Jenis-Jenis Epilepsi

Epilepsi adalah terjadinya badai listrik sporadis di otak yang biasa disebut kejang. Badai ini menyebabkan manifestasi perilaku (seperti menatap) dan / atau gerakan tak terkendali (seperti kejang grand mal).

Ada beberapa jenis epilepsi, dimana masing-masing epilepsi dengan penyebab, gejala, dan perawatan yang berbeda.

Ketika membuat diagnosis epilepsi, dokter Anda mungkin menggunakan salah satu istilah berikut: idiopatik, kriptogenik, simptomatik, umum, fokal, atau parsial. Idiopatik berarti tidak ada penyebab yang jelas. Kriptogenik berarti ada kemungkinan penyebab, tetapi belum dapat diidentifikasi. simptomatik berarti bahwa penyebab telah diidentifikasi. Umum berarti bahwa kejang melibatkan keseluruhan otak. Fokal atau parsial berarti bahwa kejang dimulai dari satu daerah otak.

Jenis-Jenis Epilepsi Major

Jenis Epilepsy Epilepsi Umum Epilepsi Parsial
Idiopatik (penyebab genetik) - Epilepsi Tidak sadar pada masa kanak-kanak
- Epilepsi mioklonik remaja
- Epilepsi dengan kejang grand-mal yang membangunkan orang lain
- Epilepsi jinak sebagian pada masa kanak-kanak
Simptomatik (penyebab tidak diketahui) atau kriptogenik (penyebab tidak diketahui) - Sindrom West
- Sindrom Lennox-Gastaut
- Yang lain
- Epilpesi Lobus Temporal
- Epilepsi lain dari Lobus Frontal

Epilepsi Idiopatik Umum
Dalam epilepsi idiopatik umum , seringkali ada riwayat keluarga yang memiliki epilepsi, namun hal ini tidak selalu ada. Epilepsi idiopatik umum cenderung muncul selama masa kanak-kanak atau remaja, walaupun mungkin tidak terdiagnosis sampai masa dewasa. Epilepsi jenis ini tidak menunjukkan ada kelainan sistem saraf (otak atau sumsum tulang belakang) yang dapat diidentifikasi baik dengan studi EEG atau studi gambar (MRI), selain kejang-kejang. Hasil struktural otak normal pada pindai MRI otak, walaupun studi khusus menunjukkan ada bekas luka atau perubahan halus didalam otak yang mungkin telah ada sejak lahir.

Penderita epilepsi idiopatik umum memiliki kecerdasan normal dan hasil dari uji neurologis dan MRI biasanya normal. Hasil electroencephalogram (EEG, sebuah tes yang mengukur impuls listrik di otak) mungkin menunjukkan pelepasan epileptik yang mempengaruhi seluruh otak (disebut pelepasan umum).

Jenis-jenis kejang yang mempengaruhi pasien dengan epilepsi idiopatik umum mungkin termasuk:

  • Kejang Mioklonik (Sentakan ekstrim yang terjadi secara tiba-tiba dan durasi sangat singkat).
  • Kejang tidak sadar (tatapan kosong).
  • Kejang tonik-klonik umum (kejang grand mal).

Epilepsi Idiopatik umum biasanya diobati dengan obat. Beberapa orang dapat mengatasi kondisi ini dan berhenti mengalami kejang, seperti halnya dengan epilepsi tidak sadar pada masa kanak-kanak dan sejumlah besar pasien dengan epilepsi mioklonik remaja.

Epilepsi Idiopatik Parsial
Epilepsi Idiopatik Parsial dimulai pada masa kanak-kanak antara usia 5 dan 8 tahun dan mungkin ada riwayat keluarga yang memiliki epilepsi. Epilepsi ini juga dikenal sebagai epilepsi fokal jinak masa kanak-kanak (BFEC), Epilepsi ini dianggap salah satu jenis epilepsi paling ringan. Epilepsi ini hampir selalu hilang ketika sudah pubertas dan tidak pernah didiagnosis pada orang dewasa.

Kejang-kejang cenderung terjadi selama tidur dan paling sering kejang motorik parsial sederhana yang melibatkan wajah dan kejang sekunder umum (grand mal). Jenis epilepsi ini biasanya didiagnosis dengan EEG.

Epilepsi Simptomatik Umum
Epilepsi Simptomatik Umum disebabkan oleh kerusakan otak yang meluas. Cedera sewaktu kelahiran adalah penyebab paling umum dari Epilepsi Simptomatik Umum. Selain kejang, pasien sering mengalami masalah neurologis lainnya, seperti keterbelakangan mental atau cerebral palsy. Penyebab spesifik seperti penyakit otak yang diwariskan, misalnya adrenoleukodystrophy (ADL) atau infeksi otak (seperti meningitis dan encephalitis) juga dapat menyebabkan Epilepsi Simptomatik Umum. Ketika penyebab Epilepsi Simptomatik Umum tidak dapat diidentifikasi, gangguan tersebut dapat disebut sebagai epilepsi kriptogenik. Epilepsi jenis ini mengikut sertakan subtipe yang berbeda, dimana yang paling umum dikenal adalah sindrom Lennox-Gastaut.

Bermacam jenis kejang (kejang tonik-klonik, tonik, mioklonik, tonik, atonic, dan kejang tidak sadar) adalah umum pada pasien ini dan bisa sulit untuk mengendalikannya.

Epilepsi Simptomatik Parsial
Epilepsi Simptomatik Parsial (atau fokal) adalah jenis epilepsi yang paling umum yang dimulai pada usia dewasa, tetapi epilepsi ini juga sering terjadi pada anak-anak. Epilepsi jenis ini disebabkan oleh kelainan lokal dari otak, yang mungkin akibat dari stroke, tumor, trauma, kelain otak bawaan (dipunyai sejak lahir), parut atau “sclerosis” pada jaringan otak, kista, atau infeksi.

Kadang-kadang kelainan otak tersebut dapat dilihat pada pindai MRI, namun seringnya kelainan tersebut tidak dapat diidentifikasi walaupun dilakukan berulang kali karena ukurannya mikroskopis.

Epilepsi jenis ini dapat berhasil diobati dengan pembedahan yang bertujuan untuk mengangkat bagian otak yang abnormal tanpa mengorbankan fungsi dari sisa otak. Operasi epilepsi sangat berhasil dalam sejumlah besar pasien epilepsi yang tidak berhasil diobati dengan obat antikonvulsan (setidaknya dua atau tiga obat) dan yang memiliki lesi yang dapat diidentifikasi. Pasien-pasien tersebut menjalani evaluasi epilepsi presurgical komprehensif di pusat epilepsi yang terdedikasi dan khusus.

Artikel terkait:
Memahami Kejang dan Epilepsi
Penyebab Umum Epilepsi dan Pemicu Kejang
Gejala Epilepsi Kejang
Mendiagnosis Epilepsi

Sumber: WebMD

52 Komentar untuk “Jenis-Jenis Epilepsi”

  1. raisa juliana

    maaf dok, saya mahasiswa kedokteran universitas syiah kuala di aceh, saya ingin bertanya…bagaimanakah hubungan epilepsi dan perubahan perilaku pasien? apakah perubahan perilaku pasien berhubungan dengan lesi di otaknya yang diakibatkan oleh gejala epilepsi? mohon penjelasannya…terimakasih dokter…

    Reply
    • admin

      Selamat siang Raisa Juliana.

      Hal ini tergantung etiologi epilepsinya. Kalau akibat lesi pasca infeksi (meningoensefalitis), trauma, neoplasma, tentunya berpengaruh pada kemampuan dan perilaku pasien.

      Salam Sehat Selalu.
      Team Dokita.
      Kunjungi dan dapatkan artikel kesehatan yang baik dan akurat melalui http://www.dokita.co/blog

      Reply
  2. yuyun

    Selamat siang,dokter…
    Dokter,saat ini saya kuliah smbil kerja. Sekitar dua minggu lalu saya mengalami serangan hebat. Menurut dokter yang menangani saya kalau setelah mengalami kejang berarti sel otak saya ada yang mati. Yang ingin saya tanyakan,bagaimana cara menghidupkan sel otak yang belum berfungsi supaya dapat mengganti sel otak yang telah mati itu…? Tks b4,Dr….

    Reply
    • admin

      Dear Yuyun,

      Mohon maaf jawaban kami agak lama.
      Sel saraf adalah salah satu sel tubuh yang tidak mampu beregenerasi, sehingga kalau rusak akan bersifat permanen. Epilepsi tidak selalu disertai kematian sel saraf.
      Kalau ada sel saraf yang mati, maka tugasnya otomatis akan dikompensasi oleh sel saraf lain.
      Untuk meningkatka fungsi sel saraf pengganti caranya adalah melakukan fisioterapi dan pelatihan khusus secara berkala dan teratur.

      Salam Sehat Selalu
      Tim Dokita

      Reply
  3. izah

    dok, saya selalu sakit kepala, ketika periksa pertama, dokter mengatakan saya terkena migrain, kemudian saya di beri obat amitrptyn dan lupa satu lagi pak. tapi yg satu lagi itu hanya saya minum 3 bh, diberi 15. krn kata dokternya dalam keadaan terpaksa baru boleh diminum yg satu lagi itu, jadi saya takut itu dosis tinggi atau gmn.

    kemudian setelah hampir dari 2bulan periksa dari yg pertama, saya periksa lagi, tetapi dokter pertama yg menangani saya sedang pendidikan jadi dgn dokter syaraf lain. tapi diagnosa dokter yg kedua, katanya ada masalah dgn listrik otak saya, jd sy diberi obat, yg ketika saya cari di internet obat apa itu, ternyata untuk penanganan epilepsi. saya ragu dok, sebab ada keterangan dari tante saya (krn dia ikut) katanya saya pernah step waktu kecil (meski rada ragu2 dia bilang) dan selalu panas sejak kecil. padahal kata orangtua saya, saya tidak pernah step (orang tua saya beda provinsi, sy kost kuliah) jadi saya ragu dgn obat yg akan saya minum dok. pertanyaan saya, bila saya tidak terkena epilepsi, bahaya kah, bila saya minum obat itu? (tegretol 100mg dan frisium 10mg) sebab dulu saya perna kesalahan minum obat juga, waktu itu musim DBD, saya demam, cek ke klinik 24jam. malamnya langsung demam tinggi dilarikan ke rumah sakit, di opname, diambil darah. sampai 1 minggu saya tidak terkena DBD. jadi saya takut, kalau salah diagnosa lagi. terimakasih dok

    Reply
    • admin

      Dear Izah,

      Selamat siang Izah. Maaf jawaban kami agak lama.
      Tegretol memang adalah obat epilepsi, tapi juga obat untuk penyakit nyeri saraf dan anti depressi, sehingga sering digunakan dalam kombinasi untuk pengobatan migrain.
      Untuk memastikan apakah memang ada epilepsi, sebaiknya Anda lakukan pemeriksaan EEG, sehingga pengobatan menjadi lebih akurat. Kami sarankan periksa kembali ke dokter spesialis saraf untuk kepastian.

      Salam Sehat Selalu
      Tim Dokita.

      Reply
  4. nora pasaribu

    dok mau tny saya pny anak umur 3 thn sdh 3 bln ini klu tidur siang bs kaget2 bs smp 3 x tp klu sdh nyeyak kaget itu g ada
    itu di katakan kejang y dok tp bila tidur mlm tdk ada kaget2 itu dok,sy bw k dr anak d daerah saran eeg dan ct scan,.ttg ct scan apa prl dok dok dan apa pengaruh radiasi bt anak 3 thn,.terima kasih.

    Reply
    • admin

      Dear Nora Pasaribu,

      Selamat Pagi.

      Kejut-kejut kaget pada anak belum tentu merupakan epilepsi. Untuk lebih memastikan memang perlu lakukan EEG dan bila ada kecurigaan proses lain, mungkin perlu melakukan CT Scan.
      Kami sarankan agar lakukan EEG dulu serta temui dan konsultasi kembali dengan dokter spesialis saraf anak Anda.

      Salam Sehat Selalu
      Tim Dokita

      Reply
  5. setiawan

    Dok,saya seorang ayah yg memiliki putri yang sering skit kejang sejak usia 4bulan sampai skrg brusia 16th.jika anak saya bnyak mikir slalu kambuh/kejang,maka dari itu putri saya tidak melanjutkan kbangku sekolah smu. Berbagai pengobatan sudah dilakukan,tapi masih saja serinh kambuh,apakah penyakit ini memang tidak bsa disembuhkan dok?saya kawatir keadaan putri saya trus begini,mengingt putri saya sudah dewasa.mohon penjelasan dan nasehatnya dok,trima kasih dok.

    Reply
    • admin

      Selamat Pagi,

      Terima kasih sudah mengunjugi blog Dokita.
      Penanganan epilepsi perlu dilaksanakan secara disiplin, berkala dan konsisten.
      Harus kerjasama dengan dokter spesialis saraf untuk menentukan jenis dan dosis obat agar penyakit terkendali.
      Secara umum pengelolaan epilepsi harus dilaksanakan seumur hidup, walaupun ada kasus tertentu setelah observasi beberapa tahun, obat sementara dapat dihentikan.
      Saran kami: sebaiknya konsultasi ke dokter spesialis saraf dan adakan kerja sama yang baik.

      Salam Sehat Selalu
      Tim Dokita.

      Reply
  6. Rio

    dokter,,saya telah menderita epilepsi dari SD sampai sekarang berusia 23 thn, kejang yang saya derita ketika sedang tidur, kalau saya masih sadar mungkin yang saya rasakan kehilangan kesadaran beberapa menit saja.
    ini udah dibawa ke dokter saraf, kejang yang saya derita kelihatannya udah berkurang dari biasanya.
    yang saya harapkan dok kejangnya tidak datang lagi sehingga saya bisa sehat normal seperti teman2 yang lainnya.
    seandainya kejangnya datang terus saya sudah sadar pasti lidah sudah tergigit dan berdarah, kepala terasa berat sehingga nafsu makan saya menjadi hilang dan berat badan sayapun tak mau bertambah.

    Reply
    • admin

      Selamat Pagi,

      Terima kasih sudah mengunjungi blog Dokita.
      Epilepsi perlu ditangani secara disiplin, konsisten dan profesional sehingga Anda harus bekerja sama jangka panjang dengan pakar yaitu dokter ahli saraf. Kemungkinan sembuh / bebas kejang ada, tapi tergantung penyebab dan penggelolaan. Jadi jangan putus asa.

      Salam Sehat Selalu,
      Tim Dokita.

      Reply
      • Rio

        dokter,,keluhan saya ketika sakit itu lidah selalu tergigit dan perasaan serasa ada yg merasuki/ketakutan gitu dokt…..
        mungkin ada benda yg bisa saya gunakan ketika tidur agar lidah tidah tergigit dokt dan menghilangkan perasaan yg selalu merasuki/menakuti saya andai kejangx timbul dokter ..??

        Reply
        • admin

          Selamat Siang,

          Terima kasih sudah mengunjungi Dokita.
          Yang terpenting ialah disiplin minum obat dan pemantauan berkala serta hindari pemicu agar kejang tidak terulang. Tidak alat khusus yang efektif untuk mencegah lidah tergigit. Untuk gejala psikologis, Anda perlu temui dan konsultasikan dengan dokter psikiater untuk evaluasi dan mendapatkan penanganan yang tepat.

          Salam Sehat Selalu,

          Tim Dokita.

          Reply
  7. kalista

    dok saya mau tanya ..
    penyakit idiopatik sudah lama saya derita,tapi berbeda dengan yglainnya .
    kalau saya sering pingsan , apakah itu akan berbahaya?
    stelah cek ulang ke dokter saya mesti EEG . trus selama dirawat saya menjalani CT-SCAN dan hasilnya tidak ada ..
    sekiian TKS

    Reply
    • admin

      Selamat Pagi,

      Terima kasih sudah mengunjungi blog Dokita.
      Maaf, penyakit idiopatik apa ? Kalau sering pingsan, memang perlu dicermati penyebabnya, misalnya hipotensi, anemia berat, gangguan fungsi jantung, epilepsi dan sebagainya.
      Saran kami, sebaiknya periksa kembali ke dokter untuk evaluasi ulang.

      Salam Sehat Selalu,
      Tim Dokita.

      Reply
  8. faqih

    pagi dok…mau tanya dok.anak saya kmrn pas umur 6 th(7 maret 2011) kejang tapi kejangnya ndak menyeluruh cuma matanya melirik dan tatapan matanya kosong trus saya bw ke rs dikasih obat penenang yg dimasukin dubur trus lama kelamaan anak saya saya sembuh,setahun kemudian(10 agustus 2012) hal ini berulang kembali.padahal waktu bayi anak saya belum pernah kejang.unt kejang ke 2 dokter menyarankan scan dan hslnya;minimal sub oral effusi di daerah prontal dan EEG yg hslnya;rekaman EEG dgn gelombang dasar normal disertai gelombang epileptogenik(multiple sharp and slow wave)diffus dominantemporo oksipital sanistra.dengan hasil demikian apakah anak saya dikatakan menderita epilepsi,dan apa yang harus saya lakukan,terimakasih banyak dok atas bantuannya.

    Reply
    • admin

      Selamat Siang,

      Terima kasih sudah mengunjungi blog Dokita.
      Dari data yang disampaikan, memang anak Anda menderita epilepsi.
      Saran kami: segera periksa ke dokter spesialis saraf. Untuk penanganan epilepsi, perlu pengobatan dan pemantauan yang disiplin, mudah-mudahan epilepsi terkendali dan dapat disembuhkan, serta perlu kerja sama dengan dokter untuk mencari penyebab/pemicu epilepsi tersebut.

      Salam Sehat Selalu,

      Tim Dokita.

      Reply
  9. Mohamad Ikbal

    Malam Dok,
    Saya mau bertanya sekaligus berbagi cerita. Dari kecil sekitar umur 4th saya menderita suatu penyakit yang sampai saat inipun saya berumur 25th belum jelas penyakitnya apa, terakhir kemarin saya konsultasi katanya ada potensi epilepsi. Yang saya alami adalah gejala seolah saya berhalusinasi ada sesuatu yang mengagetkan saya sehingga ketika sesuatu itu mendekat seolah-olah masuk ke mata saya, saya kaget dan refleks tangan dan kaki saya seolah seperti yang kejang, hanya saja yang terkaget itu hanya bagian kiri, begitupun juga dengan penglihatan / halusinasi saya, yang aktif adalah bagian yang kiri. Kondisi itu biasanya bermula dengan badan saya terasa panas, kemudian gejala dimulai biasanya saat saya tertidur, tiba-tiba bangun dalam kondisi terkaget, kemudian kondisi itu terus berlanjut dengan ritme sekitar 2 kali dalam 1 menit dan selanjutnya ritmenya terus melambat sampai keadaan itu berhenti biasanya ketika saat saya bisa tertidur kembali. Rata-rata kondisi tersebut saya alami sekitar lebih dari 1 jam (tidak tahu pastinya tapi yang pasti lebih dari 1 jam), dan biasanya kondisi itu berhenti saat saya bisa tidur kembali. Ketika saya terbangun kembali kondisi saya lelah dan sedikit ada pusing di kepala. Kondisi ini telah saya alami berkali-kali dalam rentang umur saya dari 4th sampai sekarang hanya frekuensinya biasanya paling banyak satu tahun sekali tapi ada saat dimana dalam 3 tahun sekali baru kejadian. Satu tambahan lagi, setiap mengalami kejadian itu saya berada dalam keadaan sadar dan menyadari apa yang sedang terjadi pada diri saya (tidak hilang kesadaran). Yang saya tanyakan apakah kondisi itu termasuk dalam kategori epilepsi? kemudian sebaiknya apa yang harus saya lakukan karena kondisi tersebut membuat saya sangat tidak nyaman karena pada saat mengalami itu saya berada dalam kondisi ketakutan yang sangat.
    Terima kasih banyak

    Reply
    • admin

      Selamat Siang,

      Terima kasih sudah mengunjungi Dokita.
      Dari data yang disampaikan, mungkin epilepsi fokal partial atau problem kejiwaan.
      Saran kami sebaiknya temui dan konsultasi dahulu dengan dokter spesialis saraf, serta lakukan pemeriksaan EEG. Kalau semua normal, ada baiknya konsultasi dengan psikiater untuk evaluasi dan solusi.

      Salam Sehat Selalu,

      Tim Dokita.

      Reply
  10. Ifik

    Dear dokita, saya pasien pasca Craniotomy sudah hampir 1 tahun sejak dioperasi, sampai saat ini saya kadang-kadang mengalami kejang, oleh doktter diberikan Dilantin 300 mg – 3xsehari dan Frisium 10mg 1xsehari. selain itu saya juga punya masalah hormonal yaitu “Cortisol”saya rendah oleh dikter Endokrin diberikan Hydrocortisone dengan dosis 5-4-3 tiap harinya. pertanyaanya apakah wajar bagi seorang pasien ex Craniotomy mengalami hal seperti Kejang dan hormon yang rendah. Untuk menanggulanginya selaindengan obat-obatan apakan ada jalan lain seperti DIET dsb.

    terima kasih dok,…

    Reply
    • admin

      Selamat Siang,

      Terima kasih sudah mengunjungi Dokita.
      Anda dilakukan craniotomy karena apa? Apakah karena tumor otak atau karena ada trauma kepala?
      Memang bisa saja dampak dari adanya gangguan di otak menimbulkan kejang-kejang serta obatnya diteruskan saja. Kadang setelah beberapa tahun minum obat, serangan kejangnya jadi hilang atau berkurang.
      Selain obat tidak ada cara yang lebih efektif mengatasi kejangnya.

      Salam Sehat Selalu,

      Tim Dokita.

      Reply
  11. eci

    Dear Dokita, di usia 33 tahun pertama kali mengalami gejala epsi kejang2 dan itu terjadi selama 5 tahun, dgn mengkonsumsi Dilantin 100 mg 3x sehari gejala epsi berhenti, tdk mengalami kejang selama 1 tahun tp obat msh terus dikonsumsi. Namun karena mengalami beban pikiran di tahun ke 7 secara tiba2 mengalami gejala perubahan perilaku seperti melotot, bingung, bicara ngaco sekitar 5 – 10 detik saja yg perilaku itu tidak disadari, yg dirasakan hanya sesuatu seperti ” de javu ” yg kata dokter itu adalah juga merupakan gejala epsi. Jenis obat & dosis obat tidak dirubah oleh dokter.
    1. Apakah sebabnya gejala epsi bisa berubah?
    2. Dilihat dr gejala yg lbh ringan, dr kejang2 yg melibatkan orang lain menjadi hanya perubahan perilaku yg hanya beberapa detik saja & tdk melibatkan orang lain, apakah itu tanda bahwa penyakit epsi mengalami kemajuan dan semakin dekat menunju kesembuhan?

    Terima kasih sebelumnya Dokter.

    Reply
    • admin

      Selamat Siang,

      Terima kasih sudah mengunjungi Dokita.
      Gejala epilepsi kadang bisa berubah. Penyebab pastinya belum diketahui, namun sangat mungkin akibat pusat pemicu berubah.
      Dari data yang disampaikan memang gejala epilepsi awal sudah terkendali namun belum sembuh tuntas, sehingga Anda tetap perlu pengobatan dan pemantauan berkala bahkan mungkin seumur hidup. Karena itu tetap konsultasikan kondisi Anda ke dokter spesialis saraf yang sudah menangani Anda selama ini.

      Salam Sehat Selalu,

      Tim Dokita.

      Reply
  12. darsono

    selamat siang,
    anak saya 2,9 th kena penyakit kulit atas anjuran dr spesialis kulit dianjurkan untuk biopsi dan EEG & BM
    hasil EEG
    kesan EEG : abnormal berat
    jenis abnormalitas : gelombang sharp dan wave difus amplitudo tinggi. dng latar belkang perlambatan difus
    korelasi klinis: gambaran EEG mendukung klinis adanya manifestasi kelainan otak yg dpt sesuai dengan ensefalopati & general seizure.
    kesimpulan : brain mapping tidak menunjukan fokus maupun asimetri.
    dari hsl tsbt di rujuk konsultasi ke syaraf anak tp blm saya lakukan, karena pertumbuhannya normal dan aktif, mohon penjelasan dari hasil EEG & BM terbut, terimaksih

    Reply
    • admin

      Selamat Siang,

      Terima kasih sudah mengunjungi Dokita.
      Ada beberapa kelainan kulit yang merupakan bagian gejala neurokutaneus syndrome. Pertumbuhan dan perkembangan bisa saja baik, namun sebaiknya tetap kontrol ke dokter neurolog anak karena biasanya ada beberapa obat untuk mengontrol fungsi otak.

      Salam Sehat Selalu,

      Tim Dokita.

      Reply
  13. sasmi

    Sya ibu dr remaja usia 15th (kls 1 SMAK),wktu umur 14th anak sya sering pingsan d sekolah yg sebelumnya disertai dgn sesak nafas..,akhirnya sya k dokter SPD kmudian dirujuk k SPS dan setelah melalui pemeriksaan MRI,EKG n EEG dokter mengatakan anak sya epilepsi dan wajib mengkonsumsi Zonegran tiap hr selama 2th.Krna saat mnum obat anak sya msh pingsan d sekolah (saat MOS) maka dosis obatnya dinaikkan dr 1 1/2-2tablet sehari dan pengobatan dihitung dr awal lg..yg ingin sya tanyakan mungkinkah anak sya bsa terbebas minum obat itu dok? *sbg tambahan anak sya pernah kejang saat umur +- 1th dan dr kecil smp saat ini sering menjatuhkan barang dan kadang terlihat dlm keadaan bengong*.Kira2 anak sya itu jenis epilepsi yg mana ya dok..terima kasih banyak.. :)

    Reply
  14. Novie

    Dok saya Penderita Epilepsi sejak 16 thn yg lalu umur saya 36thn setelah melahirkan anak yg pertama 16thn yg lalu saya kkena pre eklamsi/tegang stlh mlhirkan sy koma hmpr 2mg tensi sy 200/100 yg mengakibatkan sy smp skrg kena epilepsi kejang saat tidur sampai ngompol gigit lidah dan bibir smp parah lupa sm yg saya kerjakan halusinasi bengong sesaat nyeri ulu hati saya minum obat dari luminal depakote tegretol carbamazepin phenytoin skrg sy minum tegretol cr sm asam folat……..sy 2mg yg lalu mri dn eeg ulang……….dokter vonis aku harus operasi otak…….walau hrs msh didiskusikan lg dgn dr bedah dan radiologi…..lagi aku tetep ga kuat dok mendengarkan yg dokter bicarakan dgn sy……….adakah kesembuhan yg membuat aku tenang dok……..

    Reply
    • admin

      Selamat Siang,

      Terima kasih sudah mengunjungi Dokita.
      Dari data yang disampaikan, sangat mungkin dokter pakar telah menemukan penyebab/pemicu epilepsi Anda, misal ada tumor, radang.
      Apakah Anda telah diberi informasi tentang hasil tersebut? Kalau yakin kelainan tersebut adalah penyebabnya, maka operasi mungkin adalah solusi yang terbaik untuk menyelesaikan masalah jangka panjang.

      Salam Sehat Selalu,

      Tim Dokita.

      Reply
  15. khairuddin

    Dok. Anak sy laki2 usia 16 tahun. Lahir normal. Umur 2 hari badan membiru dirawat 12hr analisa infeksi nonatal. Umur 2thn kejang sebagian badan. Dan tlh berganti2 obat sampai sekarang msh timbul kejang. Obat yg di konsumsi sekarang depakote 3×1. Penitoin 3×1 rivotril 2×0.5..pernah periksa umur 8 thn ke semarang ke prof zainal muttaqin disarankan operasi. Krn setelah mri ditemukan gangguan di otak bagian kiri. Krn keluarga belum siap sampai sekarang blm operasi..bisa nggak epilepsi parsial sembuh dg obat? Dari usia 2th sampai sekarang rutin minum obat apakah resikonya? Klu operasi apa akibatnya dan berapa peluang kesembuhannya. Mohon nasehat pak Dokter. Terimakasih sebelumnya. Wassalam..

    Reply
    • admin

      Selamat Pagi,

      Terima kasih sudah mengunjungi Dokita. Maaf jawaban kami agak lama.
      Epilepsi partial umumnya ada penyebab tetap sehingga tanpa menghilangkan penyebab penyakit, sulit untuk sembuh sempurna, dan karena itu perlu minum obat bahkan seumur hidup. Setiap obat pasti ada efek samping sehingga perlu pemantauan berkala oleh pakar.
      Kalau sudah dapat dipastikan penyebab, maka tindakah operasi mungkin adalah pilihah yang terbaik, walaupun tetap ada risiko operasi yang harus dicermati.
      Kami sarankan segera periksa ke dokter spesialis saraf untuk evaluasi dan mendapatkan penjelasan yang lebih akurat.

      Salam Sehat Selalu,

      Tim Dokita.
      Jangan lupa untuk berbelanja sehat di store kami http://www.dokita.co/store

      Reply
  16. wahyuni febriana

    sore dok..saya seorang ibu rmh tngga sya menderita epilepsi umur sy skrg 22thn..mau tny trmasuk epilepsi apakah yg saya alami?krena sblm trjd kejang awalnya kepala sblh kanan bagian belakang trsa sakit skali lalu dada sya trasa susah utk bernafas,telinga rapat dan pandangan mata kabur lalu g sadarkan diri dan kejang..slama ini saya rutin mnum obat kutoin tp sdh 2bln ni oleh dokter obat saya dganti dg carbamazepine..mhn pnjelasan dokter trmsuk jenis epilepsi apa yg sya alami? dan apa bedanya obat kutoin(kapsul) dg carbamazepine? serta bgmn cara penanggulangannya?krena saya sdh dr thn 2006 tp blm smbuh juga sampai skrg ini. mhon jawabannya.trima kasih dok

    Reply
  17. adit

    dok,, saya umur 21 th, saya pertama kali kejang kira-kira pada saat saya berumur 15 th, dan terus berlanjut hingga sekarang,, hingga saya pernah mengalami kecelakaan motor sampai kaki saya patah, sebelum mengalami kejang saya selalu ada firasat bahwa saya akan kumat,kadang-kadang jadi kadang juga tidak jadi, dan saya selalu hilang kesadaran bila kejang dan tidak tahu apa yang terjadi,setelah sadar saya hanya merasakan seluruh badan saya yang sakit seperti habis melakukan pekerjaan yg berat, tapi kejadiannya tidak sering terjadi,apabila setelah kumat mungkin akan kumat dalam waktu yang lumayan lama lagi,,saya juga belum pernah ct scan atau yang lainnya,, yang ingin saya tanyakan jenis epilepsi apa yang saya derita ini dok?? dan apa obat yang cocok untuk penyakit saya ini.. terima kasih sebelumnya…

    Reply
  18. Alfan

    Ass.. docter saya Alfan, abang saya itu ketika tidur dia sering kejang.
    katanya sih dia sering mimpi hantu, dak mungkin kan kalau mimpi hantu tiap malam…. tapi nampaknya ada suatu kelainan dok?
    trus gmana dok…?
    ap sih penyakit abg saya nie…
    trus gimana cara mengobatinya?
    :)

    Reply
  19. muhamad fauzi

    Selamat siang dok
    Dok saya fauzi umur21th
    Jd gini saya mengalami kejang donk terus saya periksa EEG sama Seken tp hasil.a normal dok tp dokter memberi saya obat epilepsi phenytoin sodium ada epek sampingnya gak dok takutnya salah obat.

    Reply
    • admin

      Selamat Sore,

      Terima kasih sudah mengunjungi Dokita.
      Hampir sebagian besar obat ada efek sampingnya, tapi jangan khawatir dulu, efek samping tidak selalu muncul dan masing-masing orang belum tentu sama efek sampingnya. Efek samping dari natrium fenitoin antara lain pembengkakan gusi, sakit kepala, gangguan saluran pencernaan, pusing, mual, penglihatan ganda, sehingga perlu pemantauan berkala oleh dokter.

      Maaf, untuk tanya jawab kesehatan Dokita selanjutnya, akan dijawab melalui aplikasi Android kami. Mohon dapat di unduh dan registrasi untuk mengirim pertanyaan di: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.andtechnology.dokterkita
      Terima kasih

      Salam Sehat Selalu,

      Tim Dokita.
      Jangan lupa untuk berbelanja sehat di store kami http://www.dokita.co/store

      Reply
  20. muhamad fauzi

    Selamat siang dok
    Dok saya fauzi umur21th
    Jd gini saya mengalami kejang donk terus saya periksa EEG sama Seken tp hasil.a normal dok tp dokter memberi saya obat epilepsi fenition natrium 100mg 2x sehari ada epek sampingnya gak dok takutnya salah obat.

    Reply
    • admin

      Selamat Sore,

      Terima kasih sudah mengunjungi Dokita.
      Hampir sebagian besar obat ada efek sampingnya, tapi jangan khawatir dulu, efek samping tidak selalu muncul dan masing-masing orang belum tentu sama efek sampingnya. Efek samping dari natrium fenitoin antara lain pembengkakan gusi, sakit kepala, gangguan saluran pencernaan, pusing, mual, penglihatan ganda, sehingga perlu pemantauan berkala oleh dokter.

      Maaf, untuk tanya jawab kesehatan Dokita selanjutnya, akan dijawab melalui aplikasi Android kami. Mohon dapat di unduh dan registrasi untuk mengirim pertanyaan di: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.andtechnology.dokterkita
      Terima kasih

      Salam Sehat Selalu,

      Tim Dokita.
      Jangan lupa untuk berbelanja sehat di store kami http://www.dokita.co/store

      Reply
  21. muhamad fauzi

    Siang dok
    Umur saya 22 tahun baru2 ini saya mengalami kejang lulu saya periksa Eeg dan seken tapi hasil.a normal lalu dokter meberi obat fenition natrium 100mg 2x sehari ada epek samping.a gak dok obat.a tweimakasih

    Reply
    • admin

      Selamat Sore,

      Terima kasih sudah mengunjungi Dokita.
      Hampir sebagian besar obat ada efek sampingnya, tapi jangan khawatir dulu, efek samping tidak selalu muncul dan masing-masing orang belum tentu sama efek sampingnya. Efek samping dari natrium fenitoin antara lain pembengkakan gusi, sakit kepala, gangguan saluran pencernaan, pusing, mual, penglihatan ganda, sehingga perlu pemantauan berkala oleh dokter.

      Maaf, untuk tanya jawab kesehatan Dokita selanjutnya, akan dijawab melalui aplikasi Android kami. Mohon dapat di unduh dan registrasi untuk mengirim pertanyaan di: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.andtechnology.dokterkita
      Terima kasih

      Salam Sehat Selalu,

      Tim Dokita.
      Jangan lupa untuk berbelanja sehat di store kami http://www.dokita.co/store

      Reply
  22. fajar

    Siang dok
    Keponakan saya difonis mengidap penyakit sindrome west oleh team dokter RS sarjito jogja
    Yg mau saya tanya, bagaimana prosentase keselamatannya dan adakah rumah sakit di indonesia yg bisa menangganinya

    Terimakasih

    Reply
    • admin

      Selamat Siang,

      Terima kasih sudah mengunjungi Dokita.
      Sindroma West memang mempunyai prognosis yang kurang baik, tergantung penyebab angka kecacatan bisa berkisar 50 -70 %. West syndrome atau spasme infantil bisa berlanjut ke masa remaja menjadi sindrom lennox-gastaut, gabungan epilepsi, gangguan mental dan psikiatri. Dalam statistik, 14% perkembangan bisa bagus. Semua Rumah Sakit yang memiliki tim tunbuhkembang dan pediatrineuroligi bisa mengobati. Oleh karena itu, carilah Rumah Sakit yang memiliki tim tumbuhkembang dan neuropediatri. Mungkin jika di Jakarta, bisa coba tanya ke RSIA Jakarta.

      Maaf, untuk tanya jawab kesehatan Dokita selanjutnya, akan dijawab melalui aplikasi Android kami. Mohon dapat di unduh dan registrasi untuk mengirim pertanyaan di: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.andtechnology.dokterkita
      Terima kasih.

      Salam Sehat Selalu,

      Tim Dokita.
      Jangan lupa untuk berbelanja sehat di store kami http://www.dokita.co/store

      Reply

Komentar

  • (will not be published)