Kencing Batu / Batu Saluran Kemih (Bagian 2)

Batu Saluran Kemih (Bagian 2)\r\n

(Image courtesy of David Castillo Dominici / freedigitalphotos.net)\r\nOlehdr. Sutopo Widjaja, MS.

\r\nArtikel Kencing Batu / Batu Saluran Kemih ini dibagi menjadi 2 bagian. Artikel bagian kedua ini membahas mengenai diagnosis, komplikasi, pengelolaan, mencegah dan prognosis batu saluran kemih. Sedangkan untuk pengertian, penyebab, gejala, faktor risiko dan jenis batu saluran kemih, dapat Anda baca di artikel bagian pertama disini.\r\n\r\nTn. IH, 57 tahun, pengusaha, berobat ke UGD RSGK, dengan keluhan sejak tadi siang tiba-tiba timbul sakit melilit yang hebat di pinggang sisi kiri. Nyeri tersebut hilang timbul dan menyebar ke perut kiri bawah. Tn. IH sempat keringat dingin dan muntah. Buang air kecil jadi perih dan berwarna merah. Dokter menduga IH menderita batu di saluran kemih dan disarankan untuk dirawat.\r\n

Bagaimana Mendiagnosis Batu Saluran Kemih?

\r\nUntuk mengetahui apakah Anda menderita batu saluran kemih, selain menanyakan keluhan, riwayat keluarga, pemeriksaan fisik, dokter akan menganjurkan beberapa pemeriksaan penunjang :\r\n

    \r\n
  1. Pemeriksaan darah untuk evaluasi kadar kalsium dan asam urat darah,
  2. \r\n

  3. Pemeriksaan urin untuk mengevaluasi tanda perdarahan, infeksi dan jenis kristal,
  4. \r\n

  5. Pemeriksaan Radiologi yaitu Foto perut polos (BNO) atau dengan kontras (IVP),
  6. \r\n

  7. Pemeriksaan USG,
  8. \r\n

  9. Pemeriksaan CT scan,
  10. \r\n

  11. Analisa batu yang sempat dikeluarkan.
  12. \r\n

\r\n

Apakah Komplikasi Batu Saluran Kemih?

\r\nBatu saluran kemih selain memicu terjadinya renal colic, ada beberapa komplikasi yang perlu diwaspadai ialah :\r\n

    \r\n
  1. Pembendungan dan pembengkakkan ginjal,
  2. \r\n

  3. Kerusakan dan gagal fungsi ginjal,
  4. \r\n

  5. Infeksi,
  6. \r\n

  7. Timbulnya batu berulang.
  8. \r\n

\r\n

Bagaimana Pengelolaan Batu saluran Kemih?

\r\nPengelolaan batu saluran kemih tergantung pada keluhan, ukuran batu, lokasi dan jenis batu.\r\n\r\n\r\nBatu kecil dengan keluhan minimal.\r\n98 % batu ukuran kecil ( < 5 mm ) dapat keluar secara alamiah sehingga belum memerlukan tindakan invasif dan umumnya akan dipantau bekala dengan langkah pengelolaan sebagai berikut :\r\n

    \r\n
  • Banyak minum air putih, >2 liter sehari.
  • \r\n

  • Obat-obatan/medikamentosa antara lain:\r\n
      \r\n
    • Analgetik untuk menghilangkan nyeri
    • \r\n

    • Spasmolitik untuk relaxasi otot ureter dan menghilangkan mules, antara lain: alpha blocker
    • \r\n

    • Antibitotik untuk atasi infeksi
    • \r\n

    \r\n

  • \r\n

\r\nBatu besar dengan keluhan.\r\nBatu yang sering menimbulkan gejala, apalagi disertai komplikasi perlu segera diambil tindakan invasif. Adapun pilihan tindakan invasif antara lain :\r\n

    \r\n
  • ESWL (Extracorporeal shock wave lithotripsi)\r\n
      \r\n
    • Pemecahan batu dengan gelombang suara
    • \r\n

    • Bila ukuran batu < 20 mm,
    • \r\n

    • Perlu ulang tindakan 2 – 3 kali,
    • \r\n

    • Angka keberhasilan 80 – 95 %.
    • \r\n

    \r\n

  • \r\n

  • Operasi Ureterskopi\r\n
      \r\n
    • Mengeluarkan batu dengan ureteroskop (Ureteroscopic stone extraction) lewat kandung kencing.
    • \r\n

    • Bila ukuran batu < 15 mm,
    • \r\n

    • Angka keberhasilan 50 – 80 %.
    • \r\n

    \r\n

  • \r\n

  • Percutaneus Nefrolithotomi\r\n
      \r\n
    • Mengeluarkan batu dengan teleskop lewat lobang sayatan kecil di pinggang,
    • \r\n

    • Bila ukuran batu > 20 mm,
    • \r\n

    • Angka keberhasilan 86 %.
    • \r\n

    \r\n

  • \r\n

\r\n

Bagaimana Mencegah Timbulnya Batu Saluran Kemih?

\r\nLangkah-langkah yang perlu dilaksanakan untuk mencegah timbulnya batu saluran kemih ialah :\r\n

    \r\n
  1. Banyak minum air putih, >2 liter sehari,
  2. \r\n

  3. Perbanyak minuman yang tinggi sitrat antara lain: orange juice dan lemon,
  4. \r\n

  5. Perbanyak makan sayuran,
  6. \r\n

  7. Kurangi makanan tinggi oksalat antara lain: coklat, kedelai dan lain-lain,
  8. \r\n

  9. Batasi intake garam (<2300 mg sehari),
  10. \r\n

  11. Batasi intake vitamin C (<1000 mg sehari),
  12. \r\n

  13. Batasi intake protein hewani (<170- 230 g sehari),
  14. \r\n

  15. Batasi intake suplemen kalsium namun tingkatkan intake kalsium alamiah dalam makanan,
  16. \r\n

  17. Batasi minuman soft drink khususnya yang mengandung asam fosfor,
  18. \r\n

  19. Pemberian obat golongan Thiazid, untuk mencegah terbentuknya batu kalsium. Penggunaan obat ini harus atas konsultasi dan pemantauan dokter.
  20. \r\n

  21. Untuk mencegah terbentuknya batu struvite dengan antibiotik, yang tentunya harus atas konsultasi dan pemantauan dokter.
  22. \r\n

  23. Pemberian obat Allopurinol, untuk mencegah terbentuknya batu asam urat.
  24. \r\n

\r\n

Bagaimana Prognosis Batu Saluran Kemih?

\r\nPrognosis batu saluran kemih umumnya baik, dengan diagnosis awal dan pengelolaan yang baik, 98 % batu kecil (<5 mm) dapat keluar sendiri sehingga dampak terjadinya komplikasi akan terhindari.

2 Komentar untuk “Kencing Batu / Batu Saluran Kemih (Bagian 2)”

Komentar

  • (will not be published)