Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)

Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)(Image courtesy of John Kasawa/ freedigitalphotos.net)

\r\n

Oleh: dr. Sutopo Widjaja, MS

\r\nNy. BM, 32 tahun, berobat ke dokter keluarga dengan keluhan sudah 5 tahun menikah namun belum mendapat momongan. BM juga mengeluh sejak gadis haid memang tidak teratur, pernah sampai tiga bulan baru haid, hanya berlangsung 2 hari dan darah yang keluar sedikit. Pada pemeriksaan fisik, umumnya normal dengan catatan tinggi badan 156 cm, berat badan 65 kg, dokter juga menemukan di tungkai BM bulunya relatif tebal dan panjang. Dokter menduga BM menderita PCOS dan disarankan berkonsultasi ke ahli kandungan.\r\n

Apakah Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) Itu ?

\r\nPCOS adalah masalah kesehatan yang kompleks dan terjadi akibat gangguan keseimbangan hormonal. PCOS sering ditemukan pada perempuan mulai haid pertama sampai usia sekitar 45 tahun. Data WHO tahun 2010 menunjukan 3 – 5 % penduduk dunia menderita PCOS. Berhubung gejala utama ialah ditemukannya banyak kista di ovarium, maka penyakit ini disebut PCOS (Polycystic Ovary Syndrome).\r\n

Apakah Penyebab PCOS ?

\r\nPenyebab PCOS yang pasti belum diketahui, faktor yang diduga berperan ialah :\r\n

    \r\n
  1. Turunan/genetik.
  2. \r\n

  3. Tingginya kadar insulin dalam darah. Insulin adalah hormon yang diproduksi pankreas untuk mengendalikan gula darah.
  4. \r\n

\r\n

Bagaimana Proses Terjadinya PCOS ?

\r\nNormal kelenjar hipofisis di otak menghasilkan dua hormon yaitu FSH (Folliculer Stimulating Hormon) yang berperan untuk pematangan telur/folikel di ovarium, bila telur sudah matang akan disusul loncatan pelepasan hormon kedua yaitu LH (Lutenizing Hormon) yang berperan memicu ovulasi (pelepasan telur).\r\n\r\nPada PCOS kadar LH yang seharusnya rendah dan baru meninggi beberapa saat menjelang ovulasi ternyata tetap tinggi, hal ini yang diduga menghambat proses pematangan folikel dan menggangu ovulasi, akibatnya terjadi penimbunan folikel-folikel berupa kista. Kadar LH yang tinggi juga memicu ovarium menghasilkan hormon laki-laki (testosteron) sehingga timbul gejala hirsutisme pada penderita berupa badan banyak berbulu, berkumis, rambut mudah rontok dan jerawat.\r\n\r\nProses lain yang ikut berperan ialah tingginya kadar insulin. Pada penderita PCOS, organ tubuh kurang peka terhadap insulin (insulin resistance), akibatnya pankreas harus produksi insulin lebih banyak. Kadar insulin yang tinggi juga akan merangsang ovarium menghasilkan hormon testorteron dengan segala konsekuensinya.\r\n

Apakah Faktor Resiko Terjadi PCOS ?

\r\nFaktor resiko PCOS ialah :\r\n

    \r\n
  1. Obesitas, salah satu pemicu resistensi insulin
  2. \r\n

  3. Riwayat diabets dalam keluarga
  4. \r\n

\r\n

Apakah Gejala PCOS ?

\r\nGejala PCOS beragam, namun yang paling sering dikeluhkan pasien ialah :\r\n

    \r\n
  1. Gangguan siklus haid yaitu siklus haid jarang dan tidak teratur
  2. \r\n

  3. Gangguan kesuburan dimana yang bersangkutan menjadi sulit hamil (subfertile)
  4. \r\n

  5. Tumbuh bulu yang berlebihan dimuka, dada, perut, anggota badan dan rambut mudah rontok (hirsutisme)
  6. \r\n

  7. Banyak jerawat
  8. \r\n

  9. kegemukan (obesitas)
  10. \r\n

  11. Pada USG ditemukan banyak kista di ovarium
  12. \r\n

\r\n

Bagaimana Mendiagnosis PCOS ?

\r\nBelum ada tes khusus untuk mendiagnosis PCOS. Untuk mengetahui apakah anda menedeirta PCOS beberapa langkah yang akan dilakukan dokter ialah :\r\n

    \r\n
  1. Anamnesis, Tanya jawab tentang keluhan anda seperti gangguan haid, kesuburan, kegemukan dan sebagainya.
  2. \r\n

  3. Pemeriksaan fisik, khususnya tanda-tanda hirsutisme dan jerawat
  4. \r\n

  5. Pemeriksaan laboratorium, antara lain kadar hormone FSH, LH, testosteron dan insulin
  6. \r\n

  7. Pemeriksaan USG untuk medeteksi adanya kista di ovarium.
  8. \r\n

\r\nDengan mengacu pada konsensus workshop PCOS Rotterdam 2003, seseorang dikatakan menderita PCOS bila ditemukan dua dari tiga kriteria dibawah ini :\r\n

    \r\n
  1. Jarang ovulasi atau tidak ada ovulasi
  2. \r\n

  3. Tanda-tanda hormon testosteron tinggi (klinis dan laboratorium)
  4. \r\n

  5. Banyak kista di ovarium (polycystic ovaries)
  6. \r\n

\r\n

Bagaimana Pengelolaan PCOS ?

\r\nPCOS tak dapat disembuhkan namun dapat diobati, diagnosis dan penanganan dini dapat mengurangi resiko komplikas. Sasaran pengelolaan ialah :\r\n

    \r\n
  1. Mengatur siklus haid agar kembali teratur
  2. \r\n

  3. Memperbaiki kesuburan
  4. \r\n

  5. Menghilangkan gejala hirsutism dan jerawat
  6. \r\n

  7. Mengendalikan obesitas
  8. \r\n

  9. Menurunkan kadar insulin darah
  10. \r\n

  11. Mencegah komplikasi jangka panjang
  12. \r\n

\r\nTindakan yang dilakukan ialah :\r\n

    \r\n
  • Pola hidup sehat dengan diet, olahraga teratur untuk kendalikan berat badan (obesitas) dan tidak merokok
  • \r\n

  • Obat2an/medikamentosa\r\n
      \r\n
    • Untuk melancarkan haid : dengan pil KB. PIl KB juga dapat mengurangi resiko perdarahan abnormal dan kanker rahim
    • \r\n

    • Untuk memicu ovulasi : dengan Clomiphene citrate dan FSH
    • \r\n

    • Untuk menghilangkan hirsutisam dan jerawat : dengan pil KB (Cyproterone acetate), Spironolactone dan flutamide
    • \r\n

    • Untuk menurunkan insulin darah : dengan Metformin
    • \r\n

    \r\n

  • \r\n

  • Operasi. Bila medikamentosa tidak efektif memicu ovulasi, maka dokter akan melakukan tindakan operatif untuk membuat lobang2 di dinding ovarium dengan laser (laparoscopic ovarian drilling)
  • \r\n

\r\n

Apakah Komplikasi PCOS ?

\r\nKomplikasi yg perlu dicermati ialah :\r\n

    \r\n
  1. Diabetes Mellitus tipe II
  2. \r\n

  3. Hipertensi
  4. \r\n

  5. Hiperlipidemia (Trigliserid tinggi, HDL kolesterol rendah)
  6. \r\n

  7. Penyakit jantung koroner
  8. \r\n

  9. Stroke
  10. \r\n

  11. Perdarahan rahim
  12. \r\n

  13. Keguguran
  14. \r\n

  15. Sesak nafas waktu tidur (sleep apnea)
  16. \r\n

  17. Depressi
  18. \r\n

  19. Kanker rahim
  20. \r\n

\r\n

Bagaimana Prognosis PCOS ?

\r\nWalupun PCOS tak dapat disembuhkan namun dapat diobati. Diagnosis dan penanganan dini selain dapat memperbaiki kondisi kesehatan penderita, memicu keberhasilan proses kehamilan, juga dapat mengurangi resiko komplikas jangka panjang,

6 Komentar untuk “Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)”

  1. dian

    slmt siang, saya dian.mohon info perihal PCOS.saya berumur 35 thn.sy mengalami haid yang tdk teratur.sdh 8 bln blm haid.di bulan okt 2013 saya sdh ke dokter sps kandungan dan diinfokan bhw saya mengalami PCOS kemudian diberi obat inculin.di bln nov 2013,alhamdulilah saya haid tetapi di bln des 2013,kembali lagi saya tidak haid.yg ingin saya tanyakan apakah sy bisa mengulang membeli inculin tsb atau hrs kembali ke dokter kandungan?terima kasih

    Reply
    • admin

      Selamat Sore,\n\nTerima kasih sudah mengunjungi Dokita.\nDari data yang disampaikan, karena pengelolaan PCOS perlu dibawah pemantauan berkala oleh pakar, maka kami sarankan untuk periksa ke dokter kandungan dulu dan jangan minum obat sendiri tanpa petunjuk dokter!\nCoba baca kembali artikel PCOS diatas.\n\nMaaf, untuk tanya jawab kesehatan Dokita selanjutnya, akan dijawab melalui aplikasi Android kami. Mohon dapat di unduh dan registrasi untuk mengirim pertanyaan di: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.andtechnology.dokterkita\nTerima kasih\n\nSalam Sehat Selalu,\n\nTim Dokita.\nJangan lupa untuk berbelanja sehat di store kami http://www.dokita.co/store

      Reply
  2. Kiki

    Selamat pagi :)\r\n\r\nsaya kiki, usia 25th (baru menikah desember 2013). Sejak pertama haid usia 13th memang tidak perlancar, saya tidak pernah mengalami haid 1th 12x, dalam 1 th bisa haid 3x.\r\nkarena saya mau menikah desember kemarin, jadi saya beranikan diri untuk periksa ke dr.kandungan bulan september 2013, setelah diperiksa saya di vonis PCOS karena sel telur saya kecil-kecil, di atas bibir juga tumbuh rambut” halus (tapi tidak tebal). saya dikasih obat cyclo progynova dan metformin. disuruh minum obat itu selama 4 bulan berturut-turut, dan selama 4 bln itu hrus haid 4 x berturut-turut, klo itu terjadi saya boleh berhenti minum obat klo tidak haid 4x berturut-turut berarti harus lanjut minum obat, karena saya takut konsumsi metformin setiap hari selama 4bln, jadi saya berhenti minum metformin pada bulan ke 4 (hanya minum sampai 3bln),tapi Alhamdulillah january ini saya dapat haid yang ke 4x nya :) dan saya harus cek ke dr.kandungan kembali setelah haid 4x berturut-turut. mudah”an bulan ke 5 dan seterusnya saya dapat haid tanpa bantuan obat :)\r\ndalam pemeriksaan pertama saya dikasih obat metformin,sedangkan saya tidak pernah cek kadar gula saya, walaupun penyebab PCOS itu salah satunya adalah tingginya kadar insulin.\r\npertanyaan saya apa efek negativenya minum metformin setiap hari dok jika seandainya kadar gula dalam darah saya masih normal?

    Reply
    • admin

      Selamat Sore,\n\nTerima kasih sudah mengunjungi Dokita.\nFungsi Metformin pada kasus PCOS bukan untuk menurunkan gula darah, namun untuk keseimbangan hormon insulin. Coba baca kembali artikel PCOS diatas. Salah satu efek samping yang harus dicermati adalah gangguan fungsi ginjal sehingga perlu pemantauan dokter secara berkala. Coba kontrol kembali ke dokter kandungan Anda.\n\nMaaf, untuk tanya jawab kesehatan Dokita selanjutnya, akan dijawab melalui aplikasi Android kami. Mohon dapat di unduh dan registrasi untuk mengirim pertanyaan di: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.andtechnology.dokterkita\nTerima kasih\n\nSalam Sehat Selalu,\n\nTim Dokita.\nJangan lupa untuk berbelanja sehat di store kami http://www.dokita.co/store

      Reply
  3. lili mama meira

    Saya lili 31 thn dan sudah mempunyai anak berumur 2.9 tahun..Biasanya haid saya setiap bln teratur.terakhir haid tgl 26 feb.sampai skrg sy blm haid..memang waktu itu sblm 26 feb sy pernah haid dan itu cm dua hr.itu juga haidnya brrupa flek sj.skrg sy jd berjerawat besar besar karna telat haid ini…kadang suka nyeri di pinggang…dan payudara agak sakit.saya sdh tespack sekali dan negatif hasilnya..berat bdn sy tidak terlalu significan naik…tetap 68 kilo sj yg ingin sy tanyakan…hamil atau tidak yah dok.sy takutpenyakit sj..thx dok mohon bantuan infonya..

    Reply
    • admin

      Selamat Siang,\n\nTerima kasih sudah mengunjungi Dokita.\nKalau ada hubungan intim pada masa subur, maka ada kemungkinan terjadi kehamilan. Namun karena Anda belum terlambat haid (terakhir tanggal 26 februari), coba observasi dan lakukan testpack 7-10 setelah haid terlambat.\nCoba baca juga artikel Dokita: http://dokita.co/blog/masa-subur-dan-kehamilan/\n\nSalam Sehat Selalu,\n\nTim Dokita.\nJangan lupa untuk berbelanja sehat di store kami http://www.dokita.co/store

      Reply

Komentar

  • (will not be published)