Mengobati Tinnitus

Mengobati Tinnitus - 1 (Image courtesy of Praisaeng / FreeDigitalPhotos.net )

Apa Penyebab Tinnitus Saya?

Untuk menentukan apakah ada kondisi medis yang menyebabkan tinnitus Anda, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik umum, termasuk juga pemeriksaan telinga Anda secara seksama. Beritahu juga semua obat yang sedang Anda gunakan ke dokter Anda. Hal ini karena tinnitus dapat merupakan efek samping dari beberapa obat.

Jika sumber masalahnya masih belum jelas, maka Anda dapat direferensikan ke otologist atau otolaryngologist (keduanya merupakan spesialis telinga) atau audiologist (spesialis pendengaran) untuk tes pendengaran dan saraf. Anda mungkin juga diberikan tes pendengaran yang disebut audiogram sebagai bagian dari pemeriksaan Anda. Teknik pencitraan seperti MRI atau CT scan, juga mungkin dianjurkan untuk memeriksa kemungkinan masalah struktural.

Bagaimana Mengobati Tinnitus?

Jika tinnitus merupakan gejala dari kondisi medis, maka langkah pertamanya adalah untuk mengobati kondisi medis tersebut. Tetapi jika tinnitus menetap setelah perawatan, atau merupakan dampak dari paparan suara keras, ahli profesional kesehatan akan merekomendasikan berbagai pilihan perawatan non-medis yang dapat membantu mengurangi atau mengurangi suara yang tidak diinginkan (Lihat bagian Masking Devices di bawah). Kadang-kadang tinnitus dapat hilang dengan sendirinya tanpa intervensi sama sekali. Namun perlu diketahui bahwa apapun penyebab tinnitus, tidak semua tinnitus dapat dihilangkan atau dikurangi.

Jika Anda mengalami kesulitan untuk beradaptasi dengan tinnitus Anda, mungkin konseling dan support group dapat membantu Anda. Coba tanyakan ke dokter Anda untuk rujukan.

Jika penyebab tinnitus adalah kotoran telinga yang berlebihan, dokter akan membersihkan telinga Anda dengan menghisap menggunakan alat dengan lengkungan kecil yang disebut kuret, atau dengan lembut menyiram keluar menggunakna air hangat.

Jika Anda menderita infeksi telinga, mungkin Anda diberikan resep obat tetes telinga yang mengandung hydrocortisone untuk membantu meringankan rasa gatal dan antibiotik untuk melawan infeksi.

Tindakan bedah mungkin diperlukan pada kasus yang jarang seperti tumor, kista, atau otosklerosis (yaitu penumpukan kalsium pada tulang telinga).

Jika tinnitus adalah dampak dari sindrom temporomandibular joint (TMJ), dokter mungkin akan merujuk Anda ke orthodontist atau spesialis dokter gigi lain untuk perawatan yang tepat.

Obat-obatan untuk Tinnitus

Banyak obat-obatan telah diteliti untuk mengobati tinnitus. Bagi beberapa orang, pengobatan dengan obat anti-kecemasan dosis rendah, misalnya Valium atau antidepresan seperti Elavil, dapat membantu mengurangi tinnitus. Lidocaine, yaitu obat yang digunakan untuk mengobati jenis tertentu irama jantung abnormal, telah menunjukkan dapat meringankan tinnitus bagi sebagian orang, tetapi obat ini harus diberikan secara intravena atau langsung ke telinga tengah agar efektif.

Alat Bantu Dengar

Jika tinnitus disertai dengan gangguan pendengaran, maka alat bantu dengar dapat membantu.

Masking Devices

Banyak orang memperoleh manfaat dari masker tinnitus, yaitu perangkat mirip alat bantu dengar yang memainkan suara yang lebih menyenangkan dibandingkan suara internal yang dihasilkan tinnitus. Instrumen tinnitus adalah perangkat yang lebih baru dan merupakan kombinasi dari alat bantu dengar dan masker.

Tinnitus Retraining Therapy (TRT)

TRT menggunakan kemampuan alami otak untuk “Habituasi / membiasakan”  untuk menyaring sinyal di tingkat bawah sadar agar sinyal tersebut tidak mencapai persepsi sadar. Habituasi tidak memerlukan kesadaran untuk melakukannya. Orang seringkali membiasakan diri terhadap banyak suara seperti AC, kipas komputer, lemari es, dan hujan ringan sehingga tidak mengganggu. Kesamaan diantara contoh tersebut adalah tidak memiliki arti penting, sehingga tidak dianggap sebagai” keras.” Dengan demikian, otak dapat menyaring suara tersebut.

TRT memiliki dua bagian:

  1. Orang dengan tinnitus akan mendenngarkan beberapa sumber suara netral kemananpun dia pergi, termasuk memakai generator suara dalam telinga.
  2. Orang dengan tinnitus menerima konseling empat mata.

Bentuk pengobatan tinnitus ini memakan waktu 12 sampai 24 bulan dan sangat sukses di tangan ahli yang berpengalaman.

Terapi Kognitif

Ini adalah bentuk konseling yang membantu seseorang untuk memodifikasi reaksi diri sendiri terhadap tinnitus. Metoda ini bekerja baik bila dikombinasikan dengan bentuk terapi lain, seperti masking atau obat-obatan.

Biofeedback

Ini adalah teknik relaksasi yang membantu orang untuk mengelola stres dengan mengubah reaksi mereka terhadap stres. Bagi beberapa orang, metoda ini dapat sangat membantu dalam mengurangi tinnitus.

Pengobatan Gigi

Beberapa ahli profesional percaya tinnitus dapat disebabkan oleh masalah temporomandibular joint (TMJ), yaitu daerah di mana tulang rahang menempel pada kepala, tepat di depan telinga. Mereka berpendapat bahwa perawatan gigi dapat meringankan gejala tinnitus, karena otot-otot dan saraf di rahang dan telinga sangat berhubungan erat.

Cochlear Implants

Perangkat yang ditanamkan di telinga ini, sebagian besar digunakan untuk mengobati tuli berat. Perangkat ini tampaknya juga membantu beberapa orang dengan tinnitus yang terkait dengan gangguan pendengaran yang signifikan. Perangkatnya bekerja dengan mengirimkan sinyal-sinyal listrik dari telinga ke otak. Operasi ini tidak dilakukan untuk masalah tinnitus saja, tetapi dilakukan hanya untuk masalah pendengaran.

Pengobatan Alternatif

Walaupun suplemen vitamin atau terapi alternatif lain belum terbukti bermanfaat untuk mengobati tinnitus, namun beberapa orang mencoba obat herbal seperti ginkgo biloba atau mineral, seperti seng atau magnesium dengan hasil yang bervariasi. Sedangkan beberapa yang lain menemukan dengan akupunktur, magnet, atau hipnosis dapat membantu meredakan tinnitus.

Konsultasikan dulu dengan dokter Anda sebelum mencoba salah satu metoda perawatan tersebut.

Bagaimana Mencegah Tinnitus?

Paparan suara keras meningkatkan risko terkena tinnitus, sehingga perlindungan pendengaran merupakan intervensi yang penting. Jika Anda berada di sekitar suara yang begitu keras sehingga Anda tidak dapat berbicara dengan tingkat suara percakapan normal, maka Anda harus mengenakan penutup telinga busi, menjauh dari sumber kebisingan, atau mengecilkannya.

Sumber: WebMD

Komentar

  • (will not be published)

 

E-Klinik E-Klinik