat ini saya hanya rutin meminum curcuma. Ditunggu jawabannya, terimakasih.

    Reply
    • admin

      Selamat Siang,\n\nTerima kasih sudah menggunakan Dokita. \nImunos dan curcuma adalah obat penunjang kekebalan dan fungsi hati, belum tentu dapat menghilangkan virus Hepatitis B. Saran kami sebaiknya cek ulang HBsAg di darah untuk mendapatkan kepastian.\n\nSalam Sehat Selalu,\n\nTim Dokita.

      Reply
    • elan

      kalo rawat jalan di rs penyakit hepatitis b biayanya kirakira brp ya ?? hasil MCU saya mengatakan kalau saya positif HbsAg..

      Reply
      • admin

        Selamat Sore,\n\nBelum tentu harus dirawat. Untuk besar biaya relatif, tergantung dari kondisi rumah sakit masing-masing. Sebaiknya temui dan konsultasikan dengan dokter untuk evaluasi.\n\nSalam Sehat Selalu,\n\nTim Dokita.

        Reply
  6. edi

    Dok, bln maret yg lalu saya gagal diterima bekerja krn hasil medical cek up saya menunjukkan positif hepatitis b (hbsAg +).\r\nSaya lalu rawat jalan dan diberi resep immunos dan curcuma, setelah obat habis saya cek lab yg menunjukkan sgot dan sgpt sudah normal, namun bilirubin msh sedikit diatas angka normal\r\nBila saat ini saya mengikuti tes medical cek up utk melamar kerja apakah hasil hbsAg sudah negatif? Saat ini saya hanya rutin minum curcuma yg diberikan dokter. Ditunggu jawabannya, terima kasih

    Reply
    • admin

      Selamat Siang,\n\nTerima kasih sudah menggunakan Dokita. \nImunos dan curcuma adalah obat penunjang kekebalan dan fungsi hati, belum tentu dapat menghilangkan virus Hepatitis B. Saran kami sebaiknya cek ulang HBsAg di darah untuk mendapatkan kepastian.\n\nSalam Sehat Selalu,\n\nTim Dokita.

      Reply
  7. vita

    Dok,Saya d vonis hepB… kadar sgot+sgpt saya msh normal 14&16…. tp u/ hbsag reaktif sedang hbeag daya positif 4,4…. u/ keluhan saya sndr kl dr penjelasan d atas saya pd tahap 1 dok… mual,linu2 akhir2 ni…. Apakah saya msh bs sembuh dok? Karena saya sebentar lg akan menikah….. saya wanita, 26 tahun…. mohon penjelasan dokter…. terimakasih….

    Reply
    • admin

      Selamat Sore,\n\nTerima kasih sudah mengunjungi Dokita.\nKalau HBsAg dan HBeAg (+) berarti virusnya masih aktif dan berpotensi menular. Karena itu perlu segera periksa ke dokter Internist untuk evaluasi dan mendapatkan pengobatan yang tepat. Kemungkinan sembuh masih ada, hanya perlu pengelolaan dan pemantauan yang disiplin.\n\nSalam Sehat Selalu,\n\nTim Dokita.

      Reply
  8. Gladys

    Dokter Akhir2 Ini Saya Sering Mual2, Bagian Pert Atas Saya Sering Sakit(dada), lemah, Susah Makan, diare, sakit Kepala, Kadang2 Terasa Panas… Apakh Saya Punya Kemungkinan Terkena Hepatitis Dok??? Kalo Mungkin Golongan Hepatitis Apa Dokter???

    Reply
    • admin

      Selamat Siang,\n\nTerima kasih sudah mengunjungi Dokita.\nDari data yang disampaikan, memang belum khas tanda-tanda penyakit Hepatitis. Hepatitis adalah radang hati, biasanya diikuti air seni, mata dan kulit menguning (ikterus).\nSaran kami sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk evaluasi dan lakukan tes laboratorium untuk darah dan air seni supaya mendapat kesimpulan yang lebih akurat.\n\nSalam Sehat Selalu,\n\nTim Dokita.

      Reply
  9. astrid

    Dokter,apakah obat hepatitis immunos dan cucurma,interferon,lamivudin,telbivudin,ade entecavir bisa di beli tanpa resep dokter? Dan anggaran brp biaya nya? Mohon info nya Dok… Saya ucapkan terinmakasih sebelum nya…

    Reply
    • admin

      Selamat Sore,\n\nTerima kasih sudah mengunjungi Dokita.\nImunos dan curcuma dapat dibeli tanpa resep. Sedangkan yang lain harus dengan resep dokter.\n\nSalam Sehat Selalu,\n\nTim Dokita.

      Reply
    • admin

      Selamat Siang,\n\nTerima kasih sudah mengunjungi Dokita.\nPenyebab warna kuningnya adalah akibat tingginya kadar bilirubin (bagian dari cairan empedu) di darah akibat radang liver.\n\nSalam Sehat Selalu,\n\nTim Dokita.

      Reply
  10. julianto

    Selamat malem,, saya anto sya sudh d vonis terkena hepatitis a yg ingin saya tanyakan boleh kah melakukan hubungan badan umur saya 28th.terimakasih

    Reply
    • admin

      Selamat Siang,\n\nTerima kasih sudah mengunjungi Dokita. Maaf jawaban kami agak lama.\nKalau kondisi kesehatan Anda sudah pulih, tak ada masalah. Hepatitis A ditularkan lewat jalur mulut (feco-oral) sehingga tidak akan ditularkan lewat hubungan intim.\n\nSalam Sehat Selalu,\n\nTim Dokita.

      Reply
  11. Mayang

    Akhir akhir ini di sekolah saya banyak yang terkena penyakit hepatitis A dan B, saya sebagai teman nya merasa takut jika virusnya menular. Apa yang harus saya lakukan supaya tidak terkena virus hepatitis?? Terimakasih…

    Reply
    • admin

      Selamat Sore,\n\nTerima kasih sudah mengunjungi Dokita.\nVirus hepatitis A ditularkan lewat mulut (makanan/minuman), sedangkan hepatitis B lewat darah, cairan tubuh (suntikan, tranfusi, hubungan intim), sehingga perlu dihindari. Upaya pencegahan dapat dilakukan lewat imumisasi. Coba baca kembali artikel tentang Hepatitis Virus diatas.\n\nMaaf, untuk tanya jawab kesehatan Dokita selanjutnya, akan dijawab melalui aplikasi Android kami. Mohon dapat di unduh dan registrasi untuk mengirim pertanyaan di: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.andtechnology.dokterkita\nTerima kasih\n\nSalam Sehat Selalu,\n\nTim Dokita.\nJangan lupa untuk berbelanja sehat di store kami http://www.dokita.co/store

      Reply
  12. PUTRI DESYANTI

    siang,,saya mw tanya…\r\nsudh seminggu ini anak saya panas,,dan panas nya nai trun,di sertai batuk dan pilek…tetapi pada telapak tangan dan kaki anak saya berwarna kuning.anak saya berumur 11 bulan 13 hari.\r\ndan pada tanggal 15 Februari saya bawa anak saya ke salah satu RS di Balikpapan.untuk cek darah.ternyata hasil nya FUNGSI HATI anak saya terkena VIRUS.dan setelah di cek darah lagi Hepatitis nya Negatif ( – )\r\napakah itu sma dengan HEPATITIS B…??\r\napakah itu berbahaya…???\r\nterima kasih

    Reply
    • admin

      Selamat Siang,\n\nTerima kasih sudah mengunjungi Dokita.\nHepatitis virus ada beberapa macam. Coba baca artikel Dokita tentang hepatitis virus di: http://dokita.co/blog/hepatitis-virus/\nMaaf, data laboratoriumnya tidak lengkap. Hasil tes lab yang negatif itu untuk hepatitis virus mana? Apakah hepatitis virus A, B atau C? Tes fungsi hati tak menandakan terkena hepatitis virus. Untuk kepastian, kami sarankan segera periksa ke dokter spesialis anak untuk evaluasi.\n\nSalam Sehat Selalu,\n\nTim Dokita.\nJangan lupa untuk berbelanja sehat di store kami http://www.dokita.co/store

      Reply
  13. Sayfvdin

    sayfvdin\r\ndok..saya mau tny ..mata saya kuning..aer seni sana warna seperti teh.stelah saya cek lab sgot 144 sgpt 547 tp HBsAg saya (-)..trs saya k dokter spesialis dalam.katanya saya kena hptitis a..ni sudah berobat jalan..air seniny kuning bening g kaya teh lg .matany juga mulai putih.. itu bisa sembuh total dok..trs kalau melakukan hub.intim oral maupun sebaliknya apakah bisa menular

    Reply
    • admin

      Selamat Siang,\n\nTerima kasih sudah mengunjungi Dokita.\nKalau yakin Hepatitis A, maka umumnya akan sembuh total. Coba baca kembali artikel Hepatitis diatas.\nHepatitis A ditularkan oleh makanan yang terkontaminasi (Feco-oral), jadi bukan lewat hubungan intim, termasuk oral seks.\n\nSalam Sehat Selalu,\n\nTim Dokita.\nJangan lupa untuk berbelanja sehat di store kami http://www.dokita.co/store

      Reply
      • Sayfvdin

        Maksudny tertular lewt mkanan yg trkontaminasi gmn dok..trs feco oral itu apa..brti seandainy mlakukan hub.sex mw oral sex mw pn sblikny gpp dok y.amaa n g mnular

        Reply
        • admin

          Selamat Siang,\n\nTerima kasih sudah mengunjungi Dokita.\nMakanan yang terkontaminasi tinja (feces) penderita. Penularan feco oral, artinya lewat tinja masuk mulut. Ya benar, hepatitis A tidak ditularkan lewat saluran kelamin.\n\nSalam Sehat Selalu,\n\nTim Dokita.\nJangan lupa untuk berbelanja sehat di store kami http://www.dokita.co/store

          Reply
  14. marantika

    selamat pagi dok, salam dari denpasar bali.\r\nDok saya mau tanya , saya memiliki orang tua ( laki ) umur 65th mengalami gejala2 seperti penyakit kuning,\r\narea putih mata kelihatan agak kuning, air kencing agak keruh ,berat badan menurun, tidak demam dan nafsu makannya bagus sekali. Kebetulan sekarang lagi proses berobat jalan juga disalah satu dr konsultan yg ada di Bali, dari hasil tel lab menunjukan fungsi hatinya bermasalah , detailnys spt ini : GOT 194, GPT 309, GAMMA GT 940, G

    Reply
    • admin

      Selamat Siang,\n\nTerima kasih sudah mengunjungi Dokita.\nDari data yang disampaikan, tanda ada gangguan fungsi hati, sehingga perlu cermati ada radang (hepatitis). Untuk lebih pasti jenis dan penyebab, perlu dilengkapi pemeriksaan laboratorium antara lain bilirubin, HBsAg, antiHCV, Hepatitis A dan AFP (untuk kanker liver).\n\nSalam Sehat Selalu,\n\nTim Dokita.\nJangan lupa untuk berbelanja sehat di store kami http://www.dokita.co/store

      Reply
  15. marantika

    Selamat pagi dok, salam dari denpasar bali.\r\nDok saya mau tanya , saya memiliki orang tua ( laki ) umur 65th mengalami gejala2 seperti penyakit kuning,\r\narea putih mata kelihatan agak kuning, air kencing agak keruh ,berat badan menurun, tidak demam dan nafsu makannya bagus sekali. Kebetulan sekarang lagi proses berobat jalan juga disalah satu dr konsultan yg ada di Bali, dari hasil tel lab menunjukan fungsi hatinya bermasalah , detailnys spt ini : GOT 194, GPT 309, GAMMA GT 940, Glukosa puasa 112 dan Cholesterol LDL direk 57, apakah ini termasuk salah satu dari penyakit hepatitis yg dok ? kalau ya kira2 ortu saya mengidap hepatitis ya mana, ortu saya perokok, bukan peminum, tdiak pernah transfusi darah,–demikian dok, terimakasih atas bantuanya\r\n\r\nsalam , bp marantika

    Reply
    • admin

      Selamat Siang,\n\nTerima kasih sudah mengunjungi Dokita.\nDari data yang disampaikan, tanda ada gangguan fungsi hati, sehingga perlu cermati ada radang (hepatitis). Untuk lebih pasti jenis dan penyebab, perlu dilengkapi pemeriksaan laboratorium antara lain bilirubin, HBsAg, antiHCV, Hepatitis A dan AFP (untuk kanker liver).\n\nSalam Sehat Selalu,\n\nTim Dokita.\nJangan lupa untuk berbelanja sehat di store kami http://www.dokita.co/store

      Reply
  16. marantika

    Selamat pagi dok, ok terima kasih untuk informasinya- mohon penjelasan tentang hasil pemeriksaan laboratorium antara lain bilirubin, HBsAg, antiHCV, Hepatitis A dan AFP (untuk kanker liver). hasil lab yang bagaimana dari yang direkomendasikan tsb yang menyatakan kalau penderita itu mengidap hepatitis atau yg lainnya,\r\n\r\nTerima kasih dok sekali lagi atas bantuannya\r\n\r\nslm,\r\nmarantika

    Reply
    • admin

      Selamat Siang,\n\nTerima kasih sudah mengunjungi Dokita.\nKalau kadar bilirubin diatas nilai normal, HBsAg, antiHcV dan/atau Hepatitis A ada yang (+), maka tanda ada hepatitis virus sehingga perlu berobat ke dokter internist untuk evaluasi dan tindakan.\n\nSalam Sehat Selalu,\n\nTim Dokita.\nJangan lupa untuk berbelanja sehat di store kami http://www.dokita.co/store

      Reply
  17. marantika

    terima kasih sekali lagi dok untuk informasinya, kebetulan kemarin sdh cek lab untuk HBsAg, antiHCV saja dan keduanya hasilnya negatif, sementara pengecekan bilirubin sdh dicek juga pd tgl 8mar yg hasilnya diatas normal , hasilnya : 6(+3) , ini maksudnya apa ya dok ? untuk kuning yg muncul diputih matanya juga sudah kelihatan agak berkurang ( kira2 berapa lama biasanya supaya bisa menjadi normal lagi ?) dan dengan hasil lab yg sdh kelihatan seperti hasil cek lab pd tg 08maret GOT 194, GPT 309, GAMMA GT 940, Glukosa puasa 112 dan Cholesterol LDL direk 57, bilirubin 6(+3) , hasil cek lab pd tgl 17mar HBsAg ; non reaktif, antiHCV ; non reaktif — kira2 apa ya dok masalhnya ?\r\n\r\nTerima kasih sekali lagi untuk penjelasannya\r\n\r\nslm, marantika

    Reply
    • admin

      Selamat Malam,\n\nTerima kasih sudah mengunjungi Dokita.\nDari data yang disampaikan, tanda ada gangguan fungsi hati dan mungkin ada masalah dalam penyaluran cairan empedu sehingga harus dipastikan sumber masalahnya, termasuk gangguan di kandung empedu, pankreas dan lain-lain. Untuk memastikan, perlu periksa ke dokter internist ulang untuk evaluasi dan tindakan.\n\nSalam Sehat Selalu,\n\nTim Dokita.\nJangan lupa untuk berbelanja sehat di store kami http://www.dokita.co/store

      Reply
  18. yadi

    Selamat malam dok..\r\nDok.. maaf mau tanya..saya pernah ciuman bertukar airliur sama pasangan saya yg terkena v hepatitis B.. apakah bisa menular ke saya dok?… jd kepikiran terus.. untuk memastikan saya harus gimana dok…? Sebelumnya terima kasih….

    Reply
    • admin

      Selamat Siang,\n\nTerima kasih sudah mengunjungi Dokita.\nDari data yang disampaikan, kalau kondisi Hepatitis pasangan Anda masih aktif dan Anda belum ada daya kekebalan, maka ada kemungkinan terjadi penularan. \nUntuk kepastian, kami sarankan cek laboratorium dan periksa ke dokter untuk evaluasi.\n\nSalam Sehat Selalu,\n\nTim Dokita.\nJangan lupa untuk berbelanja sehat di store kami http://www.dokita.co/store

      Reply

Komentar

  • (will not be published)