Mulut Segar Saat Ramadhan

Mulut Segar Saat Ramadhan
Ketika melakukan ibadah puasa, seseorang akan lebih rentan terkena bau mulut yang tidak sedap dihidung dikarenakan adanya pengurangan produksi air liur yang dapat membuat mulut menjadi kering / xerostomia. Akibatnya, jumlah oksigen di dalam mulut akan berkurang. Bakteri anaerob dapat berkembang biak di dalam mulut tanpa oksigen yang memecah asam amino dan menghasilkan gas sulfur yang membuat mulut tidak sedap baunya.

Bau mulut pada orang yang sedang  berpuasa muncul karena berkurangnya produksi air liur dan kebersihan rongga mulut yang tidak terawat dengan baik. Mekanisme air liur mencegah timbulnya bau mulut dengan menyapu sisa-sisa makanan dan juga bakteri yang ada dalam rongga mulut sehingga dengan sendirinya menjaga kebersihan rongga mulut. Kondisi keringnya air liur ini menyebabkan populasi bakteri yang bersarang di rongga mulut meningkat pada saat berpuasa.

Beberapa makanan berikut ini bisa menjadi sahabat saat sahur maupun buka puasa.

  1. Air putih sangat baik untuk mengatasi bau mulut. Jangan makan atau minum yang lain, 30 menit setelah Anda gosok gigi. Mulut yang selalu basah, kemungkinan terserang bau mulut lebih kecil bila dibandingkan dengan mulut yang kering. Karena, pada mulut yang kering, bakteri penyebab bau mulut bisa lebih cepat berkembang. Jadi, mulai sekarang jagalah mulut Anda tetap basah.
  2. Jus wortel, seledri dan apel. Untuk mempermudah, jus ketiga bahan buah dan sayur ini. Sebenarnya hampir semua buah dan sayur yang mengandung serat tinggi, mempunyai khasiat dalam mencegah dan menghilangkan bau mulut. Beberapa jenis rempah juga mampu membuat nafas harum, seperti cengkih, anis, jintan, peppermint, dan ketumbar, yang sudah digunakan sejak jaman dulu sebagai pengharum nafas. Selain itu, keju banyak mengandung banyak fosfat yang dapat membantu memperbanyak produksi air liur.
  3. Daun sirih untuk bau mulut. Siapkan 4 sampai 7 helai daun sirih. Setelah itu rebuslah daun sirih tersebut dengan air ( 4 gelas air ) hingga mendidih. Diamkan sampai dingin dan kemudian kumurkan air rebusan daun sirih tersebut.
  4. Vitamin C untuk aroma tak sedap dan bisa menangkal bakteri penyebab bau mulut. Terkait dengan kesehatan gusi, buah atau makanan yang mempunyai kandungan vitamin C tinggi ini bisa menjadi pilihan untuk menjaga gusi Anda tetap sehat. Dengan gusi yang sehat, bau mulut bisa diminimalisir bahkan dihilangkan.
  5. Olahraga untuk merangsang metabolisme tubuh, ingat, metabolisme yang terganggu akan membuat makanan menumpuk dalam perut dan menyebabkan bau pada nafas!

Pemicu Bau Mulut

Penyakit mulut berbau ini dalam ilmu kedokteran dikenal dengan istilah Halitosis (coba baca artikel Dokita mengenai halitosis disini). Halitosis adalah suatu keadaan terciumnya bau mulut pada saat seseorang mengeluarkan nafas, biasanya tercium saat berbicara. Tingkat halitosis saat ini dapat diukur dengan alat Halitometer,” kata dr. Melya Warianto, SpAk.

Faktor genetika dan kebersihan gigi maupun mulut adalah awal dari aroma mulut segar. Cara membersihkan gigi pun ada tekniknya, kita perlu berkonsultasi dengan dokter gigi untuk teknik yang tepat.

Bagian bawah lidah sering terlupakan saat kita membersihkan gigi, padahal  bakteri yang terdapat dibalik lidah memproduksi senyawa belerang, penyebab utama bau mulut yang mudah menguap. Kebiasaan merokok dan minum kopi secara berlebihan sudah kita ketahui sebagai faktor pemicu yang tidak perlu dijelaskan lagi alasannya.

Berbagai penyakit ternyata memicu aroma mulut tak sedap:

  1. Gangguan lever kronis menjadi biang halitosis (bau mulut), karena metabolisme protein dan lemak tidak berjalan sebagaimana semestinya. Metabolisme terganggu merupakan indikasi terganggunya fungsi hati.
  2. Gangguan fungsi ginjal juga menyebabkan bau mulut kronis atau halitosis. Khususnya pada penderita yang memiliki kadar ureum yang tinggi, yang kemudian beredar di dalam darah. Melalui proses kimia, dihasilkanlah zat amoniak yang berbau menyengat. Komponen ini kemudian masuk ke dalam sistem pernapasan dan menyebabkan napas berubah menjadi tidak sedap.
  3. Melalui proses kimia, dihasilkanlah zat amoniak yang memiliki bau menyengat. Komponen ini kemudian masuk ke dalam sistem pernapasan dan menyebabkan nafas berubah tidak sedap.
  4. Gangguan paru-paru. Pasien bronkhitis kronis, dengan penyakit paru-paru obstruksi dimana biasanya telah mengalami infeksi-infeksi sekunder, tak jarang juga menderita halitosis.
  5. Bau mulut kemungkinan disebabkan oleh infeksi amandel, hidung atau tenggorokan. Bila demikian halnya maka menemui dokter gigi atau THT untuk konsultasi adalah langkah bijak.
  6. Penderita penyakit maag juga memicu bau mulut yang biasanya disebabkan oleh kuman bernama Helicobacter pylory.

 

Komentar

  • (will not be published)

 

E-Klinik E-Klinik