Kebotakan (Alopecia)

Penyebab Kebotakan

Kebotakan pada pria sangat umum terjadi terutama pada usia 30 – 60 tahun. Jenis yang paling umum yang terjadi pada pria kadang kadang disebut juga alopecia androgenik.Biasanya terdapat pola khusus dalam alopecia androgenik tersebut.Pada umumnya rambut pertama mulai rontok dari garis rambut , kemudian menipis pada kepala bagian atas. Hal ini biasanya dimulai saat seorang pria pada umur 20-an atau 30-an . Untuk beberapa orang mungkin dimulai pada akhir masa remaja .

Kebotakan adalah masalah genetik. Hal ini biasanya disebabkan oleh kepekaan berlebih terhadap hormon yang dikenal sebagai dihidrotestosteron atau DHT yang ditemukan di dekat kulit kepala. Tubuh membuat hormon ini keluar yang berasal dari hormon testosteron. Seiring waktu, sensitivitas tubuh untuk DHT  membuat folikel rambut menyusut. Rambut tumbuh untuk jangka waktu yang lebih pendek dari siklus normal sebelumnya. Bulu-bulu yang tumbuh menjadi lebih halus. Pada akhirnya, folikel yang menyusut akan berhenti tumbuh menjadi rambut sama sekali. Jadi, ketika folikel rambut  kehilangan siklus alami mereka, rambut baru tidak tumbuh kembali di tempat seharusnya. Meskipun tidak ada cara untuk mengembalikan sensitivitas berlebih tubuh terhadap DHT, penggunaan produk perawatan rambut rontok untuk menghentikan tubuh memproduksi  hormon ini adalah cara yang dapat dilakukan.

Statistik

8 juta pria menderita kebotakan di Inggris.
Pola kebotakan pria atau alopecia androgenik menduduki 95% dari rambut rontok pada pria.
Lebih dari 40% pria di Inggris mulai mengalami masalah kebotakan pada usia 35 tahun.
2/3 dari laki-laki di Inggris akan mengalami masalah kebotakan yang signifikan pada usia 60 tahun.

Apa gejala dari kebotakan ?

Gejala-gejala kebotakan dapat timbul apabila mulai ada tanda-tanda kerontokan rambut. Kebotakan tersebut lebih jelas di sisi kanan dan kiri, menipis di atas (pada mahkota), dan biasanya ada rambut yang tertinggal di sisir ketika selesai menyisir rambut.

Siapa saja yang dapat mengalami kebotakan?

Dalam 95% kasus, pola kebotakan laki-laki ( alopecia androgenik )adalah genetik. Jika orang lain dalam keluarga dekat anda mengalami kebotakan, ada kemungkinan besar bahwa Anda juga akan mengalaminya. Faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi kebotakan adalah karena efek obat, pola makan yang buruk, teknik perawatan rambut yang buruk, stress atau penyakit tertentu.Tetapi memang genetik memiliki peran paling besar.

 

Bagaimana cara pengobatan kerontokan rambut?

Finasteride adalah kandungan dari obat yang digunakan untuk mengobati kebotakan. Finasteride adalah obat yang paling sering diresepkan oleh dokter untuk mengobati kebotakan. Selain itu finasteride juga sering digunakan dalam pengobatan pembesaran prostat. Obat ini menghentikan kebotakan rambut dan merangsang pertumbuhan rambut pada 9 dari 10 pria. Pasien perlu untuk mendapat perawatan yang berkelanjutan minimal 3 bulan agar perawatan yang dijalani memberikan hasil.

Cara kerja obat ini adalah dengan membuat tubuh menghentikan   produksi hormon DHT. Setelah kadar DHT anda menurun, rambut anda akan tumbuh kembali seperti sebelum terjadinya kebotakan.

Untuk mendapatkan pengobatan untuk kebotakan, klik “Beli Obat Sekarang”  kemudian isilah kuesioner singkat dari kami sehingga tim dokter dokita dapat menilai kondisi anda apakah cocok dengan pengobatan yang dipilih

Apa yang akan terjadi jika perawatan dihentikan?

Jika anda berhenti perawatan rambut rontok, maka anda akan kehilangan rambut anda lagi setelah 6 – 12 bulan. Kerontokan anda akan kembali sama seperti sebelum anda memulai perawatan.

Efek samping

Jika anda kehilangan rambut dalam jumlah yang banyak dan cepat, terutama jika anda kehilangan berat badan yang lumayan banyak secara tidak terduga, mengalami diare atau demam tinggi, maka sangat disarankan untuk memeriksakan diri anda kepada dokter terdekat. Lakukan juga jika anda kehilangan rambut anda secara berkelompok dan banyak atau kulit kepala anda mengalami iritasi.

Jumlah pria yang dilaporkan mengalami efek samping seks sangat sedikit – Diantaranya libido menurun, sulit mengalami ereksi dan atau sangat sedikit memproduksi semen. Kebanyakan pria ini juga tidak mengalami efek samping ini lagi ketika mereka berhenti mengkonsumsi finasteride.

Ada lagi efek samping yang lebih jarang terjadi seperti, nyeri di payudara pada pria , depresi dan reaksi alergi seperti ruam, gatal, bengkak, nyeri atau bengkak pada testis, sulit mengalami ereksi bahkan setelah menghentikan pengobatan, kemandulan dan kualitas semen yang rendah, dan kasus yang paling jarang adalah kanker payudara pada pria.

Interaksi Obat

Finasteride mempengaruhi hasil pemeriksaan seperti PSA. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendiagnosa adanya kanker pada prostat. Apabila dalam waktu dekat anda akan menjalani pemeriksaan tersebut sebaiknya ada baiknya tidak mengkonsumsi finasteride, karena akan memberikan hasil pemeriksaan yang tidak akurat.

Terdapat resiko terjadinya kanker prostat dengan konsumsi finasteride apabila dikonsumsi dengan dosis yang tidak sesuai. Oleh sebab itu selalu konsultasikan apabila akan mengkonsumsi obat ini dan jangan membeli sendiri finasteride tanpa resep dokter.

Dokita memungkinkan anda mendapatkan pengobatan kebotakan dengan menggunakan finasteride tanpa perlu tatap muka langsung dengan dokter. Kami menyusun kuesioner eksklusif yang akan digunakan oleh tim dokter dokita untuk menilai kondisi kebotakan anda, apakah sesuai untuk mengkonsumsi finasteride atau tidak. Silahkan klik “Beli Obat Sekarang” di atas untuk memperoleh pengobatan dari tim dokter Dokita.

Peringatan

1.Wanita tidak dianjurkan mengkonsumsi finasteride. Obat ini hanya ditujukan untuk pria. Finasteride juga dapat menimbulkan cacat janin apabila dikonsumsi oleh ibu hamil.

2. Dosis dan petunjuk akan diinformasikan oleh dokter kami setelah mengisi kuesioner dan melakukan transaksi terlebih dahulu.

3. Obat akan dikirim apabila kondisi anda sesuai dengan obat yang dipesan. Dokter kami akan menilai kondisi anda melalui kuesioner yang anda isi.

4. Obat yang diberikan adalah sesuai resep dokter dan dijual oleh apotik resmi rekanan Dokita.co

1 Komentar untuk “Kebotakan (Alopecia)”

  1. wandi

    Salam kenal dok, usia saya 38 kerja saya marketing yang sering memakai helm dok, jd rambut saya mengalami kerontokan bagian depan atas bagaimana cara mengatasi kerontokan serta cara menumbuhkan kembali rambut depan & rambut atas nya…mohon info nya

    Reply

Komentar

  • (will not be published)

 

E-Klinik E-Klinik