Memahami Hasil Tes Kreatinine dalam Darah dan Urin

Memahami Hasil Tes Kreatinine dalam Darah dan Urin\r\nmemahami-hasil-tes-kreatinine-dalam-darah-dan-urin

\r\n

Tes – Tes ini (Tes Kreatinine untuk Mengetahui Kesehatan Ginjal) dapat membantu kita mengetahui seberapa baik kinerja ginjal kita.

\r\n

Tes pembersihan kreatinine ini diukur dengan cara menghitung jumlah kreatinine dalam urin dan darah dan dalam jumlah urin yang dibuang dalam waktu 24 jam. Nilai ini adalah jumlah kreatinine yang dibersihkan di dalam darah per menit , bergantung pada ukuran badan anda.

\r\n

Angka yang akan diberikan dalam artikel ini hanyalah sebagai petunjuk umum dan dapat bervariasi dari laboratorium yang satu ke laboratorium yang lain, dan laboratorium anda dapat memberikan hasil yang berbeda untuk kategori normal.

\r\n

Ada kemugkinan, hasil tes darah anda berada di luar angka normal bila dibandingkan dengan angka yang dicantumkan pada artikel ini, namun masih termasuk normal bagi Laboratorium anda.

\r\n\r\n

Range Normal Tes Darah Kreatinine dan Tes pembersihan Kreatinine

\r\n

Tes Darah Kreatinine :

\r\n

Laki – Laki : 0.6 -1.2 milligrams per deciliter (mg/dL) atau 71- 106 micromoles per liter (mcmol/L)\r\nPerempuan : 0.4-1.0 mg/dL atau 36-90 mcmol/L

\r\n

Tes Pembersihan Kreatinine :

\r\n

Laki-laki (Kurang dari 40 Tahun) : 107-139 mililiters per menit (mL/min) atau 1.8 -2.3 mililiters per detik (mL/sec)\r\nPerempuan (kurang dari 40 Tahun) : 87-107 mL/min atau 1.5-18 mL/sec

\r\n

Rasio BUN – Kreatinine : 10:1 s/d 20 :1

\r\n

Range Tinggi

\r\n

Bila hasil tes darah kreatinine tinggi, dapat menandakan adanya kerusakan ginjal yang serius atau komplikasi penyakit. Kerusakan ginjal ini dapat disebabkan oleh infeksi mematikan, shock, kanker atau aliran darah yang rendah ke ginjal. Kondisi lainnya adalah terhalangnya urinary tract (disebabkan oleh batu ginjal), gagal jantung, dehidrasi atau kehilangan darah dalam jumlah besar yang menyebabkan shock, kondisi otot yang tidak normal (seperti rhabdomyolysis, gigantism, acromegaly, myastehnia gravismuscular dystrophy, dan polymyositis). Biasanya tingginya kadar kreatinine berarti Kadar Pembersihan Kreatinine dalam tubuh lebih kecil dari biasanya.

\r\n

Tes Kadar pembersihan Kreatinine tinggi biasanya terjadi karena olah raga yang berlebihan, kerusakan otot, terbakar, keracunan karbonmonoksida, kehamilan dan hypothyroidism.

\r\n

Tes Rasio BUN – Kreatinine. Tingginya kadar rasio ini terjadi bersamaan dengan gagal ginjal, yang dapat disebabkan oleh shock atau dehidrasi yang serius. Terhalangnya Urinary Tract (Seperti Batu Ginjal) juga dapat menyebabkan tingginya Rasio BUN – Kreatinine. Jika angka rasio ini terlalu\r\ntinggi dapat menyebabkan pendarahan di Digestive tract atau Respiratory tract.

\r\n

Range Rendah

\r\n

Bila kadar kreatinine dalam darah rendah, dapat berarti massa otot yang rendah disebabkan oleh penyakit seperti Muscular dystrophy atau disebabkan oleh penuaan. Angka yang rendah ini dapat juga berarti beberapa tipe penyakit liver yang berat, diet rendah protein atau kehamilan.

\r\n

Bila hasil tes Pembersihan Kreatinine rendah, ini bisa menandakan adanya kerusakan ginjal yang parah. Kondisi seperti infeksi serius, shock, kanker, aliran darah yang lemah ke ginjal atau terhalangnya Urinary Tract.

\r\n

Rasio BUN – Kreatinine yang rendah dapat berarti diet rendah protein atau kerusakan otot yang parah (Rhabdomyolysis), kehamilan, cirrhosis, atau SIADH (Syndrome of inappropriate antidiuretic hormone secretion). SIADH ini kadang terjadi bersamaan dengan penyakit paru-paru, kanker dan penyakit pada pusat sistem saraf dan penggunaan obat-obatan tertentu

\r\n

Apa Yang Mempengaruhi Tes Tersebut

\r\n\r\n

    \r\n
  1. Mengkonsumsi obat-obatan seperti methyldopa, trimethoprim (proloprim, trimpex), Vitamin C (Ascorbic Acid), Cimetidine (Tagamet), Cephalosporin antibiotik, terutama Cefoxitin (Mefoxin). Obat-obatan ini mempengaruhi kadar kreatinine dalam darah
  2. \r\n

  3. Mengkonsumsi obat-obatan seperti Vitamin C (Ascrobic Acid), Phenytoin (Dilantin), Antibiorik Cephalosporin, Captopril, aminoglycosides, Trimethoprim (Proploprim, Trimpex), Cimetidine (Tagamet), quinine, quinidine (Cardioquin, Quinaglute, Quinidex), procainamide, dan Antifungal Amphotericin B. Obat-obatan ini dapat mempengaruhi Kadar Pembersihan Kreatinine.
  4. \r\n

  5. Mengkonsumsi obat-obatan seperti Steroids, antibiotik Tetracycline. Obat-obatan ini dapat mempengaruhi Rasio BUN -Kreatinine
  6. \r\n

  7. Tidak mengumpulkan seluruh urin anda selama Tes Urin 24 Jam
  8. \r\n

  9. Melakukan olahraga berlebihan selama 2 hari sebelum Tes Pembersihan Kreatinine
  10. \r\n

  11. Makan lebih dari 227 gram daging, terutama daging sapi, dalam waktu 24 jam sebelum Tes kreatinine dalam darah dan selama tes pembersihan kadar kreatinine.
  12. \r\n

\r\n

Apa Yang Perlu Diingat

\r\n

Tingginya kadar kreatinine dalam darah biasanya dilihat bersamaan dengan rendahnya Kadar Pembersihan Kreatinine karena kreatinine dalam darah biasanya dibuang oleh ginjal. Jika ginjal tidak sanggup membuang kreatinine (kadar kreatinine rendah dalam urin) , maka kadar kreatinine dalam darah menjadi tinggi.

\r\n

Jika anda sedang hamil, Dokter anda dapat mengecek jumlah kreatinine dalam Amniotic Fluid untuk melihat bagaimana perkembangan ginjal anak anda. Hal ini akan sangat membantu apabila ada kemungkinan bayi anda prematur. Bayi yang memiliki ginjal yang sudah dewasa akam memiliki kadar kreatinine yang lebih tinggi ketimbang Bayi yang ginjalnya masih berkembang.

\r\n

Kadar kreatinine yang normal dalam darah tidak serta merta berarti tidak ada penyakit ginjal. Untuk inilah Tes Rasio BUN –  Kreatinine diperlukan.

\r\n

Sumber: WebMD

1 Komentar untuk “Memahami Hasil Tes Kreatinine dalam Darah dan Urin”

Komentar

  • (will not be published)