Pengobatan Sindrom Metabolik

Pengobatan Sindrom Metabolik(Image courtesy of Apolonia / freedigitalphotos.net)

\r\nSindrom metabolik adalah sekelompok faktor risiko yang mencakup lemak perut, tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, dan kadar kolesterol tidak sehat. Anda mungkin kaget jika mengetahui bahwa sindrom metabolik tidak memiliki pengobatan khusus.\r\n\r\nPengobatan sindrom metabolik difokuskan hanya untuk menangani masing-masing faktor risiko. Tujuannya adalah untuk mengurangi kemungkinan Anda terkena penyakit pembuluh darah dan jantung serta diabetes.\r\n\r\nDalam kebanyakan kasus, pengobatan terbaik untuk sindrom metabolik tergantung pada diri Anda. Perubahan kebiasaan Anda, misalnya makan lebih sehat dan berolahraga lebih banyak, merupakan hal pertama yang akan disarankan oleh dokter.\r\n\r\nKebiasaan yang tidak sehat dapat menyebabkan Anda terkena masalah kesehatan. Tapi dengan mengubah kebiasaan tersebut, maka Anda mungkin dapat mengatasi faktor-faktor risiko yang Anda miliki.\r\n

Turunkan Risiko Sindrom Metabolik Dengan Perubahan Gaya Hidup

\r\nPara ahli mengatakan bahwa mengubah gaya hidup Anda adalah pengobatan utama untuk sindrom metabolik, antara lain:\r\n

    \r\n
  • Berolahraga. Olahraga adalah cara yang bagus untuk menurunkan berat badan. Hal ini merupakan kuncinya jika Anda kelebihan berat badan. Jangan patah semangat jika skala timbangan tampaknya tidak menunjukkan perubahan. Walaupun Anda tidak kehilangan berat badan, namun olahraga dapat menurunkan tekanan darah, memperbaiki kadar kolesterol dan resistensi insulin.\r\nJika Anda tidak bugar, mulailah dengan perlahan-lahan. Cobalah untuk lebih banyak berjalan, lebih banyak aktivitas fisik dalam pekerjaan sehari-hari Anda. Ketika Anda berjalan kaki, ambil rute lain sambil melihat pemandangan untuk mendapatkan beberapa tambahan langkah. Agar terpantau, coba gunakan pedometer atau “penghitung langkah”.\r\nIdealnya, Anda harus meningkatkan aktivitas fisik Anda hingga Anda dapat melakukannya hampir setiap hari. Tapi jangan terlalu ambisius. Hal ini karena, jika terlalu berat, maka Anda mungkin akan menyerah. Sebaiknya temukan tingkat latihan yang sesuai dengan kepribadian Anda.
  • \r\n

  • Makan makanan yang sehat. Makan makanan yang sehat dapat memperbaiki kadar kolesterol, resistensi insulin, dan tekanan darah Anda, walaupun berat badan Anda tetap sama.\r\nTanyakan kepada dokter atau ahli diet mengenai jenis diet apa yang seharusnya Anda makan. Orang yang memiliki penyakit jantung atau diabetes mungkin memerlukan rencana makan / diet yang khusus.\r\nSecara umum, diet yang rendah lemak jenuh, lemak trans, kolesterol, dan garam serta tinggi dalam buah-buahan dan sayuran, protein tanpa lemak, kacang-kacangan, susu rendah lemak, dan biji-bijian, telah terbukti membantu orang dengan tekanan darah tinggi dan yang memiliki risiko penyakit kardiovaskular lebih tinggi.\r\nBanyak dokter menyarankan diet “Mediterania” atau diet DASH. Diet tersebut menekankan pada lemak “baik” (seperti lemak tak jenuh tunggal dalam minyak zaitun) serta keseimbangan karbohidrat dan protein.
  • \r\n

  • Menurunkan berat badan. Ini merupakan hasil sampingan dari berolahraga dan makan dengan baik. Tapi hal ini menjadi tujuan utama jika Anda kelebihan berat badan atau obesitas. Penurunan berat badan dapat memperbaiki setiap aspek sindrom metabolik.
  • \r\n

  • Jika Anda merokok, berhentilah! Merokok memang bukan faktor risiko sindrom metabolik. Namun, merokok sangat meningkatkan risiko Anda terkena penyakit pembuluh darah dan jantung.
  • \r\n

\r\n

Obat-Obatan Untuk Sindrom Metabolik

\r\nBeberapa orang dengan sindrom metabolik juga memerlukan obat-obatan. Obat-obatan mungkin diperlukan jika perubahan gaya hidup tidak cukup untuk mengurangi faktor risiko Anda. Beberapa obat yang mungkin digunakan adalah :\r\n

    \r\n
  • Obat tekanan darah tinggi, yang meliputi obat-obatan seperti ACE inhibitor (misal Capoten dan Vasotec), angiotensin II receptor blocker (misal Cozaar dan Diovan), diuretik, beta-blocker, dan obat-obatan lainnya.
  • \r\n

  • Obat kolesterol, yang meliputi statin (misal Crestor, Lescol, Lipitor, Mevacor, Pravachol, dan Zocor), niasin (misal Niacor, Niaspan, dan Nicolar), resin asam empedu (misal Colestid dan Questran), Zetia, dan obat-obatan lainnya.
  • \r\n

  • Obat diabetes, yang mungkin diperlukan jika Anda memiliki intoleransi glukosa. Obat-obatan termasuk Glucophage, Actos, dan Avandia.
  • \r\n

  • Aspirin dosis rendah, yang dapat mengurangi risiko serangan jantung dan stroke. Obat ini mungkin sangat penting bagi orang-orang yang “prothrombotic“, atau rentan terhadap pembekuan darah.
  • \r\n

\r\nPerlu diingat bahwa semua obat tersebut mempunyai efek samping dan risiko. Karena itu, Anda harus konsultasikan dahulu dengan dokter Anda tentang pro dan kontra dari penggunaan obat-obatan tersebut.\r\n\r\nSumber: WebMD

Komentar

  • (will not be published)