Perdarahan Abnormal Vagina

Perdarahan Abnormal Vagina(Image courtesy of stockimages / freedigitalphotos.net)

\r\nBanyak wanita mengalami perdarahan abnormal vagina atau bercak diantara periode menstruasi mereka. Perdarahan vagina dianggap tidak normal jika terjadi :\r\n

    \r\n
  • Diluar perkiraan periode menstruasi Anda.
  • \r\n

  • Ketika perdarahan menstruasi Anda lebih ringan atau lebih berat dari biasanya.
  • \r\n

  • Pada waktu yang tidak diharapkan, seperti perdarahan sebelum usia 10 tahun, ketika Anda sedang hamil, atau setelah menopause.
  • \r\n

\r\n

Penyebab Perdarahan Abnormal Vagina

\r\nBanyak kemungkinann penyebab perdarahan abnormal vagina. Perdarahan ini tidak selalu menandakan adanya masalah serius.\r\n

    \r\n
  • Perdarahan dapat menandakan adanya masalah dengan kehamilan.\r\n
      \r\n
    • Bercak hingga perdarahan yang sedikit mungkin normal, tetapi setiap perdarahan selama kehamilan perlu dievaluasi oleh dokter.
    • \r\n

    • Pendarahan vagina yang berat atau perdarahan yang terjadi sebelum 12 minggu masa kehamilan, mungkin menandakan adanya masalah serius, seperti kehamilan ektopik atau keguguran.
    • \r\n

    • Pendarahan vagina yang berat atau perdarahan yang terjadi setelah 12 minggu masa kehamilan, mungkin juga menandakan adanya masalah serius seperti plasenta praevia.
    • \r\n

    \r\n

  • \r\n

  • Ovulasi dapat menyebabkan perdarahan di pertengahan siklus menstruasi.
  • \r\n

  • Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) adalah ketidakseimbangan hormon yang mengganggu ovulasi normal, sehingga dapat menyebabkan perdarahan abnormal.
  • \r\n

  • Obat-obatan, seperti pil KB, kadang-kadang menyebabkan perdarahan abnormal vagina. Anda mungkin mengalami perdarahan ringan di antara periode menstruasi selama beberapa bulan pertama setelah mulai menggunakan pil KB. Anda juga mungkin mengalami perdarahan jika Anda tidak minum pil KB secara teratur.
  • \r\n

  • Alat kontrasepsi IUD juga dapat meningkatkan kemungkinan Anda mengalami bercak atau perdarahan menstruasi yang berat.
  • \r\n

  • Infeksi pada organ panggul (vagina, leher rahim, rahim, tuba falopi, atau indung telur) dapat menyebabkan perdarahan vagina, terutama setelah hubungan intim atau douching. Infeksi menular seksual (IMS) sering menjadi penyebab infeksi.
  • \r\n

  • Penyakit radang panggul (Pelvic Inflammatoy Disease / PID) menyebabkan peradangan atau infeksi rahim, tuba falopi, atau indung telur, yang dapat menyebabkan perdarahan abnormal.
  • \r\n

\r\nWalaupun kurang umum, ada beberapa penyebab lain perdarahan abnormal vagina yang mungkin lebih serius, antara lain:\r\n

    \r\n
  • Pelecehan seksual.
  • \r\n

  • Ada benda di dalam vagina.
  • \r\n

  • Uterine Fibroid yang merupakan penyebab umum dari perdarahan menstruasi berat.
  • \r\n

  • Masalah struktural, seperti urethral prolapsed atau polip
  • \r\n

  • Kanker serviks, uterus, ovarium, atau vagina.
  • \r\n

  • Stres emosional yang ekstrim dan olahraga yang berlebihan. Namun olahraga yang berlebihan dan lebih sering dapat menyebabkan tidak adanya menstruasi (amenorrhea).
  • \r\n

  • Penyakit lain, seperti hipertiroid atau diabetes.
  • \r\n

\r\nPendarahan berat selama beberapa minggu pertama setelah melahirkan (postpartum) atau setelah aborsi dapat terjadi karena rahim belum berkontraksi dengan ukuran sebelum hamil atau karena jaringan janin yang masih tersisa dalam rahim.\r\n\r\nJika Anda berusia lebih dari 40 tahun, perdarahan abnormal vagina dapat berarti bahwa Anda sedang memasuki perimenopause. Pada seorang wanita yang belum mengalami periode menstruasi selama 12 bulan, perdarahan vagina selalu abnormal dan harus dievaluasi oleh dokter Anda.\r\n\r\nPengobatan perdarahan abnormal vagina tergantung pada penyebab perdarahannya.\r\n\r\nSumber: WebMD

Komentar

  • (will not be published)