Penyebab Stres

Penyebab Stres(Image courtesy of Stuart Miles / freedigitalphotos.net)

Anak-anak tidak berhenti berteriak, atasan terus mengejar Anda karena telat memberikan laporan, dan Anda berutang pajak ribuan rupiah dimana Anda tidak dapat mempunyai uang untuk membayarnya. Situasi tersebut membuat Anda sangat stres.

Stres merupakan bagian normal dari kehidupan kita, dan dapat memberikan tujuan yang berguna. Stres dapat memotivasi Anda untuk mendapatkan promosi jabatan di tempat kerja, atau terus berlari dalam mil terakhir maraton.

Namun, jika Anda tidak dapat mengelola stres Anda dan berlangsung jangka panjang, maka stres dapat sangat mengganggu pekerjaan, kehidupan keluarga, dan kesehatan Anda. Lebih dari setengah orang Amerika mengatakan mereka bertengkar dengan teman-teman dan orang yang dicintai karena stres, dan lebih dari 70% mengatakan bahwa mereka mengalami gejala fisik dan emosional yang nyata dari stres.

Yuk kita cari tahu mengapa kita mengalami stres, dan bagaimana stres dapat mempengaruhi kesehatan Anda.

Penyebab Stres

Setiap orang memiliki pemicu stres yang berbeda. Menurut hasil survei, stres kerjaan menduduki tingkat teratas. Empat puluh persen pekerja Amerika Serikat mengaku mengalami stres kerjaan, dan seperempatnya mengatakan pekerjaan merupakan sumber stres terbesar dalam kehidupan mereka.

Beberapa penyebab stres kerjaan antara lain :

  • Tidak bahagia dengan pekerjaan Anda.
  • Mempunyai beban kerja yang berat atau terlalu banyak tanggung jawab.
  • Bekerja berjam-jam.
  • Manajemen yang buruk, harapan yang tidak jelas dari pekerjaan Anda, atau tidak memiliki hak suara dalam proses pengambilan keputusan.
  • Bekerja di bawah kondisi yang berbahaya.
  • Merasa tidak aman mengenai kesempatan Anda untuk berkembang atau risiko pemecatan.
  • Merasa dipaksa untuk berpidato di depan rekan-rekan.
  • Mengalami diskriminasi atau pelecehan di tempat kerja, terutama jika perusahaan tidak mendukung Anda.

Tekanan hidup juga dapat memberikan dampak yang besar. Beberapa contoh tekanan hidup antara lain :

  • Kematian orang yang dicintai.
  • Perceraian.
  • Dipecat.
  • Kenaikan dalam kewajiban keuangan.
  • Menikah
  • Pindah ke rumah baru.
  • Penyakit kronis atau cedera.
  • Masalah emosional (misalnya depresi, kecemasan, kemarahan, kesedihan, rasa bersalah, rendah diri).
  • Merawat anggota keluarga yang sakit atau lansia.
  • Peristiwa traumatis, seperti bencana alam, kemalingan, pemerkosaan, atau kekerasan terhadap Anda atau orang yang Anda cintai.

Kadang-kadang stres berasal dari dalam dan bukan dari luar. Anda dapat stres sendiri hanya dengan mengkhawatirkan beberapa hal. Semua faktor dibawah ini dapat mengakibatkan stres, antara lain :

  • Ketakutan dan ketidakpastian. Jika Anda sering mendengar berita tentang ancaman serangan teroris, pemanasan global, dan bahan kimia beracun, maka hal tersebut dapat menyebabkan Anda menjadi stres, terutama karena  Anda merasa seperti tidak mempunyai kendali atas semua hal tersebut. Namun, ketakutan dapat juga terkait dengan hal0hal yang dekat dengan diri Anda, seperti khawatir tidak dapat menyelesaikan proyek di tempat kerja tepat waktu atau tidak memiliki cukup uang untuk membayar tagihan Anda bulan ini.
  • Sikap dan persepsi. Bagaimana Anda melihat dunia atau situasi tertentu dapat menentukan apakah Anda akan stres atau tidak.   Misalnya, jika televisi Anda dicuri dan Anda mengambil sikap, ” Tidak apa-apa, perusahaan asuransi saya akan membayar untuk televisi yang baru”, maka stres Anda akan lebih rendah dibandingkan jika Anda berpikir, “Televisi saya hilang dan tidak akan pernah kembali! Bagaimana jika pencuri datang lagi ke rumah saya dan mencuri yang lain?”. Contoh lain: orang yang merasa bahwa pekerjaan mereka bagus di tempat kerja akan sedikit stres oleh proyek besar mendatang dibandingkan mereka yang khawatir bahwa mereka tidak kompeten.
  • Harapan yang tidak realistis. Tidak ada orang yang sempurna. Jika Anda berharap untuk melakukan segalanya dengan benar sepanjang waktu, maka Anda akan merasa stres ketika terjadi sesuatu yang tidak diharapkan.
  • Perubahan. Perubahan besar apapun dalam hidup Anda dapat menyebabkan stres, bahkan acara bahagia seperti pernikahan. Namun, kejadian yang tidak menyenangkan seperti perceraian, penurunan besar kondisi keuangan, atau kematian dalam keluarga dapat menjadi sumber stres yang signifikan.

Tingkat stres Anda akan berbeda tergantung kepribadian Anda dan bagaimana Anda merespon situasi. Beberapa orang membiarkan semuanya berlalu. Bagi mereka, tekanan kerja dan tekanan hidup merupakan hambatan kecil dalam hidup. Namun bagi beberapa yang lain, mereka sangat mengkhawatirkan tekanan kerja dan hidup tersebut.

Pengaruh Stres Pada Kesehatan Anda

Ketika Anda berada dalam situasi stres, tubuh Anda memberikan respon fisik. Sistem saraf Anda bekerja, melepaskan hormon yang mempersiapkan Anda untuk melawan atau lari atau yang disebut respon “fight or flight“. Hal ini yang menyebabkan ketika Anda dalam situasi stres, maka jantung Anda berdetak lebih cepat, napas Anda menjadi lebih pendek, otot menegang, dan Anda mulai berkeringat. Stres jenis ini merupakan stres jangka pendek dan sementara (stres akut), dan tubuh Anda biasanya akan pulih dengan cepat.

Tetapi jika sistem stres Anda tetap aktif dalam jangka waktu yang panjang (stres kronis), maka hal itu dapat menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius. Hormon stres yang konstan keluar terus menerus dapat melelahkan tubuh Anda, menyebabkan tubuh lebih cepat menua dan rentan terhadap penyakit.

Jika Anda sedang stres dalam waktu pendek, Anda mungkin mulai melihat beberapa dari tanda-tanda fisik berikut, antara lain :

  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Sulit tidur
  • Sulit berkonsentrasi
  • Sakit perut
  • Lekas marah

Ketika stres berlangsung jangka panjang dan tidak ditangani dengan benar, maka dapat menyebabkan sejumlah kondisi kesehatan yang lebih serius, antara lain :

  • Depresi
  • Tekanan darah tinggi
  • Detak jantung abnormal (aritmia)
  • Pengerasan pembuluh darah (aterosklerosis)
  • Penyakit jantung
  • Serangan jantung
  • Perut mulas, maag, irritable bowel syndrome
  • Sakit perut seperti kram, sembelit, dan diare
  • Berat badan naik atau turun
  • Perubahan gairah seks
  • Masalah kesuburan
  • Masalah asma atau arthritis
  • Masalah kulit seperti jerawat, eksim, dan psoriasis

Mengelola stres Anda dapat memberikan perbedaan nyata untuk kesehatan Anda. Satu penelitian menunjukkan bahwa wanita dengan penyakit jantung hidup lebih lama jika mereka menjalani program manajemen stres.

Sumber: WebMD

Komentar

  • (will not be published)

 

E-Klinik E-Klinik