Leptospirosis

Leptospirosis\r\n Oleh dr Sutopo Widjaja, MS

\r\n

Jakarta yang sedang dilanda banjir selain menimbulkan kerugian materi juga berpotensi memicu timbulnya penyakit,. Penyakit-penyakit yang bisa mewabah pada saat banjir bisa dibaca disini.

\r\n

Salah satu yang perlu diwaspadai adalah penyakit Leptospirosis. dr Sutopo Widjaja, MS, Ketua Tim Dokter Dokita yang juga adalah Kepala Bagian Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, menjawab pertanyaan member Dokita seputar Leptospirosis.

\r\n

1. Apa yang dimaksud dengan penyakit Leptospirosis ?\r\nLeptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh kuman golongan Leptospira yang menyerang hewan namun dapat juga ditularkan ke manusia.

\r\n\r\n

2. Bagaimana cara Leptospirosis ditularkan ?\r\nLeptospirosis terutama ditularkan lewat kulit yang terluka, namun juga dapat ditularkan lewat mulut, mata dan hidung.

\r\n

3. Bagaimana penyakit Leptospirosis disebarkan ?\r\nKarena kuman Leptospira dapat bertahan hidup cukup lama dalam ginjal hewan maka Leptospirosis terutama disebarkan oleh air seni hewan khususnya tikus yang sakit.

\r\n

4. Apa bahan yang bertindak sebagai sumber penularan ?\r\nLeptospirosis terutama ditularkan lewat air, makanan-minuman, tanah, lumpur yang terkontaminasi dengan air seni hewan yang sakit. Kuman Leptospira dapat bertahan hidup cukup lama dalam air, lumpur, tanah lembab dan tanaman.

\r\n

5. Selain tikus, hewan apakah yang juga berpotensi tertular dan menyebarkan Leptospirosis ?\r\nTikus adalah sumber penularan utama, hewan lain yang berpotensi menularkan Leptospirosis ialah kucing, anjing, sapi, domba dan babi

\r\n

6. Apakah Leptosspirosis juga dapat ditularkan dari manusia ke manusia ?\r\nWalupun kemungkinan ada, cara penularan manusia ke manusia sangat jarang terjadi. Secara medis Leptospirosis dapat ditularkan lewat ASI ibu yang sakit bahkan ke janin yang sedang dikandungannya.

\r\n

7. Siapakah yang beresiko tertular Leptospirosis ?\r\nYang beresiko tinggi tertular Leptospirosis adalah :

\r\n\r\n

    \r\n
  • Pekerja yang harus sering berkontak dengan air, tanah dan lumpur antara lain : pembersih selokan, petani, tukang kebon, peternak, personal militer
  • \r\n

  • Yang sering berkontak dengan hewan antara lain : pemilik hewan, dokter hewan
  • \r\n

  • Individu yang terpapar air yang terkontaminasi misalnya pada saat banjir
  • \r\n

  • Peserta wisata/camping yang berenang atau bermain di sungai/kolam/kebon yang terkontaminasi
  • \r\n

\r\n

8. Apakah gejala Leptospirosis ?\r\nTidak semua orang yang terkena Leptospirosis akan menunjukkan gejala.\r\nGejala baru timbul setelah lewat masa inkubasi sekitar 10 hari (2 – 30 hari) berupa :

\r\n\r\n

    \r\n
  • Demam tinggi sampai menggigil
  • \r\n

  • Nyeri kepala
  • \r\n

  • Nyeri otot khususnya di daerah betis
  • \r\n

  • Sakit tenggorokan
  • \r\n

  • Batuk
  • \r\n

  • Mual – muntah
  • \r\n

  • Diare
  • \r\n

\r\n

9. Bagaimana memastikan seseorang terkena Leptospirosis ?\r\nKarena gejala Leptospirosis tidak khas, mirip sakit tiphus, influenza, maka untuk memastikan apakah seseorang, termasuk hewan memang tertular Leptospirosis, dokter akan sarankan pemeriksaan air seni, darah dan cairan otak untuk mendeteksi adanya kuman atau antibody spesifik.

\r\n

10. Apakah komplikasi Leptospirosis ?\r\nKomplikasi Leptospirosis yang sangat berbahaya akan timbul bila kuman Leptospira berhasil menjalar dan merusak hati, ginjal, paru dan selaput otak berupa :

\r\n\r\n

    \r\n
  • Mata kuning karena radang hati (hepatitis)
  • \r\n

  • Radang selaput otak (meningitis)
  • \r\n

  • Radang ginjal sampai gagal ginjal
  • \r\n

  • Radang dan perdarahan paru
  • \r\n

  • Perdarahan karena pembuluh draha mudah pecah
  • \r\n

  • Kematian
  • \r\n

\r\n

11. Bagaimana pengobatan Leptospirosis ?\r\nPenderita yang diduga terkena Leptospirosis sebaiknya segera konsultasi dokter. Pengobatan Leptospirosis dapat berupa :

\r\n\r\n

    \r\n
  • Obat untuk menghilangkan gejala seperti demam, sakit kepala, batuk, mual, muntah dll
  • \r\n

  • Antibiotik untuk memusnahkan kuman Leptospira a.l. Amoksisilin, Doksisiklin, Eritromisin, Ciplofloksasin dll.
  • \r\n

\r\n

Bila telah teradi komplikasi maka penderita perlu segera dirawat di Rumah Sakit untuk mendapat pengobatan yang lebih lengkap.

\r\n

12. Bagaimana cara pencegahan Leptospirosis ?\r\nLangkah-langkah pencegahan dapat berupa :

\r\n\r\n

    \r\n
  • Pola hidup sehat
  • \r\n

  • Waspadai tikus sebagai sumber utama
  • \r\n

  • Hindari kontak dengan air seni hewan peliharaan
  • \r\n

  • Pakai sepatu kedap air bila berjalan di lumpur/genangan air
  • \r\n

  • Pakai sarung tangan bila berkebun
  • \r\n

  • Hindari berenang di air yang mungkin tercemar
  • \r\n

\r\n

Khusus bagi para pekerja yang sering kontak dengan air, ada beberapa hal tambahan yang mudah-mudahan membantu mencegah kena tular penyakit ini:

\r\n\r\n

    \r\n
  • Tutup luka dengan pembalut kedap air sebelum bekerja
  • \r\n

  • Sedapat mungkinn hindari kontak langsung dengan bahan penularan
  • \r\n

  • Pakai pelindung berupa sarung tangan, sepatu kedap air, masker, jubah.
  • \r\n

  • Mandi dan cuci tangan setelah kontak dengan bahan penularan
  • \r\n

  • Jangan makan/merokok sehabis kontak dengan bahan penularan
  • \r\n

  • Vaksinasi hewan peliharaan
  • \r\n

  • Bersihkan diri setelah kontak dengan hewan peliharaan
  • \r\n

  • Bersihkan kandang dan lingkungan sekitar secara berkala
  • \r\n

\r\nArtikel Terkait:\r\nMenjaga Kesehatan Saat Musibah Banjir Datang

Komentar

  • (will not be published)