Kolesterol Tinggi: Penyebab Stroke dan Serangan Jantung

\r\n

Menurut survei kesehatan di Amerika, rata-rata orang Amerika memiliki kadar kolesterol pada “batas tinggi”, bahkan 1 diantara 6 orang memiliki tingkat yang tinggi. Mungkin Anda bertanya apakah suatu hal yang sudah begitu umum, dapat menjadi  risiko kesehatan yang serius? Jawabannya adalah tentu saja.

\r\n

“Jika Anda melihat populasi orang, semakin tinggi kadar kolesterol, maka semakin tinggi tingkat penyakit jantung dan pembuluh darah,” kata Laurence Sperling, MD, kepala kardiologi preventif Fakultas Kedokteran Universitas Emory di Atlanta. Sesederhana itulah alasannya.

\r\n

Tubuh Anda memproduksi kolesterol, dan juga mendapatkannya dari luar ketika Anda makan telur, daging, dan produk susu. Ketika Anda memiliki lebih banyak kolesterol daripada yang dibutuhkan tubuh, maka kolesterol dapat menyebabkan plak yang menumpuk di arteri Anda. Plak yang tebal dan keras ini dapat menyumbat arteri Anda seperti pipa yang tersumbat, dan berkurangnya aliran darah dapat menyebabkan stroke atau serangan jantung.

\r\n\r\n

Bagaimana Kolesterol Tinggi Menyebabkan Serangan Jantung: jika ada sumbatan pada arteri koroner, jantung Anda mendapatkan terlalu sedikit darah dan oksigen. Tanpa oksigen yang cukup, jantung akan menjadi lemah dan rusak. Jika plak pecah, maka gumpalan darah dapat terbentuk di atas penumpukan tersebut sehingga menghambat aliran darah lebih jauh lagi. Atau gumpalan darah tersebut dapat pecah dan mengalir ke arteri di bagian lain dari tubuh. Jika sumbatan menghalangi aliran darah ke jantung Anda, maka  Anda akan terkena serangan jantung.

\r\n

Bagaimana Kolesterol Tinggi Menyebabkan Stroke: penumpukan plak juga dapat membuat otak Anda tidak mendapatkan cukup darah dan oksigen. Jika sumbatan terjadi pada pembuluh darah yang melayani otak Anda, maka  Anda akan terkena stroke.

\r\n

Kolestrol Tinggi dapat Menyebabkan Penyakit tanpa Gejala Sebelumnya

\r\n

Walaupun risiko kolesterol tinggi berbahaya, namun sekitar 1 dari 3 orang Amerika tidak melakukan tes kolesterol.  American Heart Association merekomendasikan pengecekan rutin kolesterol setiap 5 tahun.

\r\n

Biasanya kolesterol tinggi tidak membuat orang khawatir karena:

\r\n\r\n

    \r\n
  • Kolesterol tinggi tidak menimbulkan gejala-gejala. Jadi Anda tidak tahu Anda memiliki kolesterol tinggi, kecuali Anda melakukan tes kolesterol darah.
  • \r\n

  • Kolesterol tinggi tidak menyebabkan nyeri. Jadi Anda kemungkinannya lebih kecil untuk berobat atau terus mengkonsumsi obat penurun kolesterol Anda.
  • \r\n

\r\n

Dan juga risiko dari kolesterol tinggi tidaklah langsung. Kerusakannya terakumulasi selama bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun. Kolesterol tinggi pada usia 20-an dan 30-an dapat terasa efek kerusakannya pada saat Anda berusia 50-an dan 60-an. Karena efeknya perlu waktu, Anda mungkin tidak merasa penyakit ini mendesak untuk diobati. Anda mungkin berpikir bahwa Anda dapat menangani penyakit ini nanti, tetapi Anda bisa terlambat karena menunggu terlalu lama.

\r\n

Bagaimana Menurunkan Kadar Kolesterol?

\r\n

Anda dapat mengatasi kolesterol tinggi. Makan dengan pola makan sehat, berolahraga, dan minum obat sesuai anjuran dokter untuk menurunkan tingkat kolesterol Anda.

\r\n

Langkah pertama: Tanyakan kepada dokter Anda jika ini saatnya bagi Anda untuk melakukan tes kolesterol darah puasa. Jika hasilnya tinggi, tanyakan kepada dokter Anda, berapa angka ideal untuk Anda berdasarkan pada kesehatan pribadi dan faktor risiko Anda. Juga tanyakan seberapa sering Anda perlu melakukan tes.

\r\n

Standar level kolesterol yang baik adalah:

\r\n\r\n

    \r\n
  • LDL (kolesterol “jahat”) kurang dari 100 mg / dL. Jika Anda sudah memiliki penyakit jantung, maka Anda mungkin perlu menetapkan tujuan kadar LDL di bawah 70 mg / dL.
  • \r\n

  • HDL (kolesterol “baik”) 60 mg / dL atau lebih tinggi
  • \r\n

  • Trigliserida (jenis lain dari lemak berisiko dalam aliran darah Anda), kurang dari 150 mg / dL
  • \r\n

\r\n

Apa pun yang Anda lakukan, penting diingat agar jangan mengabaikan risiko dari kolesterol tinggi Anda dan jangan menunda pengobatan.

\r\n

Sumber: WebMD

Komentar

  • (will not be published)