Penyebab Umum Epilepsi dan Pemicu Kejang

Epilepsi adalah istilah umum untuk kecenderungan untuk mengalami kejang. Epilepsi biasanya didiagnosis hanya setelah seseorang mengalami lebih dari satu kejang.

Ketika diidentifikasi, penyebab epilepsi biasanya melibatkan beberapa bentuk cedera pada otak. Namun bagi kebanyakan orang, penyebab epilepsi masih tidak diketahui.

Kejang dan Epilepsi

Kejang terjadi ketika ledakan impuls listrik di otak melewati batas normal mereka. Impuls listrik menyebar ke daerah tetangga dan menciptakan “badai listrik” yang tidak terkendali. Impuls listrik dapat ditransmisikan ke otot, menyebabkan berkedut atau kejang.

Penyebab Epilepsi

Ada sekitar 180.000 kasus baru epilepsi setiap tahun. Sekitar 30% terjadi pada anak-anak. Epilepsi paling sering terjadi pada anak-anak dan manula.

Hanya sebagian kecil kasus epilepsi yang diketahui jelas penyebabnya.  Beberapa penyebab utama epilepsi meliputi:

  • kurang/rendahnya oksigen saat dilahirkan
  • Kepala mengalami cedera dalam proses kelahiran
  • Kepala cedera saat anak-anak/dewasa
  • tumor otak
  • kondisi genetik yang mengakibatkan cedera otak, seperti tuberous sclerosis
  • infeksi seperti meningitis atau ensefalitis
  • stroke atau jenis lain dari kerusakan otak
  • kadar abnormal  zat-zat dalam tubuh seperti natrium atau gula darah

Sekitar 70% dari semua kasus epilepsi pada orang dewasa dan anak-anak, penyebabnya tidak pernah dapat ditemukan.

Penyebab Kejang

Meskipun penyebab epilepsi biasanya tidak diketahui, namun beberapa faktor diketahui sebagai penyebab kejang pada penderita epilepsi. Menghindari pemicu ini dapat membantu menghindari kejang dan hidup lebih mudah dengan epilepsi:

  • tidak meminum obat sesuai jadwal dan dosis yang ditetapkan
  • alkohol
  • kokain atau penggunaan narkoba lainnya, seperti ekstasi
  • kurang tidur
  • obat lain yang mengganggu kerja obat epilepsi

Satu dari setiap dua wanita penderita epilepsi, kejang cenderung terjadi pada masa menstruasi. Mengubah atau menambahkan obat-obatan tertentu sebelum periode menstruasi dapat membantu menghindari kejang

Artikel terkait:
Memahami Kejang dan Epilepsi
Gejala Epilepsi dan Kejang
Jenis-Jenis Epilepsi
Mendiagnosis Epilepsi

Sumber: WebMD

55 Komentar untuk “Penyebab Umum Epilepsi dan Pemicu Kejang”

    • bahtiar

      Mhn jawabannya, anak saya skrng umur 9 thn, baru-baru ini dalam keadaan tertidur sktr jam 4 pagi, tiba2 dia kejang sekitar 2 -3 menit. Apakah ini termasuk gejala epilepsi, apakah dlm kondisi tertidur bisa kena epilepsi. Sekali lg mohon jawabannya. Trimksh sebelumnya.

      Reply
      • admin

        Selamat Pagi,

        Terima kasih sudah mengunjungi Dokita.
        Ya, bisa merupakan gejala epilepsi atau keadaan gangguan elektrolit. Epilepsi juga dapat timbul pada saat tidur.
        Saran kami sebaiknya bawa dan periksakan anak ke dokter spesialis anak ahli neurologi untuk dievaluasi.

        Salam Sehat Selalu,

        Tim Dokita.

        Reply
  1. adin

    Selamat malam..
    terkait artikel diatas tentang penyebab epilepsi dan kejang, terkadang saya saat tidur sempat terbangun karena kejang sesaat, padahal saya tidak mengkonsumsi alkohol dan juga bukan perokok aktif, namun saya sering tidur antara jam 11-12 pm krn mgerjakan tugas-tugas, apakah kejang saya ada hubungannya dengan penyebab2 kejang diatas?
    Saya ucapkan terima kasih atas jawabannya dan saya tunggu.

    Reply
    • admin

      Dear Adin,

      Mohon maaf jawaban kami agak lama.
      Pertama-tama harus dipastikan apakah benar Anda terkena epilepsi. Umumnya pada saat serangan epilepsi, kesadaran penderita menurun (tidak sadar). Jadi kalau Anda benar terbangun oleh kejang berarti Anda sadar
      ada kejang, sehingga kemungkinan besar yang dialami bukan serangan epilepsi.
      Sangat mungkin itu hanya kejang otot setempat (spasme otot) akibat kelelahan.
      Demi kepastian, kami sarankan Anda sebaiknya segera periksa ke dokter spesialis saraf dan kalau perlu lakukan
      pemeriksaan EEG dan EMG.

      Salam Sehat Selalu.
      Tim Dokita

      Reply
  2. Nindy

    Mau nanya, kakak saya kan juga punya penyakit epilepsi. Kemarin waktu tidur itu tiba tiba dia kejang. Padahal kan biasanya klo dia punya pikiran baru kejang. Tapi kenapa waktu tidur juga bisa? Padahal kan kondisi otak sedang istirahat. Ditunggu jawabannya, mksh :)

    Reply
    • admin

      Dear Nindy,

      Serangan Epilepsi bisa terjadi setiap saat, termasuk saat sedang istirahat. Bahkan ada kasus yang justru terjadi pada saat tidur, yang mungkin akibat dipicu mimpi dan sebagainya. Kami sarankan agar Kakak Anda segera temui dan konsultasi dengan dokter spesialis saraf untuk evaluasi ulang.

      Salam Sehat Selalu
      Tim Dokita.

      Reply
  3. rys

    Bisakah epilepsi disembuhkan? Bagaimana penanganan pertama. Supaya gigi yg t’kunci bs terbuka (utk ditahan dgn sendok)saat kejang, krn saat kejang gigi terkunci,

    Reply
    • admin

      Dear Rys,

      Selamat Pagi.

      Perlu diketahui, penyebab/pemicu epilepsi bervariasi, sehingga harapan sembuh juga berbeda tergantung dari penyebab/pemicunya. Ada kasus yang bisa sembuh total.
      Kami sarankan agar Anda koperatif dengan dokter spesialis saraf serta ikuti petunjuk dan saran pengobatan dengan disiplin. Semoga Anda bisa sembuh total.

      Salam Sehat Selalu
      Tim Dokita.

      Reply
  4. erna

    Selamat Pagi dok,
    sya mau tnya,,,anak saya umur 1 bln, akhir-akhir ini kok hampir satu minggu 2x mengalami tatapan mata yang kosong kayak melamun, bola mata yang hitam langsung kearah tengah (melirik), kakinya kaku seperti kejang, seperti tidak sadarkan diri. kenapa ya dok, mohon informasinya, tindakan apa yang harus saya lakukan?….
    terima kasih…mohon cepat dibalas.

    Reply
    • admin

      Selamat siang

      Dari informasi yang disampaikan, seperti nya epilepsi absant.
      Saran kami adalah segera periksakan anak Anda ke neurolog anak, dan jika diperlukan rekam EEG oleh dokter spesialis anaknya untuk dievaluasi kondisinya dan mendapatkan tindakan penanganan yang tepat.

      Salam Sehat Selalu
      Tim Dokita.

      Reply
  5. Dafa

    Selamat Siang Dok.
    Saya mo tanya anak saya umur 8 bln. dia tiba2 seperti mau muntah tetapi gk muntah trs tatapannya kosong lemas, mata terbelalak ke atas, kaki n tangan kejang, bibir membiru dan akhirnya tidak sadarkan diri. kejadian ini yg pertama kalinya dok. mohon penjelasannya ya dok apa anak saya idap epilepsi ?mohon jawabannya.terimakasih

    Reply
    • admin

      Selamat siang.
      Terima kasih sudah mengunjungi blog Dokita.

      Untuk memastikan, sebaiknya Anda segera bawa dan periksakan anak ke dokter neurolog anak atau ahli saraf anak untuk dievaluasi. Bila perlu lakukan EEG dan MRI. Sebaiknya jangan ditunda.

      Salam Sehat Selalu
      Tim Dokita.

      Reply
  6. onald

    selamat siang dok….
    istri saya sering kejang-kejang disertai keluar air liur dan lupa ingatan dalam beberapa detik sesudah kejang……
    apa itu gejala epilepsi dan bagaimana cara untuk menyembuhkannya……..???????
    tolong di balas cepat dok……!!!!!!

    Reply
    • admin

      Selamat Pagi,

      Terima kasih sudah mengunjungi blog Dokita.
      Maaf jawaban kami agak lama.
      Dari data yang disampaikan sangat mungkin epilepsi, perlu ditelusuri penyebabnya. Saran kami: sebaiknya segera periksa ke dokter spesialis saraf untuk evaluasi.

      Salam Sehat Selalu,
      Tim Dokita.

      Reply
  7. eldy

    Selamat pagi dok,

    Dktr syaraf menyatakan adk sy terkena epilepsi sesuai hsl EEG, tp sjk kecil smpe skrg (34th) adk sy tdk prnah mengalami kejang, hanya 2 minggu trkhr mengalami skt kpla trs mnrs. Apakah mungkin epilepsi tnpa prnh kejang, dan hanya skt kpla saja, krn yg kami tau bhwa epilepsi biasanya disertai kejang. Jika benar itu epilepsi apkh bs smbh total & apkh ada hal2 yg perlu d hindari & apkh penyebab epilepsi? Tlg informasinya ya dok, tq

    Reply
    • admin

      Selamat Siang,

      Terima kasih sudah mengunjungi blog Dokita.
      Mohon maaf jawaban kami agak lama.
      Epilepsi ada beberapa jenis dan gejalanya juga bervariasi, bisa tanpa disertai gejala kejang yang nyata.
      Sebagian kasus epilepsi bisa sembuh dan untuk kepastiannya harus dibawah supervisi dan pemantauan berkala dokter spesialis saraf.
      Penyebab epilepsi bervariasi, mulai dari faktor turunan, cacat radang-infeksi, kecelakaan sampai tumor otak.
      Saran kami: sebaiknya temui dan konsultasikan dengan dokter spesialis saraf untuk evaluasi.
      Usahakan juga pola hidup sehat untuk mengurangi pemicu serangan.

      Salam Sehat Selalu,

      Tim Dokita.

      Reply
  8. sandro

    Saya sdh mengalami kejang cukup lama, dan kejangnya kalau kambuh pada saat subuh, history penyakit sy kepala saya pernah pecah tahun 1972, dan sekarang memakai tempurung palsu, yang di operasi tahun 1989 hingga sekarang masih mengkonsumsi obat kejang yang di keluarkan dokter ( pentoin ) dll..yang menjadi pertanyaan penyebab kejang itu apa saja, mohon penjelasanya dok, : sy tdk merokok,tdk minum alkohol maupun soda, tdk makan makanan daging yg dapat memancing kejang..apakah pada usia sy yg sekarang masih mungkin di sembuhkan. ( 49 thn ). kejjang terjadi jangka cukup lama antara 3 – 8 bulan.. atas informasi dan penjelasannya di ucapkan terima kasih…..
    mohon penjelasannya dok,

    Reply
    • admin

      Selamat Siang,

      Terima kasih sudah mengunjungi blog Dokita.
      Dari data yang disampaikan, sangat mungkin telah ada cacat/parut di sistem saraf pusat akibat kecelakaan dulu. Cacat inilah yang sangat mungkin sebagai pemicu dan pengganggu keseimbangan fungsi saraf sehingga timbul kejang epilepsi. Walaupun sulit, namun kemungkinan sembuh dari epilepsi tetap ada sehingga perlu pengobatan dan pemantauan berkala yang disiplin dengan dokter spesialis saraf.

      Salam Sehat Selalu,

      Tim Dokita.

      Reply
  9. eldy

    Malam dokter,

    Tlg rply pertanyaan sy yg tgl 24 kmrn asap ya, km sngt memerlukan jwbn dktr ats kebingungan ini.

    Terima kasih

    Reply
    • admin

      Selamat Siang,

      Terima kasih sudah mengunjungi blog Dokita.
      Mohon maaf jawaban kami agak lama.
      Epilepsi ada beberapa jenis dan gejalanya juga bervariasi, bisa tanpa disertai gejala kejang yang nyata.
      Sebagian kasus epilepsi bisa sembuh dan untuk kepastiannya harus dibawah supervisi dan pemantauan berkala dokter spesialis saraf.
      Penyebab epilepsi bervariasi, mulai dari faktor turunan, cacat radang-infeksi, kecelakaan sampai tumor otak.
      Saran kami: sebaiknya temui dan konsultasikan dengan dokter spesialis saraf untuk evaluasi.
      Usahakan juga pola hidup sehat untuk mengurangi pemicu serangan.

      Salam Sehat Selalu,

      Tim Dokita.

      Reply
  10. Kardiana

    Salam kenal dari bandung dok…anak saya usia13 tahun.Saat nonton tv secara tiba tiba dia hilang kesadarannya ,kejang kejang sambil mengeluarkan busa di mulutnya,padahal kondisi badan tidak ada demam,bisa dikatakan kondisi lagi fit,malam itu juga saya bawa ke dokter syaraf,dokter bilang belum bisa di bilang epilepsi,soalnya terlalu dini.Dokter memberikan rujukan untuk di “city scan”,hasil dari city scan kondisi otak anak saya semua normal.Dokter memberikan resep berupa obat epilepsi dan saya belum membelinya ,karena takut efek samping nya.Pertanyaan saya ,apa yang harus lakukan,karena saya melihat hasil city scan semua normal…Terima kasih doker,,God Bless You..

    Reply
    • admin

      Selamat Siang,

      Terima kasih sudah mengunjungi blog Dokita.
      Kalau baru sekali kejang, belum tentu epilepsi. Untuk lebih memastikan, sebaiknya lakukan EEG sambil datangi kembali dan konsultasi ulang dengan dokter spesialis sarafnya.

      Salam Sehat Selalu,
      Tim Dokita.

      Reply
  11. amril

    Dok,anak saya sering tiba2 hilang ingatan matanya ke atas tngan dan badannya kaku tpi hanya sbentar cuma hitungan detik tapi sering datang dan tdak mengeluarkan busa umur 6 thn tlong di agnosa dok dan apa bisa sembuh dok

    Reply
  12. pras

    Mohon infonya dok,
    Anak sy umur 8 bln,BB 13 kg,, kejang pertama kali selasa,kemudian di hari minggu kejang kembali sampai 3 kali.mata ke atas,liar kadang ada kadang tidak.badannya panas tiba2 bgtu,mencret juga.sudah di ct scan,normal.apakah epilepsi?bs di ketahuikah epilepsi jenis apa??sy terus terang takut melihat obat yg d beri dokter spesialisnya,setelah sy serach ternyata obat epilepsi,migrain,bgtu.terimakasih

    Reply
    • admin

      Selamat Siang,

      Terima kasih sudah mengunjungi Dokita.
      Dari data yang disampaikan perlu dibedakan apakah ini adalah kejang demam atau epilepsi.
      Obat-obat penghilang kejang memang bisa masuk golongan anti epilepsi. Bila ada demam, bisa merupakan infeksi dalam kepala sehingga harus dilakukan pemeriksaan cairan otak. Sedangkan epilepsi itu bila ada kejang tidak demam.
      Saran kami sebaiknya segera periksa ulang ke dokter spesialis sarafnya dan kalau perlu lakukan EEG untuk memastikan sumber dan jenis kejang tersebut.

      Salam Sehat Selalu,

      Tim Dokita.

      Reply
  13. kiki sabarini

    Mlm dok,,saya mau tanya dok,minggu in anak saya 22 bln kejang2 2x,trus saya bwa k dktr anak,ternyata stlh melakukan test darah,rontgen,EEG dketahui gejala epilepsi,,apakah faktor utama terkena epilepsi,padahal semenjak hamil selalu kntrol k dr.kandungan,stlh lahir selalu dperhatikan,klo turunan sudah jelas tidak ada,,skr harus menjalani pengobatan selama 2thn,apakah bisa sembuh total??mhon jawabannya dok,trima kasih.

    Reply
    • admin

      Selamat Siang,

      Terima kasih sudah mengunjungi Dokita. Maaf jawaban kami agak lama.
      Epilepsi bukan penyakit keturunan, bisa dikontrol dengan obat rutin yang semakin lama dosisnya diturunkan dalam waktu 2 tahun.

      Salam Sehat Selalu,

      Tim Dokita.

      Reply
  14. rezeki

    Maaf dok, saya mau nanya. Hubungan faktor resiko epilepsi dengan keturunan? Saya udh bnyk search di internet dok, katanya epilepsi bisa diturunkan. Saya juga takut dok, dikeluarga saya ada yang terkena penyakit yg mirip seperti gejala epilepsi, apakah itu juga berpengaruh pada saya ?
    Dan juga dok, saya pengen tau maksud dari kata dokter yg ini “kondisi genetik yang mengakibatkan cedera otak, seperti tuberous sclerosis”. Tolong dijelaskan dok.
    Itu aja dok,, atas jawabannya saya ucapkan banyak terima kasih dok :)

    Reply
    • admin

      Selamat Siang,

      Terima kasih sudah mengunjungi Dokita.
      Epilesi memang ada faktor genetik sehingga kalau ada anggota keluarga yang terkena epilepsi, risikonya jadi lebih besar sehingga bila ada keluhan harus segera periksa ke dokter untuk dievaluasi.
      Tuberous sklerosis adalah satu satu kelainan genetik yang dapat menyebabkan kerusakan sel-sel otak sehingga dapat memicu terjadi epilepsi.

      Salam Sehat Selalu,

      Tim Dokita.

      Reply
    • admin

      Selamat Sore,

      Terima kasih sudah mengunjungi Dokita.
      Epilepsi memang selalu ada potensi kambuh, dan bukan pada wanita hamil saja, sehingga perlu pemantauan rutin oleh pakar.

      Salam Sehat Selalu,

      Tim Dokita.

      Reply
  15. Ratno

    Selamat malam dok,
    Putri saya skrg sudah berusia 15 bulan,sejak usia 9 bulan sampai sekarang sudah mengalami 3 kali kejang (1-3 menit),pada kejang pertama tubuhnya membiru & bola matanya berwarna putih,yg kedua dan seterusnya hanya kejang sebentar saja,yg jadi pertanyaan adalah:
    1.Perlukah anak saya di EEG?
    2.Apa langkah terbaik utk mengantisipasi kejang tersebut,mengingat pada kejadian ke 2 dan selanjutnya kami sudah berupaya dengan kompres air hangat,alkohol dsb tapi tetap saja terjadi
    3.benarkah dengan memberi 1 sendok teh kopi,atau kecap dpt mencegah anak kejang(step)
    4.Apakah tepat memberikan obat lgsg lewat dubur ketika demam anak mulai meninggi (tanpa minum lewat mulut terlebih dahulu)
    Demikian dok,atas perhatiannya sy ucapkan banyak terima kasih

    Reply
    • admin

      Selamat Pagi,

      Terima kasih sudah mengunjungi Dokita. Maaf jawaban kami agak lama.
      1. Sangat disarankan agar periksa ke dokter spesialis saraf untuk evaluasi dan lakukan EEG.
      2. Kalau penyebabnya epilepsi, maka dengan minum obat teratur akan dapat mencegah serangan kejang
      3. Belum ada data medis tentang manfaat tersebut.
      4. Kalau tujuannya untuk menurunkan demam yang dianggap sebagai pemicu kejang, boleh saja.

      Salam Sehat Selalu,

      Tim Dokita.
      Jangan lupa untuk berbelanja sehat di store kami http://www.dokita.co/store

      Reply
  16. Ricky Hutagalung

    Selamat malam Dok,

    Saya ingin bertanya, apakah epelepsi yang disebabkan karena benturan sewaktu anak-anak apakah bisa disembuhkan dan tidak berdampak pada masa dewasanya.?

    Karna saya melihat salah satu penyebab epelepsi adalah terkena benturan sewaktu masa anak.anak.

    Mohon penjelasan dan arahannya.

    Salam,
    Ricky Hutagalung

    Reply
    • admin

      Selamat Siang,

      Terima kasih sudah mengunjungi Dokita.
      Kalau yakin pemicu epilepsi adalah sisa trauma di kepala misalnya parut, cacat di bagian otak tertentu, maka kemungkinan sembuh total memang agak sulit, sehingga mungkin memerlukan tindakan pengobatan yang invasif.
      Namun untuk kepastian, kami sarankan sebaiknya segera periksa ke dokter spesialis saraf untuk evaluasi dan kalau perlu lakukan MRI dan CT scan kepala.

      Maaf, untuk tanya jawab kesehatan Dokita selanjutnya, akan dijawab melalui aplikasi Android kami. Mohon dapat di unduh dan registrasi untuk mengirim pertanyaan di: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.andtechnology.dokterkita
      Terima kasih

      Salam Sehat Selalu,

      Tim Dokita.
      Jangan lupa untuk berbelanja sehat di store kami http://www.dokita.co/store

      Reply
  17. santi

    Anak saya umur 10th, laki-laki. Saat umur 8,5th kejang2 saat malam atau pagi hari (subuh). sudah saya bawa ke dokter syaraf dan diberi obat depakene serta luminal. Therapy obat sudah berjalan hampir 2th. Kejang2 bisa dikatakan sidah hampir sethn ini tdk kambuh, tapi setiap pagi bangun tidur matanya suka melirik ke kanan gejala2 hampir kejang, tapi tidak sampai kejang. Baru sekali sempat kambuh.
    Kenapa kejadian gejala kejang ataupun kejang nya selalu di malam hari saat dia tidur dan tiba2 terbangun terus kejang, dan seringnya pagi hari saat dia bangun tidur ?
    Apakah hal ini bisa sembuh total ? Sdh dilakukan CT scan dan EEG, hasilnya sudha ada progress membaik. Sapai berapa lama kira2 anak saya harus mengkonsumsi obat2an tersebut ?

    terima kasih,
    Santi

    Reply
  18. AGUS

    Dear Tim Dokita,

    Anak perempuan saya usia 11 tahun baru 2 bulan kemarin mengalami kejang, mata membuka mengarah ke atas, tangan dan kaki kaku, sekitar bibir ada buih sedikit. Walau periodenya hanya 2 menit, setelah itu dia merasa lemas dan pusing kepala.
    Sudah 2 kali terjadi ketika dia mau tidur malam, jam 10.00 malam.
    Pertanyaanya “Apakah itu EPILEPSI ?” Karena selama ini riwayat kesehatannya bagus, tidak pernah sakit parah. Harus konsul ke Dokter apa?
    Terima kasih.

    Reply
  19. Syahwa Alifia

    Dok anak saya umur 2 tahun sudah 3 kali kejang diawali dengan sering muntah muntah . Sekarang jg begitu diawali dgn muntah muntah …knp ya dok ?

    Reply
    • admin

      Selamat Pagi,

      Terima kasih sudah mengunjungi Dokita.
      Saran kami sebaiknya segera periksa ke dokter sub spesialis neurologi anak untuk evaluasi. Bisa kemungkinan tanda tekanan tinggi dalam kepala akibat infeksi atau lain, misal epilepsi.

      Maaf, untuk tanya jawab kesehatan Dokita selanjutnya, akan dijawab melalui aplikasi Android kami. Mohon dapat di unduh dan registrasi untuk mengirim pertanyaan di: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.andtechnology.dokterkita
      Terima kasih

      Salam Sehat Selalu,

      Tim Dokita.
      Jangan lupa untuk berbelanja sehat di store kami http://www.dokita.co/store

      Reply
  20. Alan

    salam.. saya mau tanya dok, saya punya pacar penderita epilepsi.. dia sebelumnya tidak punya penyakit ini, karena kecelakaan yang pernah dia alami 2 tahun lalu dia dapat epilepsi.. pertanyaan saya apakah epilepsi yg disebabkan oleh kecelakaan dapat di sembuhkan?

    Reply
  21. Renny

    Selamat pagi dokter….

    Saya punya bayi cowok yg msh usia 2 minggu lahir 4 kg.. Pada saat lahir test gula darahnya normal dan usai hari ke 5 anak saya badannya gemetar, kepala keringatan dan kejang.skitar 1 menit tetapi tidak demam .. mata dan mulut normal, tidak berbuih dan tidak tertutup pada saat kejang.. dalam sehari bisa berulang sampe 5 kali dan hnya berlangsung sbentar aja …Anak saya tidak minum ASI tp susu formula dan stiap minum susu slallu mencret akibatnya anak saya dehidrasi dan dokter menyatakan bhwa hsl test gula darah anak saya droup ( rendah ) hnya 50 dan pada saat kejang kepala anak saya di EEG dan dokter menyatakan anak saya mengalami penyakit Epilepsi.
    Saya mau tanya apakah benar anak saya Epilepsi? Apakah karna gula rendah pada bayi bisa menyebabkan badan gemetar dan sperti kejang2? Mohon penjelasan dari dokter…
    Terima kasih atas informasinya.

    Reply
    • admin

      Selamat Sore,

      Terima kasih sudah mengunjungi Dokita.
      Kejang pada bayi bisa disebabkan karena gangguan metabolik seperti gangguan elektrolit dan gula darah rendah. Namun bisa juga karena infeksi pada otak, perdarahan pada otak, kematian sel otak akibat kurang oksigen saat lahir, dan lain-lain.
      Gula darah rendah akan memicu timbul rasa lemas, lapar, keringat dingin, kejang sampai koma.
      Kalau sudah didukung hasil EEG, maka seharusnya pemicu adalah epilesi. Kalau ragu, coba konsultasikan ke dokter saraf anak untuk evaluasi.

      Salam Sehat Selalu,

      Tim Dokita.
      Jangan lupa untuk berbelanja sehat di store kami http://www.dokita.co/store

      Reply
  22. ria mutiara sari

    Selamat pagi dokter

    Saya ingin bertanya menggenai kejadian yang di alami calin suami saya, akhir-akhir tahun ini dia kejang sudah 5 kali umurnya 27th, setelah di cek EEG ternyata hasilnya normal, dan.setelah saya tanya apa kah ada riwayat jatuh atau cidera dikepala ternyata tidak ada, lantas itu kenapa ya dok? Apakah bisa di bilang epilepsi, saya pernah melihat dia kejang saat sedang membawa motor bersama saya, di situ dia menggalami blank sejenak hingga akhirnya menggalami kejangan yang di akhiri kepala yg pusing,, kalau boleh tau itu kenapa yah dok saya tunggu ya dok balasannya.

    Terima kasih

    Reply
  23. ria mutiara sari

    Selamat siang dokter

    Saya punya pacar setahun belakangan ini dia menggalami kejang2 dalam setahun lebih kejang tersebut sudah dia alami 6 kali kejang,setelah di bawa ke dokter di suruh lah untuk cek EEG ternyata hasilnya normal, sudah ke dua kalinya cek EEG. Ternya hasilnya.tetap noral, lantas penyebab pacar saya kejang kenapa yah? Karena dia tidak punya riwayat epilepsi sebelumya dan cidera pada otak.
    Tolong beri penjelasanyabya dok.

    Terimakasih.

    Reply

Komentar

  • (will not be published)