Perawatan Sindrom Asperger

Perawatan Sindrom Asperger(Image courtesy of Idea go / freedigitalphotos.net)

\r\nTujuan perawatan sindrom Asperger adalah meningkatkan kemampuan anak Anda dalam berinteraksi dengan orang lain, sehingga anak dapat berfungsi secara efektif di dalam masyarakat dan menjadi mandiri. Setiap anak dengan Sindrom Asperger memiliki perbedaan jumlah dan tingkat keparahan gejala, sehingga perawatannya harus dirancang untuk memenuhi kebutuhan masing-masing individu dan sumber daya keluarga yang tersedia. Perawatan khusus didasarkan pada gejala-gejala.\r\n\r\nDibawah ini merupakan contoh kasus di Amerika, sehingga mungkin ada beberapa hal yang belum dapat dilakukan di Indonesia.\r\n

Mendapatkan Layanan

\r\nAwali dengan menghubungi distrik sekolah lokal untuk mengetahui layanan yang tersedia untuk anak Anda. Cari informasi tentang hak-hak pendidikan anak Anda. Undang-undang Federal mengharuskan sekolah umum untuk memberikan layanan pendidikan yang sesuai bagi anak usia 3-21 tahun yang memiliki cacat (termasuk Asperger). Mungkin juga terdapat hukum negara bagian dan lokal atau kebijakan yang membantu anak-anak dengan Asperger.\r\n\r\nAnda akan bertemu dengan personil sekolah untuk menentukan tujuan dan menetapkan program pendidikan individual (IEP). IEP dirancang untuk memenuhi kebutuhan spesifik anak berdasarkan evaluasi tingkat kecacatan anak.\r\n

Program sekolah

\r\nCari tahu tentang apa yang ditawarkan di sekolah-sekolah yang berbeda untuk mengetahui layanan apa yang dibutuhkan anak Anda dan tempat terbaik untuk mendapatkan layanan tersebut. Kualitas yang perlu Anda cari antara lain :\r\n

    \r\n
  • Kelompok belajar kecil dengan perhatian individu.
  • \r\n

  • Seorang spesialis komunikasi dengan minat dalam pelatihan keterampilan sosial.
  • \r\n

  • Peluang untuk berinteraksi sosial dengan pengaturan terstruktur dan pengawasan kegiatan.
  • \r\n

  • Perhatian untuk mengajarkan keterampilan kehidupan nyata dan mendorong minat khusus dan bakat anak.
  • \r\n

  • Kesediaan untuk kurikulum individu.
  • \r\n

  • Seorang konselor sensitif yang dapat fokus pada kesejahteraan emosional anak Anda dan berfungsi sebagai penghubung dengan keluarga.
  • \r\n

  • Penekanan pada penghormatan terhadap keragaman dan empati bagi siswa.
  • \r\n

\r\nKetahui apa yang terjadi di kelas anak Anda. Kelola komunikasi yang sering terjadi antara guru dan orang tua dengan buku catatan komunikasi yang bolak-balik dari guru ke orang tua dan sebaliknya.\r\n\r\nStrategi Perawatan\r\n\r\nPerawatan ditujukan untuk meningkatkan komunikasi, keterampilan sosial, dan manajemen perilaku. Program perawaatan dapat sering disesuaikan agar bermanfaat maksimal bagi anak Anda.\r\n\r\nManfaatkan kekuatan anak Anda dengan mendorong anak untuk mengeksplorasi minat di rumah dan di sekolah. Kegiatan yang berorientasi kelompok dan konseling terfokus juga dapat membantu.\r\n\r\nBanyak anak-anak dengan sindrom Asperger juga memiliki kondisi lain, antara lain attention deficit hyperactivity disorder (ADHD), gangguan bipolar, gangguan obsesif-kompulsif (OCD), gangguan kecemasan sosial, dan depresi. Kondisi tersebut dapat meningkatkan beban dan tuntutan pada orang tua dimana orang tua sudah menghadapi anak dengan kebutuhan ekstra. Kondisi lainnya ini mungkin memerlukan pengobatan dengan obat-obatan dan terapi lain.\r\n

Pencegahan

\r\nPara peneliti belum menemukan cara untuk mencegah sindrom Asperger. Beberapa kelompok advokasi mengklaim bahwa vaksin campak-gondong-rubela (MMR) menyebabkan Asperger dan autisme. Tetapi banyak penelitian belum menemukan hubungan antara kondisi tersebut dengan vaksin.\r\n\r\nDokter merekomendasi anak Anda diimunisasi. Hal ini karena jika tidak diimunisasi, dapat menempatkan anak Anda dan orang lain di dalam komunitas Anda berisiko terkena penyakit serius dan bahkan kematian.\r\n\r\nSumber: WebMD

Komentar

  • (will not be published)