Siklus Menstruasi Normal

Siklus Menstruasi Normal(Image courtesy of fotographic 1980 / freedigitalphotos.net)

Siklus menstruasi adalah serangkaian perubahan yang dialami tubuh Anda untuk mempersiapkan kemungkinan kehamilan. Sekitar sebulan sekali, rahim membuat lapisan baru dan tebal (endometrium), agar dapat menerima sel telur yang berhasil dibuahi. Ketika tidak ada sel telur yang telah dibuahi, maka rahim akan meluruhkan lapisan tersebut. Hal inilah yang disebut perdarahan menstruasi bulanan (atau yang juga disebut menstruasi atau periode menstruasi). Menstruasi dialami wanita mulai dari masa awal remaja sampai berakhirnya periode menstruasi, yaitu di sekitar usia 50 tahun (menopause).

Siklus menstruasi dihitung dari hari pertama menstruasi Anda sampai dengan hari pertama menstruasi berikutnya. Walaupun rata-rata siklus menstruasi adalah 28 hari, namun normal juga jika Anda memiliki siklus menstruasi lebih pendek atau lebih panjang dari 28 hari.

  • Siklus saat masa remaja mungkin panjang (hingga 45 hari), namun kemudian menjadi lebih pendek setelah beberapa tahun.
  • Pada usia 25 sampai 35 tahun, kebanyakan wanita memiliki siklus menstruasi yang teratur, yaitu umumnya antara 21 hingga 35 hari.
  • Sekitar usia 40 sampai 42 tahun, siklus menstruasi cenderung terpendek dan paling teratur. Namun, 8 sampai 10 tahun hingga menopause, siklus menstruasi menjadi lebih panjang dan tidak teratur.

Tiga fase dari Siklus Menstruasi

Tahapan siklus menstruasi Anda dipicu oleh perubahan hormon.

Periode Menstruasi
Pada hari pertama siklus menstruasi Anda, lapisan endometrium baru dari rahim mulai meluruh, yang ditandai dengan perdarahan menstruasi yang keluar dari vagina. Periode menstruasi yang normal berlangsung antara 4 sampai 6 hari.

Sebagian besar perdarahan menstruasi keluar selama tiga hari pertama dari periode menstruasi. Pada saat ini, Anda juga mungkin merasakan kram pada panggul, kaki, dan punggung. Kram yang dirasakan ini bisa ringan sampai berat. Kram ini akibat kontraksi rahim, yang membantu endometrium untuk meluruh. Secara umum, gejala-gejala pramenstruasi yang Anda rasakan sebelumnya akan hilang selama hari-hari pertama siklus menstruasi Anda.

Fase Folikuler
Selama fase folikuler, sebuah folikel telur pada ovarium bersiap-siap untuk melepaskan sel telur. Biasanya satu sel telur dilepaskan per siklus. Proses ini bisa berlangsung pendek atau panjang, yang juga berperan dalam menentukan berapa lama siklus menstruasi Anda. Pada saat yang bersamaan, rahim mulai membuat endometrium baru untuk mempersiapkan kehamilan.

5 hari terakhir dari fase folikuler, ditambah satu hari ovulasi, merupakan rentang waktu masa subur Anda. Pada masa ini, besar kemungkinan Anda untuk hamil jika Anda berhubungan intim tanpa menggunakan alat kontrasepsi.

Fase Luteal (Pramenstruasi)
Fase Luteal dimulai pada hari ovulasi, yaitu hari dimana sel telur dilepaskan dari folikel telur pada ovarium. Fase ini dapat terjadi antara hari ke 7 sampai hari ke-22 dari siklus menstruasi normal. Selama ovulasi, beberapa wanita mengalami bercak merah yang berlangsung kurang dari satu hari atau rasa nyeri atau rasa tidak nyaman (mittelschmerz) pada panggul bawah. Tanda-tanda tersebut merupakan tanda-tanda normal dari ovulasi.

  • Jika sel telur dibuahi oleh sperma dan kemudian menempel ke endometrium, maka kehamilan dimulai.
  • Jika sel telur tidak dibuahi atau tidak menempel ke endometrium, maka endometrium mulai meluruh.

Setelah masa remaja dan sebelum perimenopause di usia 40-an , fase luteal Anda mudah diprediksi. Fase ini biasanya berlangsung 13 sampai 15 hari, dihitung dari waktu ovulasi hingga mulainya perdarahan menstruasi. Periode waktu 2 minggu ini disebut juga periode “pramenstruasiā€.

Selama fase luteal, baik keseluruhan atau hanya sebagian, banyak wanita mengalami gejala-gejala pramenstruasi. Gejala-gejala pramenstruasi yang mungkin dialami antara lain:

  • Merasa tegang, marah, atau emosional,
  • Payudara terasa lembek,
  • Munculnya jerawat.
  • Satu atau beberapa hari sebelum periode menstruasi, Anda mungkin mulai merasakan nyeri (kram) di perut, punggung, atau kaki.
  • Jika Anda merasa memiliki lebih sedikit energi dibanding biasanya, hal ini adalah normal.
  • Beberapa wanita juga mengalami sakit kepala, diare atau sembelit, mual, pusing, atau pingsan.

Ketika gejala pramenstruasi membuat kehidupan sehari-hari menjadi sulit, maka Anda dikatakan mengalami sindrom pramenstruasi (Pre Menstrual Syndrome).

Sumber: WebMD.

Komentar

  • (will not be published)

 

E-Klinik E-Klinik