Mata Bintitan

Mata Bintitan(Image courtesy of Carlos Porto / freedigitalphotos.net)

Mata Bintitan? Oh Tidak! Rasanya pasti tidak nyaman dan tidak percaya diri jika ada sesuatu di kelopak mata kita yang berbentuk seperti bisul.

Lindungi Mata Dari Bintitan

Selama ini kita sering mendengar istilah bintitan, yaitu adanya bisul kecil maupun besar di bagian kelopak mata. Bintitan dalam bahasa kedokteran dikenal dengan nama hordeolum, merupakan jenis infeksi atau peradangan pada kelenjar kelopak mata yang biasanya disebabkan oleh bakteri staphylococcus aureus. Gejala hordeolum ditandai dengan munculnya benjolan pada kelopak mata bagian atas maupun bawah, berwarna kemerahan, terkadang disertai dengan bintik putih atau kuning, dan terjadi pembengkakan kelopak mata. Benjolan ini semakin lama semakin besar dan menimbulkan rasa nyeri serta gatal bagi penderitanya.

Selain itu, munculnya benjolan juga menyebabkan mata mudah berair dan mengalami kesulitan saat berkedip. Hordeolum terbagi menjadi dua jenis, yaitu hordeolum interna dan eksterna. Hordeolum interna terjadi pada kelenjar meibom, dimana benjolan mengarah ke konjungtiva (selaput kelopak mata bagian dalam). Sedangkan hordeolum eksterna terjadi pada kelenjar zeis dan moll, dimana benjolan mengarah ke palpebra (kulit kelopak mata bagian luar). Hordeolum tergolong ke dalam jenis penyakit yang bersifat self limiting disease, yaitu dapat sembuh dengan sendirinya tanpa meninggalkan bekas sedikitpun. Umumnya, hordeolum akan sembuh dalam kurun waktu 1 – 2 minggu, tergantung dari cara perawatannya.

Bintitan (hordeolum) dapat disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah kebersihan daerah sekitar mata yang kurang terjaga dengan baik. Penderita hordeolum sebaiknya mengurangi frekuensi berada di luar rumah agar terhindar dari debu dan polusi udara. Penggunaan make up di daerah sekitar mata dan lensa kontak juga perlu dihentikan selama masa pengobatan. Kompres bagian mata yang mengalami hordeolum dengan air hangat selama 10 menit sebanyak 4 – 6 kali dalam sehari. Air hangat ini berfungsi untuk mengurangi rasa nyeri dan gatal yang timbul. Hindari mengeluarkan nanah dari hordeolum dengan cara memencet, biarkan hordeolum pecah dengan sendirinya. Setelah hordeolum pecah, bersihkanlah secara hati-hati dengan air hangat dan kapas agar tidak terjadi infeksi berulang.

Apabila kondisi hordeolum bertambah parah dan menyebar, mintalah obat antibiotik berupa salep, tetes mata, atau obat minum pada dokter untuk membunuh bakteri yang menyebabkan infeksi tersebut. Kondisi bintitan akan sangat menggangu kenyamanan dan kepercayaan diri kita dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu lakukan cara-cara berikut ini untuk mencegah terjadinya bintitan pada mata:

  1. Pola hidup sehat. Munculnya hordeolum bisa kita cegah dengan menerapkan pola hidup sehat dan bersih. Cara yang paling mudah adalah dengan membiasakan diri mencuci tangan sebelum atau setelah beraktivitas. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun merupakan salah satu upaya untuk membasmi kuman penyebab penyakit.
  2. Hindari menggosok mata dengan tangan. Tanpa disadari benda-benda yang kita sentuh merupakan sarang kuman penyakit, contohnya seperti pulpen, handphone, keyboard, dan lain-lain. Oleh karena itu, saat mata terasa gatal atau lelah, hindari menggosok mata dengan tangan. Sebaiknya usap perlahan saja dengan menggunakan tissue atau handuk bersih untuk mencegah kotoran masuk ke dalam mata.
  3. Make up. Bersihkan sisa-sisa make up pada wajah sampai benar-benar bersih. Perhatikan juga tanggal kadaluarsa pada make up yang akan kita pakai dan jagalah kebersihan alat-alat make up agar tidak terkontaminasi oleh kuman.
  4. Jaga kebersihan mata. Daerah di sekitar kelopak mata harus rutin dibersihkan agar tidak ada debu dan minyak yang menumpuk. Saat berada di lingkungan berdebu, gunakanlah kacamata pelindung agar mata tidak mudah terkena iritasi.
  5. Istirahat yang cukup. Mata kita membutuhkan waktu istirahat yang cukup. Oleh karena itu, pejamkanlah mata selama beberapa menit ketika mulai terasa lelah. Kondisi mata yang terlalu lelah akibat kurang tidur dan banyaknya aktivitas dapat memicu terjadinya hordeolum.

Teks: Megah Ria

4 Komentar untuk “Mata Bintitan”

  1. gima

    dok…
    mata saya juga bintitan……..
    memang gatal,dan mengeras juga sudah berbulan-bulan hampir setaun dok, tidak mengecil dok amalah mengeras dan sedikit lebih besar dari yang dulu ,
    apa berbahaya?
    bagaimana apa masih bisa diobati harus jalan operasi
    terimakasih

    Reply
    • admin

      Selamat Pagi,

      Terima kasih sudah mengunjungi Dokita.
      Dari data yang disampaikan, terkesan kondisi sudah kronis sehingga tindakan operasi seharusnya adalah solusi yang terbaik. Namun tentunya perlu dievaluasi dulu oleh pakar. Karena itu sebaiknya segera periksa ke dokter spesialis mata untuk evaluasi.

      Salam Sehat Selalu,

      Tim Dokita.
      Jangan lupa untuk berbelanja sehat di store kami http://www.dokita.co/store

      Reply
  2. Nurul

    Halo Dok,

    Bayi saya berumur 4 bulan saat ini sedang terkena bintitan interum (bagian dalam) di kelopak matanya.
    Sabtu besok tgl 8 Febuari 2014 genap 1 minggu pengobatan matanya dengan obat tetes mata LFX Minidose 3×1 hari 1 tetes.

    Peradangan merahnya sudah tidak adalagi, tetapi bintilnya masih ada. Waktu pertama kunjungan ke Dokter Spesialis Matanya sempat blg ini sudah 1 minggu sudah agak mengeras, sedangkan baru terlihat bintilnya 3 hari koq, makanya saya bingung koq diblg sudah 1 minggu?

    Saya takut dengan artikel yg mengatakan harus diinsisi, termasuk Dokter Mata anak saya itu apabila dlm 2 minggu belum kempis jg.

    Pertanyaan saya:
    1. Apakah msh ada kemungkinan bintil di dalam kelopak matanya hilang sendiri tanpa harus pecah atau diinsisi (disayat) ?
    2. Apakah apabila pecah sendiri nanahnya kena mata akan ada efek buruknya??

    Sekian dan saya harap mendapat jawaban yang memuaskan dari Tim Dokter Dokita yaaa..

    Trims.

    Reply
    • admin

      Selamat Siang,

      Terima kasih sudah mengunjungi Dokita.
      1) Hal ini tergantung keadaan. Kalau setelah dengan pengobatan bintilan, namun tetap tak mau hilang, mungkin tindakan incisi adalah yang terbaik.
      2) Sepanjang ada obat yang diminum dan digunakan sesuai anjuran dokter ahli, tak akan ada masalah.
      Memang setiap tindakan pasti ada indikasi dan faktor risiko masing-masing. Oleh karena itu, kami sarankan agar Anda tetap periksa ke dokter spesialis mata yang menangani anak Anda untuk evaluasi dan mendapatkan tindakan yang tepat.

      Maaf, untuk tanya jawab kesehatan Dokita selanjutnya, akan dijawab melalui aplikasi Android kami. Mohon dapat di unduh dan registrasi untuk mengirim pertanyaan di: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.andtechnology.dokterkita
      Terima kasih

      Salam Sehat Selalu,

      Tim Dokita.
      Jangan lupa untuk berbelanja sehat di store kami http://www.dokita.co/store

      Reply

Komentar

  • (will not be published)

 

E-Klinik E-Klinik