Pengobatan Autisme

Pengobatan Autisme(Image courtesy of Praisaeng / freedigitalphotos.net)

Diagnosis dan pengobatan dini membantu anak-anak dengan autisme untuk mengembangkan potensi penuh mereka. Tujuan utama dari pengobatan adalah untuk meningkatkan kemampuan keseluruhan anak agar anak dapat berfungsi.

Kombinasi gejala dan perilaku autisme sangat beragam dan tingkat keparahannya bervariasi. Selain itu, gejala dan perilaku individu sering berubah seiring berlalunya waktu. Oleh karena itu, strategi pengobatan disesuaikan dengan kebutuhan individu dan sumber daya keluarga yang tersedia. Secara umum, anak-anak dengan autisme memberikan respon sangat baik terhadapt pengobatan terstruktur dan khusus. Program pengobatan yang akan berhasil adalah program yang membantu orang tua serta meningkatkan komunikasi, sosial, perilaku, adaptif dan aspek belajar dari kehidupan anak.

American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan strategi berikut untuk membantu anak meningkatkan fungsi keseluruhan dan mencapai potensi diri mereka, yaitu :

  • Pelatihan dan managemen perilaku. Pelatihan dan manajemen perilaku menggunakan penguatan positif, self-help, dan pelatihan keterampilan sosial untuk meningkatkan perilaku dan komunikasi. Banyak jenis pengobatan telah dikembangkan, antara lain: Applied Behavioral Analysis (ABA), Treatment and Education of Autistic and Related Communication Handicapped (TEACCH), dan integrasi sensorik.
  • Terapi khusus. Terapi ini termasuk terapi wicara, okupasi, dan fisik. Terapi ini merupakan komponen pengelolaan autisme yang penting dan perlu dimasukkan dalam berbagai aspek program pengobatan anak. Terapi wicara dapat membantu anak autis meningkatkan keterampilan bahasa dan sosial agar dapat berkomunikasi dengan lebih efektif. Terapi okupasi dan fisik dapat membantu meningkatkan koordinasi dan keterampilan motorik. Terapi okupasi juga dapat membantu anak autis untuk belajar memproses informasi dari panca indera (penglihatan, suara, pendengaran, sentuhan, dan bau) dengan cara yang lebih mudah.
  • Obat-obatan. Obat-obatan seringkali digunakan untuk mengobati kondisi dan masalah perilaku yang terkait dengan autisme, termasuk di antaranya: depresi, kecemasan, hiperaktif, dan perilaku obsesif-kompulsif.
  • Dukungan komunitas dan pelatihan orang tua. Bicaralah dengan dokter atau hubungi kelompok advokasi untuk dukungan dan pelatihan.

Banyak orang dengan autisme memiliki masalah tidur. Masalah tidur tersebut biasanya diobati dengan mengikuti rutinitas, termasuk waktu tidur dan waktu untuk bangun. Dokter Anda mungkin mencoba obat-obatan sebagai jalan pengobatan terakhir.

Mungkin Anda pernah mendengar cerita mengenai terapi alternatif dari media dan sumber informasi lainnya. Jika Anda mempertimbangkan jenis pengobatan ini, maka Anda perlu tahu sumber informasinya dan apakah terapi tersebut ada diteliti ilmiah atau tidak. Keberhasilan individu bukanlah bukti yang cukup untuk menggunakan pengobatan alternatif tersebut. Cari penelitian dalam skala besar dan terkontrol untuk memvalidasi klaim pengobatan.

Para ahli belum mengidentifikasi cara untuk mencegah autisme. Perhatian publik mengenai cerita yang menghubungkan autisme dengan vaksin pada masa kanak-kanak terus beredar. Namun, banyak penelitian telah gagal menunjukkan bukti adanya hubungan antara autisme dengan vaksin campak-gondong-rubela (MMR). Jika Anda menghindari imunisasi untuk anak Anda, maka Anda menempatkan anak dan orang lain terhadap risiko penyakit serius, dan hal ini dapat menyebabkan bahaya serius atau bahkan kematian.

Sumber: WebMD

Komentar

  • (will not be published)

 

E-Klinik E-Klinik