Penyakit Lupus (Lupus Eritematosus Sistemik)

Lupus 1Oleh: dr. Sutopo Widjaja, MS

\r\nS, perempuan, 15 tahun, diantar kedua orang tua berobat ke dokter H karena sekitar pipinya timbul bercak merah, tidak gatal. Kejadian ini sudah timbul untuk ketiga kalinya dan terjadi sehari setelah berenang di pinggir pantai. Dokter H menduga S menderita penyakit lupus, untuk lebih pastinya S disarankan periksa darah di laboratorium.\r\n

Apa yang Dimaksud Penyakit Lupus ?

\r\nPenyakit lupus adalah sejenis penyakit autoimun, yaitu penyakit yang terjadi akibat sistem imun (kekebalan) tubuh yang seharus berfungsi melawan kuman dan benda asing, mengalami kelainan hiperaktif sehingga justru menyerang sel, jaringan dan organ tubuh sendiri yang sehat. Jadi semacam senjata makan tuan.\r\n

Apa Penyebab Terjadinya Penyakit Lupus ?

\r\nPenyebab penyakit lupus belum sepenuhnya diketahui, namun diduga ada dua faktor yang berperan :\r\n

    \r\n
  1. Faktor internal / genetik. Lupus lebih sering terjadi pada ras kulit putih dan orang Asia.
  2. \r\n

  3. Faktor eksternal antara lain: obat, racun dan sinar ultra violet.
  4. \r\n

\r\n

Organ Tubuh Mana yang Sering Terkena Dampak Dari Penyakit Lupus ?

\r\nOrgan tubuh yang paling sering menjadi korban dari penyakit lupus ialah :\r\n

    \r\n
  • Kulit
  • \r\n

  • Sendi
  • \r\n

  • Ginjal
  • \r\n

  • Jantung
  • \r\n

  • Paru
  • \r\n

  • Otak dan susunan saraf
  • \r\n

  • Sel darah
  • \r\n

\r\n

Pada Usia Berapa Dapat Terjadi Penyakit Lupus dan Adakah Perbedaan Kerentangan Gender ?

\r\nPenyakit lupus dapat menyerang semua usia termasuk bayi baru lahir (neonatal lupus) dan lebih sering ditemukan pada perempuan berusia 15 – 45 tahun.\r\n

Ada Berapa Jenis Penyakit Lupus ?

\r\nKita mengenal empat jenis penyakit lupus, yaitu :\r\n

    \r\n
  1. Lupus eritematosus sistemik
  2. \r\n

  3. Lupus eritematosus discoid
  4. \r\n

  5. Lupus eritematosus yang dipicu obat (drug-induced)
  6. \r\n

  7. Lupus eritematosus neonatus (neonatal lupus)
  8. \r\n

\r\nLupus eritematosus sistemik adalah jenis yang paling serius dan paling sering ditemukan.\r\n

Apa Gejala Penyakit Lupus ?

\r\nGejala penyakit lupus sangat bervariasi dan manifestasinya dapat berbeda antara satu penderita dengan yang lain. Gejala pada awalnya sering hilang sendiri tanda pengobatan (fase remisi) dan akan kambuh lagi beberapa waktu kemudian. Adapun gejala yang sering dikeluhkan penderita ialah :\r\n

    \r\n
  • Demam
  • \r\n

  • Cepat lemas dan cape
  • \r\n

  • Sendi nyeri dan bengkak, khususnya sendi jari tangan, pergelangan tangan dan lutut
  • \r\n

  • Nyeri otot
  • \r\n

  • Bercak merah seperti sayap kupu-kupu (malar rash) di pipi atau bercak merah berparut (discoid rash) di kulit setelah kena sinar matahari
  • \r\n

  • Rambut rontok
  • \r\n

  • Sariawan
  • \r\n

  • Nyeri lambung
  • \r\n

\r\n

Apa Bedanya Lupus Eritematosus Discoid dan Lupus Eritematosus Sistemik ?

\r\nPenderita lupus discoid hanya mempunyai gejala lokal berupa discoid rash di kulit tanpa melibatkan organ tubuh lain.\r\n

Apa Komplikasi Dari Penyakit Lupus ?

\r\nPenyakit lupus yang berat dapat berdampak kerusakan organ tubuh antara lain:\r\n

    \r\n
  1. Ginjal (nefritis lupus) dengan akibat gagal ginjal.
  2. \r\n

  3. Jantung dengan akibat radang selaput jantung (perikarditis) dan penyakit jantung iskemik.
  4. \r\n

  5. Paru yaitu radang selaput paru (pleuritis) dan radang paru (pneumonia).
  6. \r\n

  7. Sistem saraf dan kejiwaan berupa kejang, lumpuh, stroke, depresi dan psikosis
  8. \r\n

  9. Mata, antara lain: katarak
  10. \r\n

  11. Pada ibu hamil dapat terjadi keguguran, lahir prematur dan lupus neonatal
  12. \r\n

  13. Kelainan sistem darah berupa anemia, kurang sel darah putih (lekopenia) dan kurang sel pembekuan darah (trombositopenia).
  14. \r\n

\r\n

Apa Pemeriksaan Penunjang Untuk Penderita Penyakit Lupus ?

\r\nKarena gejala penyakit lupus yang sangat bervariasi maka untuk lebih memastikan, dokter akan menyarankan pemeriksaan laboratorium, antara lain:\r\n

    \r\n
  1. Tes antinuclear antibody (ANA)
  2. \r\n

  3. Tes anti-double stranded DNA antibody (Anti dsDNA)
  4. \r\n

\r\n

Bagaimana Meyakinkan Seseorang Telah Menderita Penyakit Lupus ?

\r\nMenurut The American College of Rheumatology, seseorang dapat dikatakan menderita penyakit lupus bila memiliki 4 dari 11 gejala dibawah :\r\n

    \r\n
  1. Malar rash
  2. \r\n

  3. Discoid rash
  4. \r\n

  5. Fotosensitif
  6. \r\n

  7. Radang sendi (arthritis)
  8. \r\n

  9. Sariawan
  10. \r\n

  11. Pleuritis atau perikarditis
  12. \r\n

  13. Kelainan sistem saraf dan kejiwaan
  14. \r\n

  15. Kelainan fungsi ginjal yaitu ditemukan banyak protein dalam air seni
  16. \r\n

  17. Kelainan sistem darah (anemia, lekopenia dan trombositopenia)
  18. \r\n

  19. Tes ANA positif
  20. \r\n

  21. Tes anti ds-DNA positif
  22. \r\n

\r\n

Bagaimana Pengelolaan Penyakit Lupus ?

\r\nHingga saat ini penyakit lupus tak dapat disembuhkan namun dapat dikendalikan. Tujuan pengobatan ialah utnuk mencegah timbul/kambuhnya gejala dan mencegah timbulnya komplikasi, berupa :\r\n

    \r\n
  1. Perubahan pola hidup, yaitu hindari terkena sinar matahari kalau perlu pakai sunscreen.
  2. \r\n

  3. Hindari kontak dengan zat kimia pemicu seperti silikon, air raksa dan pestisida
  4. \r\n

  5. Hindari pemakaian suplemen golongan “immune booster” seperti Echinacea
  6. \r\n

  7. Hindari pemakaian obat pemicu seperti procainamid, isoniazid, fenitoin, kinin dan hidralazin.
  8. \r\n

  9. Pemberian obat-obatan antara lain: golongan non-steroid anti-inflamasi (NSAID), kortikosteroid, imunosupresan, dan obat anti-malaria
  10. \r\n

\r\n

Bagaimana Harapan Hidup (Prognosis) Penderita Penyakit Lupus ?

\r\nWalaupun tidak dapat disembuhkan, prognosis penderta penyakit lupus saat ini sudah semakin baik sebagai dampak dari :\r\n

    \r\n
  • Adanya perhatian masyarakat akan penyakit lupus.
  • \r\n

  • Keakuratan tes laboratorium yang mendukung diagnosis dini dan pemantauan berkala.
  • \r\n

  • Kemajuan penelitian yang menghasilkan obat yang lebih efektif dan aman juga sangat berperan menaikkan harapan dan kualitas hidup penderita.
  • \r\n

Komentar

  • (will not be published)