Mencret (Diare)

Mencret (Diare)Oleh: dr. Sutopo Widjaja, MS.

Fb, laki, 2 tahun diantar orang tua berobat ke rumah sakit karena sejak kemaren sering BAB, bentuk cair, sudah 8 kali sehari, badannya demam dan kondisi mulai tampak lemas. Dokter mengatakan badan Fb sudah mulai kekurangan cair, untuk mengurangi risiko, disarankan untuk rawat inap.

Diare masih menjadi masalah kesehatan di seluruh dunia. Data pada tahun 2004 menunjukkan ada sekitar 2,5 milyar penderita diare yang mengakibatkan 1,5 juta penderita meninggal dunia terutama anak balita. Lebih dari separoh korban berasal dari Afrika dan Asia Selatan. Diare adalah penyebab kematian kedua pada bayi (16 %) setelah radang paru (17 %).

Kapan Seseorang Dikatakan Sakit Diare ?

Dikatakan sakit diare kalau frekuensi BAB (Buang Air Besar) nya lebih dari tiga kali sehari dengan bentuk tinja yang lembek sampai cair.

Bagaimana Proses Terjadinya Diare ?

Normalnya, makanan dan minuman yang kita konsumsi akan diproses di lambung, usus dua belas jari dan usus kecil bagian pangkal oleh asam lambung, enzym yang dibuat oleh pankreas dan cairan empedu. Kemudian bahan gizi dan cairan yang telah selesai diproses akan diserap oleh usus kecil dan usus besar sehingga bentuk tinja makin lama makin padat.

Diare terjadi kalau ada gangguan di saluran pencernaan, bisa akibat sekresi cairan berlebihan, gangguan penyerapan atau karena gerakan usus terlalu cepat sehngga waktu penyerapan terganggu.

Ada Berapa Jenis Diare ?

Diare dibagi menjadi dua golongan :

  1. Diare akut (timbul mendadak), yaitu diare yang berlangsung kurang dari satu minggu.
  2. Diare kronis (menahun), bila diare berlangsung lebih dari tiga minggu.

Apa Penyebab Diare Akut ?

Penyebab diare akut ialah :

  1. Infeksi, bisa virus, bakteri atau parasit
  2. Keracunan makanan, terutama makanan yang tidak disimpan dengan baik sehingga kuman berkesempatan tumbuh kembang dan mengeluarkan racun
  3. Obat, bisa akibat alergi antara lain, yang mengandung antibiotik , magnesium dan pemanis sorbitol atau mannitol

Apa Penyebab Diare Kronis ?

Penyebab diare kronis ialah :

  1. Intoleransi makanan antara lain: intoleransi laktose susu, frukose, lemak dan sebagainya
  2. Penyakit peradangan usus antara lain: colitis ulseratif (radang di usus besar), penyakit Crohn dan sebagainya
  3. Infeksi parasit antara lain: Giardia
  4. Penyakit hormonal antara lain: hipertitoid
  5. Irritable bowel syndrome (usus yang mudah terangsang)
  6. Pemakai obat pencahar (laksatif) yang tidak wajar
  7. Kanker usus

Apa Gejala-Gejala Diare ?

Gejala diare tergantung penyebabnya, namun secara umum ditandai :

  1. BAB yang sering, lebih dari tiga kali sehari.
  2. Bentuk tinja yang lembek dan cair. Pada kelainan tertentu misalnya infeksi disentri, colitis ulseratif, kanker usus bisa disertai lendir dan darah
  3. Perut mules sampai kramp
  4. Demam, terutama pada diare akibat infeksi kuman
  5. Kembung
  6. Mual dan muntah
  7. Lemas

Bagaimana Mendiagnosis Diare ?

Umumnya didiagnosis berdasarkan keluhan dan gejala yang disampaikan penderita. Untuk memastikan penyebab, dokter akan menganjurkan beberapa tes penunjang antara lain: pemeriksaan darah dan tinja. Pada kasus tertentu, khususnya pada diare kronis, dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan khusus seperti teropong lambung dan usus (Gastroendoskopi, colonoskopi), biopsi jaringan dan tes intoleransi terhadap makanan tertentu.

Apakah Komplikasi yang Berbahaya pada Penderita Diare ?

Komplikasi yang serius ialah dehidrasi (kekurangan cairan) dan gangguan keseimbangan elektrolit (mineral) khususnya Kalium dan Natrium yang dapat berakibat kematian, khususnya pada bayi, anak balita dan para lansia.

Bagaimana Penggelolaan Diare ?

Penggelolaan yang dilakukan terutama difokuskan untuk mencegah dan mengatasi ancaman dehidrasi, gangguan keseimbangan elekrolit dan sedapat mungkin menghilangkan sumber pemicu/penyebab diare, meliputi :

  1. Pemberian cairan pengganti baik secara oral (antara lain: Oralit) maupun melalui infus vena
  2. Pemberian obat antara lain:
    • Obat yang dapat menyerap air di usus (absorbents) antara lain: attapulgit dan polikarbofil
    • Obat untuk mengurangi gerakan usus antara lain: loperamid (Imodium) dan senyawa Bismuth
    • Antibitotika, khususnya untuk infeksi kuman dan parasit.
  3. Pemberian enzyme pencernaan
  4. Pemberian suplemen yang menggandung Zinc (tidak untuk bayi dibawah usia 6 bulan)
  5. Pemberian Probiotik yang mengandung Lactobacillus antara lain: yogurt, keju, tempe dan lain-lain.

Apakah Penderita Diare Harus Pantang Makan dan Minum ?

Tidak, bayi yang diare tetap diberi ASI dan susu pengganti seperti biasa kecuali ada lactose intolerans maka perlu diganti susu rendah lactose. Anak dan orang dewasa tetap makan dan minum seperti biasa dengan sedapat mungkin menghindari makanan yang banyak lemak dan minuman yang mengandung perangsang seperti kopi, softdrink.

Apa Tanda Diare yang Berpotensi Berbahaya Sehingga Harus Segera Konsultasi Ke Dokter ?

Diare yang disertai tanda-tanda dibawah, yaitu :

  1. Demam tinggi
  2. Sakit perut yang sedang sampai hebat
  3. Diare disertai lendir dan darah
  4. Telah ada tanda dehidrasi sedang atau berat antara lain: mata dan pipi cekung, mulut kering, kulit kering, haus, jarang kencing dan kencing warna gelap.

Wanita hamil, bayi dan anak balita yang menderita diare lebih berpotensi timbul komplikasi serius sehingga sebaiknya segera konsultasi dokter.

Bagaimana Mencegah Terjadinya Diare ?

Diare dapat dicegah dengan :

  1. Mengolah dan menyimpan makanan/minuman secara higienis
  2. Selalu menjaga kebersihan tangan sebelum sarapan
  3. Menghindari makanan yang disajikan dalam kondisi mentah
  4. Menghindari makanan yang diketahui dapat memicu intoleransi

Komentar

  • (will not be published)

 

E-Klinik E-Klinik