Mengelola Osteoporosis dan Kesehatan Tulang

Osteoporosis Secara Sekilas\r\nOsteoporosis atau kondisi “tulang rapuh” dapat dialami baik perempuan dan laki-laki. Apabila Anda mengalami osteoporosis, maka kondisi ini menyebabkan tulang menjadi lemah dan lebih mudah pecah. Kondisi ini harus ditanggapi dengan serius. Sekitar setengah dari semua wanita yang melewati usia 50 akan menderita patah tulang akibat osteoporosis. Hal ini seringnya sedikit kurang mempengaruhi pada pria. Meski begitu, diperkirakan satu dari empat pria akan mengalami patah tulang karena osteoporosis juga.

\r\n

Berikut ini beberapa hal yang perlu Anda ketahui, dari faktor risiko, sampai diagnosis dan pengobatan serta tips memeriksa gaya hidup Anda untuk melihat apakah Anda dapat mengurangi risiko dengan meningkatkan kebiasaan Anda.

\r\n

Faktor Risiko Osteoporosis

\r\n

Dokter mengetahui bahwa ada beberapa orang yang berpeluang lebih besar mengalami osteoporosis karena faktor risiko tertentu. Beberapa faktor risiko tidak dapat Anda kendalikan, seperti 1. usia karena osteoporosis lebih mungkin terjadi pada orang tua, 2. peluang wanita lebih besar dibandingkan pria untuk mendapatkan osteoporosis.

\r\n

Riwayat keluarga juga meningkatkan kemungkinan Anda mengalami osteoporosis. Kondisi ini mungkin tidak didiagnosis pada orang tua Anda. Namun, jika salah satu atau keduanya memiliki turunya tinggi badan secara signifikan, maka mereka mungkin mengalami patah tulang di tulang belakang, dan hal tersebut bisa saja hasil dari osteoporosis.

\r\n

Jika Anda memiliki rangka yang kecil dan tipis, maka Anda lebih mungkin untuk mendapatkan osteoporosis.

\r\n

Kesehatan Tulang dan Kebiasaan Gaya Hidup Anda

\r\n

Kebiasaan sehari-hari Anda, baik yang bagus ataupun buruk, akan mempengaruhi kesehatan tulang. Bagaimana dengan kebiasaan Anda?

\r\n\r\n

    \r\n
  • Vitamin D dan kalsium. Tidak mendapatkan vitamin D atau kalsium yang cukup dapat melemahkan tulang. National Osteoporosis Foundation merekomendasikan orang dewasa di bawah usia 50 mendapatkan 400-800 IU vitamin D dan 1.000 mg kalsium sehari. Mereka yang berada diatas usia 50 tahun dan lebih tua harus mendapatkan 800-1,000 IU vitamin D dan 1.200 mg kalsium sehari.
  • \r\n

  • Buah-buahan dan sayuran. Makan banyak buah-buahan dan sayuran akan menyediakan asupan magnesium, kalium, dan vitamin K, dimana semua hal tersebut baik untuk kesehatan tulang.
  • \r\n

  • Protein. Jumlah yang sangat tinggi diluar protein hewani susu dapat melemahkan tulang. Asupan protein yang cukup sangat penting bagi kesehatan tulang. Tanyakan kepada dokter Anda mengenai jumlah yang tepat sesuai dengan berat badan dan tingkat aktivitas Anda.
  • \r\n

  • Kafein. Bila dikonsumsi secara berlebihan, kafein bisa mengancam kesehatan tulang.
  • \r\n

  • Alkohol. Asupan alkohol berlebih dapat menurunkan pembentukan tulang. Jika Anda mabuk akibat alkohol, Anda lebih mungkin untuk jatuh. Pada orang tua, jatuh dapat terkait dengan patah tulang.
  • \r\n

  • Tingkat aktivitas. Aktivitas fisik dapat membantu menjaga tulang kuat. Jika Anda tidak suka berolahraga, minta bimbingan ke dokter Anda untuk melakukan latihan menahan beban, misalnya berjalan cepat. Tanyakan tentang angkat beban atau latihan penguatan otot yang lain. Kedua jenis tersebut baik bagi tulang Anda.
  • \r\n

  • Merokok. Perokok lebih sedikit menyerap kalsium, dah hal tersebut tentu buruk bagi tulang.
  • \r\n

\r\n

Uji dan Diagnosis Osteoporosis

\r\n

Untuk membuat diagnosis, dokter biasanya akan mengambil riwayat medis lengkap, melakukan tes kepadatan tulang, dan tes lainnya jika diperlukan.

\r\n

Selama pengujian, dokter Anda akan:

\r\n\r\n

    \r\n
  • Melihat usia Anda, mempertimbangkan apakah wanita telah menopause, apakah Anda pernah patah tulang sewaktu dewasa, sejarah keluarga Anda sendiri, dan kebiasaan Anda seperti minum, makan, dan olahraga.
  • \r\n

  • Menanyakan tentang obat apa yang Anda ambil. Beberapa obat, seperti kortikosteroid yang digunakan jangka panjang, dapat berpengaruh buruk bagi kesehatan tulang.
  • \r\n

  • Mengukur tinggi badan Anda untuk melihat apakah Anda kehilangan ketinggian. Dokter akan memeriksa tulang belakang Anda. Jika abnormal membentuk kurva ke depan, bisa menjadi tanda bahwa Anda sudah memiliki patah tulang belakang akibat osteoporosis.
  • \r\n

\r\n

Hasil tes kepadatan tulang akan membantu dokter memutuskan apakah Anda mengalami osteoporosis. Tes ini noninvasif dan bisa mengukur kepadatan tulang di pinggul dan tulang belakang.

\r\n

Dokter Anda kemudian melihat hasilnya, membandingkan dengan standar yang ada, dan dapat menentukan apakah Anda memiliki kepadatan tulang yang rendah yang dikenal sebagai osteopenia, atau bahkan tulang lebih lemah, dan osteoporosis.

\r\n

Pengobatan Osteoporosis

\r\n

Obat perawatan tulang dapat membantu kesehatan tulang Anda. Obat ini membantu mempertahankan kepadatan tulang dan dapat mengurangi risiko patah tulang.

\r\n

Contoh-contoh obat bifosfonat meliputi:

\r\n\r\n

    \r\n
  • alendronate (Fosamax)
  • \r\n

  • ibandronate (Boniva)
  • \r\n

  • risedronate (Actonel, Atelvia)
  • \r\n

  • zoledronic acid (Reclast)
  • \r\n

\r\n

Beberapa piilihan obat lain untuk melindungi dari kehilangan tulang meliputi:

\r\n\r\n

    \r\n
  • raloxifene (Evista): obat seperti estrogen, yang memperlambat kehilangan tulang dan membantu meningkatkan ketebalan tulang.
  • \r\n

  • teriparatide (Forteo): bentuk sintetis dari hormon paratiroid bagi penderita osteoporosis yang dianggap beresiko tinggi mengalami patah tulang berdasarkan penilaian dokter.
  • \r\n

\r\n

Jika Anda mulai menggunakan obat perawatan tulang, maka pastikan dokter Anda tahu semua obat-obatan lain yang Anda gunakan. Hal ini karena beberapa obat dapat mempengaruhi tulang, dan dokter Anda mungkin menginginkan Anda beralih ke obat lain atau menyesuaikan dosisnya.

\r\n

Jika Anda mengambil bifosfonat, Anda mungkin akan beralih ke obat lain setelah lima tahun. Hal ini untuk menghindari risiko, meskipun rendah, dari mendapatkan patah tulang paha yang terkait akibat penggunaan jangka panjang bifosfonat.

\r\n

Apa yang Diharapkan Setelah Patah Tulang

\r\n

Patah tulang akibat osteoporosis sering terjadi pada pinggul pergelangan tangan, dan / atau tulang belakang. Patah tulang pinggul sering membutuhkan operasi. Patah tulang pergelangan tangan mungkin memerlukan pembungkus dan / atau pembedahan.

\r\n

Patah tulang belakang adalah yang paling umum. Sekitar 700.000 patah tulang belakang terjadi dalam setahun. Tulang yang lemah dapat menyebabkan patah tulang tekanan pada vertebrae, tulang yang membentuk tulang belakang Anda. Seiring waktu, patah tulang ini dapat mengubah kekuatan dan bentuk tulang belakang Anda. Anda mungkin kehilangan ketinggian. Patah tulang belakang kadang-kadang dapat menyebabkan sakit punggung kronis. Tulang yang lembut dan lemah adalah akar dari masalah osteoporosis.

\r\n

Pilihan Pereda Rasa Sakit untuk Patah Tulang

\r\n

Obat pereda sakit dan terapi lain dapat membantu. Pilihannya meliputi:

\r\n\r\n

    \r\n
  • Aspirin atau acetaminophen (Actamin, Anacin AF, Tylenol).
  • \r\n

  • Obat non steroid anti inflamasi. Contohnya adalah ibuprofen (Advil, Dolgesic, Motrin, Nuprin) dan naproxen (Aleve, Anaprox, Naprelan, Naprosyn). Keduanya dapat mengurangi rasa sakit dan pembengkakan/peradangan.
  • \r\n

  • Jika Anda membutuhkan obat penghilang rasa sakit yang lebih kuat, dokter dapat meresepkan obat nyeri opioid, seperti kodein atau morfin. Namun, dokter dapat mencegah Anda untuk terus menggunakan obat-obat tersebut untuk jangka panjang.
  • \r\n

  • Melakukan kompres dingin atau panas ke tempat yang sakit dapat membantu mengurangi rasa sakit. Anda dapat atur pada suhu berapa terasa terbaik.
  • \r\n

  • Terapi fisik dapat membantu Anda belajar bagaimana bergerak dengan baik dan mengurangi risiko patah tulang.
  • \r\n

\r\n

Dua prosedur bedah, keduanya termasuk bedah invasif minimal, dapat dilakukan untuk patah tulang yang terkait dengan sakit punggung:

\r\n\r\n

    \r\n
  • Kyphoplasty melibatkan memasukkan balon untuk memperluas vertebrae¬†yang retak. Ruang yang diciptakan oleh balon tersebut kemudian diisi dengan semen tulang. Setelah selesai, maka balon ditarik.
  • \r\n

  • Vertebroplasti melibatkan injeksi semen, namun tanpa menggunakan balon.
  • \r\n

\r\n

Ketika mempertimbangkan prosedur ini, Anda perlu mendiskusikan manfaat dan risikonya dengan dokter Anda. Prosedur tersebut dapat memiliki risiko yang signifikan, seperti semen bocor, dan efek samping lain seperti kerusakan jaringan, gumpalan darah di paru-paru, dan gagal pernafasan. Namun, dengan dioperasi, dapat memberikan penghilang rasa sakit jika pasien merupakan kandidat yang baik untuk prosedur tersebut.

\r\n

Komplikasi Patah Tulang Pada Osteoporosis

\r\n

Patah tulang akibat osteoporosis dapat mengganggu aktivitas sehari-hari seperti membungkuk, menuruni tangga, atau memasak. Pengobatan yang tepat, terapi fisik, dan komitmen Anda untuk gaya hidup sehat dapat meningkatkan kesejahteraan Anda.

\r\nSumber: WebMD\r\n\r\nArtikel terkait:\r\nSekilas Fakta Mengenai Osteoporosis\r\nOsteoporosis\r\nPenyebab Osteoporosis\r\nPenyebab Fraktur Kompresi Tulang Belakang\r\nPemeriksaan Kepadatan Mineral Tulang (Bone Mineral Density Scan)\r\nMakanan Super untuk Tulang Anda

6 Komentar untuk “Mengelola Osteoporosis dan Kesehatan Tulang”

Komentar

  • (will not be published)