Penyebab Hipertensi Sekunder

Penyebab Hipertensi Sekunder(Image courtesy of Stoonn / freedigitalphotos.net)

Sekitar 10% dari orang yang memiliki tekanan tekanan darah tinggi disebabkan oleh penyakit lain. Jika tekanan darah tinggi disebabkan oleh penyakit lain, maka hal ini disebut hipertensi sekunder.

Dalam kasus hipertensi sekunder, ketika penyebabnya diobati, biasanya tekanan darah akan kembali normal atau menurun secara signifikan. Beberapa penyakit lain yang dapat menyebabkan hipertensi sekunder adalah:

  • Penyakit ginjal kronis.
  • Sleep apnea.
  • Tumor atau penyakit kelenjar adrenal lain.
  • Coarctation of aorta¬†yaitu penyempitan aorta yang dimiliki sejak lahir, yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi di lengan.
  • Kehamilan.
  • Penggunaan pil KB.
  • Kecanduan alkohol.
  • Disfungsi tiroid.

Sedangkan penyebab 90% kasus hipertensi yang lain belum diketahui, dan hal ini disebut hipertensi primer. Meskipun penyebab spesifik tekanan darah tinggi belum diketahui, namun ada beberapa faktor tertentu yang diketahui memberikan kontribusi terhadap tekanan darah tinggi.

Beberapa Faktor Yang Tidak Dapat Diubah

  • Usia: Seiring bertambahnya usia, maka semakin besar kemungkinan Anda mengembangkan tekanan darah tinggi, terutama sistolik akibat arteri menjadi keras. Hal tersebut sebagian besar disebabkan oleh aterosklerosis, atau “pengerasan arteri”.
  • Ras: Lebih banyak orang Afrika-Amerika memiliki tekanan darah tinggi dibandingkan orang kulit putih. Orang Afrika-Amerika mengembangkan tekanan darah tinggi pada usia lebih muda dan lebih cepat mengembangkan komplikasi tekanan darah tinggi yang lebih parah.
  • Riwayat keluarga (Turunan): Tekanan darah tinggi cenderung menurun di keluarga.
  • Jenis Kelamin: Umumnya, pria memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengembangkan tekanan darah tinggi dibandingkan wanita. Kemungkinan ini bervariasi tergantung dari umur dan beragam diantara kelompok etnis.

Beberapa Faktor Yang Dapat Diubah

  • Obesitas: Defisini obesitas yaitu jika berat badan Anda lebih berat 30% atau lebih di atas berat badan ideal Anda. Obesitas terkait erat dengan tekanan darah tinggi.
    Orang yang gemuk memiliki kemungkinan dua hingga enam kali lebih besar untuk mengembangkan tekanan darah tinggi dibandingkan mereka yang berat badannya di kisaran berat badan ideal.
    Para profesional medis sangat menyarankan agar semua orang dengan obesitas dan tekanan darah tinggi untuk menurunkan berat badan mereka hingga kisaran 15% dari berat badan ideal mereka. Dokter dapat membantu Anda menghitung kisaran berat badan ideal Anda.
  • Sensitivitas natrium (garam): Beberapa orang mempunyai sensitivitas tinggi terhadap natrium (garam), dan tekanan darah mereka naik jika mereka makan garam. Mengurangi asupan natrium cenderung menurunkan tekanan darah mereka.
    Orang Amerika mengkonsumsi natrium 10 hingga 15 kali lebih banyak dari yang dibutuhkan. Makanan cepat saji dan makanan olahan mengandung natrium dalam jumlah tinggi. Banyak juga obat OTC yang mengandung natrium dalam jumlah tinggi, misalnya obat pereda rasa sakit.
    Bacalah label makanan untuk mengetahui berapa banyak kandungan natrium di dalamnya. Hindari makanan yang mengandung natrium tinggi. Tujuan yang ingin dicapai adalah tidak lebih dari 1500 mg natrium per hari.
  • Minum alkohol: Minum lebih dari 1-2 gelas alkohol per hari cenderung meningkatkan tekanan darah pada mereka yang sensitif terhadap alkohol.
  • Pil KB (penggunaan kontrasepsi oral): Beberapa wanita yang menggunakan pil KB mengalami tekanan darah tinggi.
  • Kurang olahraga (kurang aktivitas fisik): Gaya hidup yang kurang aktivitas fisik memberikan kontribusi terhadap pengembangan obesitas dan tekanan darah tinggi.
  • Oba-obatan: Ada beberapa obat tertentu yang cenderung meningkatkan tekanan darah, seperti amfetamin (stimulan), pil diet, dan beberapa pil yang digunakan untuk mengobati gejala flu dan alergi.

Sumber: WebMD

Komentar

  • (will not be published)

 

E-Klinik E-Klinik