Siklus Menstruasi Perimenopause

Siklus Menstruasi Perimenopause(Image courtesy of stockimages / freedigitalphotos.net)

\r\nPerimenopause berarti “sekitar menopause”, yaitu mengacu periode waktu antara 2 sampai 8 tahun dimana terjadi perubahan kadar hormon dan gejala terkait yang mengarah ke menopause. Tanda paling umum dari perimenopause adalah siklus menstruasi menjadi lebih panjang dan seringkali tidak teratur. Hal ini disebabkan karena naik turunnya hormonal tubuh.\r\n\r\nKebanyakan wanita mulai mengalami perimenopause antara usia 39 tahun sampai 51 tahun. Beberapa wanita melihat adanya perubahan menstruasi dan gejala premenstrual syndrome (PMS) pada akhir usia 30-an, ketika hormon-hormon mulai berfluktuasi dan kesuburan secara alami mengalami penurunan. Sedangkan beberapa wanita yang lain tidak melihat perubahan perimenopause sampai akhir usia 40-an.\r\n\r\nPerimenopause adalah masa ketidakpastian, dimana menstruasi dan gejala yang terkait dengan hormon yang dialami berbeda-beda untuk setiap wanita. Beberapa diantaranya mungkin mengalami sedikit perubahan atau tidak ada perubahan sama sekali. Sedangkan beberapa yang lain mengalami gejala parah yang mengganggu tidur dan kehidupan sehari-hari mereka. Seperti saat remaja, siklus menstruasi yang tidak teratur dapat menyebabkan perdarahan menstruasi yang berat. Gejala umum lainnya antara lain hot flashes mulai dari ringan sampai parah, insomnia, pikiran berkabut, sakit kepala, jantung berdebar-debar, perubahan suasana hati, sifat lekas marah, depresi, dan kecemasan. Beberapa gejala tersebut juga dapat berhubungan dengan proses penuaan dan perubahan lainnya. Temui dan konsultasikan dengan dokter Anda untuk membahas gejala-gejala Anda serta apakah Anda ingin mengobati gejala, dan terapi-terapi apa yang dapat Anda pertimbangkan.\r\n\r\nSegera ke dokter untuk perdarahan menstruasi yang berlangsung lebih dari 7 hari atau siklus menstruasi yang lebih pendek dari 21 hari atau lebih panjang dari 35 hari.\r\n\r\nSumber: WebMD

Komentar

  • (will not be published)