Sekilas Mengenai Perdarahan Disfungsional Uterus

Sekilas Mengenai Perdarahan Disfungsional Uterus(Image courtesy of luigi diamantiĀ / freedigitalphotos.net)

\r\nArtikel ini untuk wanita yang ingin mengetahui tentang atau telah didiagnosis mengalami perdarahan disfungsional uterusĀ (Dysfunctional Uterine Bleeding / DUB). Penyakit ini terkait dengan perubahan kadar hormon. Jika Anda tidak tahu jenis perdarahan abnormal yang Anda alami, baca artikel Perdarahan Abnormal Vagina.\r\n

Apa Itu Perdarahan Disfungsional Uterus?

\r\nPerdarahan Disfungsional Uterus adalah perdarahan tidak teratur dari uterus (rahim). Sebagai contoh, Anda mungkin mengalami menstruasi lebih sering daripada setiap 21 hari atau lebih lama dari 35 hari. Menstruasi Anda mungkin berlangsung lebih dari 7 hari. Penyakit ini tidak serius, tetapi bisa menyebalkan dan mengganggu hidup Anda.\r\n\r\nDalam kebanyakan kasus, masalah ini terkait dengan perubahan kadar hormon. Namun perubahan kadar hormon ini tidak disebabkan oleh kondisi medis lainnya, seperti keguguran, fibroid, kanker, atau masalah pembekuan darah. Untuk memastikan perdarahan yang Anda alami adalah perdarahan disfungsional uterus, dokter akan memeriksa dan menyingkirkan kemungkinan penyebab lain dari perdarahan vagina.\r\n

Apa yang Menyebabkan Perdarahan Disfungsional Uterus?

\r\nPerdarahan disfungsional uterus biasanya disebabkan oleh perubahan kadar hormon. Namun, dalam beberapa kasus, penyebab perdarahan tidak diketahui.\r\n\r\nNormalnya, salah satu indung telur akan melepaskan sel telur pada waktu siklus menstruasi Anda, yang disebut dengan ovulasi. Perdarahan disfungsional uterus sering dipicu ketika wanita tidak berovulasi. Hal tersebut menyebabkan perubahan kadar hormon dan dalam beberapa kasus dapat menyebabkan perdarahan vagina yang tak terduga.\r\n\r\nWanita juga mungkin mengalami perdarahan disfungsional uterus walaupun mereka berovulasi, namun hal ini jarang terjadi. Para ahli belum sepenuhnya memahami jenis pendarahan vagina ini. Perdarahan jenis ini mungkin juga disebabkan oleh perubahan kimia tertentu di dalam tubuh kita.\r\n

Apa Gejala-Gejala Perdarahan Disfungsional Uterus?

\r\nAnda mungkin mengalami perdarahan disfungsional uterus jika Anda memiliki satu atau lebih gejala-gejala berikut:\r\n

    \r\n
  • Periode menstruasi Anda lebih sering daripada setiap 21 hari atau lebih lama dari 35 hari. Siklus menstruasi wanita dewasa normal adalah 21 sampai 35 hari. Sedangkan siklus menstruasi wanita remaja normal adalah 21-45 hari.
  • \r\n

  • Lamanya mensturasi berlangsung lebih dari 7 hari. Lama menstruasi normal adalah 4 sampai 6 hari.
  • \r\n

  • Perdarahan Anda lebih berat dari biasanya. Jika keluar darah beku (blood clots) dan pembalut atau tampon Anda basah setiap jam selama 2 jam atau lebih, maka perdarahan Anda dianggap berat dan Anda harus periksa ke dokter.
  • \r\n

\r\nPeriksa ke dokter jika Anda mengalami perdarahan vagina yang tidak teratur selama tiga atau lebih siklus menstruasi atau jika gejala-gejalanya mempengaruhi kehidupan sehari-hari Anda.\r\n

Bagaimana Mendiagnosis Perdarahan Disfungsional Uterus?

\r\nDokter harus terlebih dahulu menyingkirkan semua penyebab lain dari perdarahan vagina sebelum mendiagnosis perdarahan disfungsional uterus. Penyebab perdarahan yang lain tersebut antara lain keguguran dan adanya masalah dengan kehamilan, atau bisa juga disebabkan oleh kondisi yang umum seperti uterine fibroid.\r\n\r\nDokter akan menanyakan seberapa sering, berapa lama, dan berapa banyak perdarahan Anda. Anda juga mungkin melakukan pemeriksaan panggul, tes urine, tes darah, dan USG. Tes-tes tersebut akan membantu dokter memeriksa penyebab lain yang dapat menyebabkan gejala yang Anda alami. Dokter juga mungkin mengambil sampel kecil (biopsi) atau jaringan dari rahim Anda untuk pengujian.\r\n\r\nAnda mengalami perdarahan disfungsional uterus jika setelah pengujian, dokter Anda tidak menemukan penyakit atau kondisi lain yang menyebabkan gejala yang Anda alami.\r\n

Bagaimana Mengelola Perdarahan Disfungsional Uterus?

\r\nAda banyak hal yang dapat Anda lakukan untuk mengobati perdarahan disfungsional uterus. Beberapa diantaranya ditujukan agar siklus menstruasi normal kembali. Sedangkan beberapa yang Lain digunakan untuk mengurangi perdarahan atau menghentikan menstruasi bulanan. Setiap perawatan berfungsi untuk beberapa wanita, namun tidak bagi wanita yang lain. Perawatan-perawatan yang dapat dilakukan antara lain :\r\n

    \r\n
  • Hormon, seperti pil progestin atau pil harian KB (progestin dan estrogen). Hormon-hormon ini membantu mengendalikan siklus menstruasi dan mengurangi perdarahan dan nyeri.
  • \r\n

  • Pemberian singkat estrogen dosis tinggi. Estrogen adalah hormon yang sering digunakan untuk menghentikan pendarahan berat yang berbahaya.
  • \r\n

  • Penggunaan levonorgestrel IUD, yang melepaskan hormon yang seperti progesteron ke dalam rahim. Hal ini mengurangi perdarahan dan mencegah kehamilan.
  • \r\n

  • Obat-obatan yang jarang digunakan untuk menghentikan produksi estrogen dan menstruasi, seperti gonadotropin-releasing hormone. Obat-obat ini dapat menyebabkan efek samping yang parah, tapi digunakan hanya dalam kasus-kasus khusus.
  • \r\n

  • Operasi, seperti ablasi endometrium atau histerektomi, jika pengobatan yang lain tidak bekerja.
  • \r\n

\r\nJika Anda juga mengalami nyeri menstruasi atau perdarahan berat, Anda dapat minum dosis reguler obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID), seperti ibuprofen .\r\n\r\nDalam beberapa kasus, dokter melakukan observasi dulu. Karena mungkin kondisi perdarahan tersebut normal bagi seorang remaja atau wanita yang mendekati usia menopause. Beberapa remaja punya masa perdarahan vagina yang tidak teratur. Biasanya perdarahan tidak teratur tersebut membaik seiring waktu bersamaan dengan kadar hormon menjadi stabil. Wanita yang menopause dapat mengharapkan menstruasi mereka untuk berhenti. Mereka dapat memilih untuk observasi apakah kondisi ini terjadi sebelum mereka mencoba perawatan lainnya.\r\n\r\nSumber: WebMD

Komentar

  • (will not be published)