Sindrom Asperger

Sindrom Asperger(Image courtesy of stockimages / freedigitalphotos.net)

Sindrom Asperger adalah gangguan perkembangan yang membuat penderitanya sangat sulit untuk berinteraksi dengan orang lain. Anak Anda mungkin merasa sulit untuk berteman karena mereka merasa canggung.

Orang dengan sindrom Asperger memiliki beberapa ciri autisme. Sebagai contoh, mereka mungkin memiliki keterampilan sosial yang buruk, lebih menyukai rutinitas, dan tidak menyukai perubahan. Namun tidak seperti anak-anak dengan autis, anak-anak dengan sindrom asperger biasanya mulai berbicara sebelum usia 2 tahun, yaitu usia dimana kemampuan bicara anak mulai berkembang.

Sindrom Asperger merupakan kondisi seumur hidup, tetapi gejala cenderung membaik seiring berlalunya waktu. Orang dewasa dengan kondisi ini bisa belajar untuk memahami kelebihan dan kekurangan mereka sendiri. Dan mereka dapat meningkatkan keterampilan sosial mereka.

Sindrom Asperger dan autisme termasuk dalam kelompok gangguan yang disebut gangguan perkembangan pervasif (pervasive developmental disorders).

Penyebab pasti sindrom asperger belum diketahui, dan belum diketahui cara pencegahannya. Sindom Asperger cenderung menurun di dalam keluarga. Oleh karena itu, peneliti melakukan penelitian untuk mencari penyebab genetik. Sindrom Asperger lebih sering terjadi pada pria daripada wanita.

Sindrom Asperger biasanya terlihat pada usia 3 tahun atau lebih. Gejalanya bervariasi, sehingga tidak ada gejala-gejala yang sama dari satu anak dengan yang lain. Anak-anak dengan Asperger :

  • Sangat sulit berhubungan dengan orang lain. Hal ini tidak berarti bahwa mereka menghindari kontak sosial. Namun, mereka memiliki naluri dan keterampilan yang kurang untuk membantu mereka mengungkapkan pikiran dan perasaan mereka serta menyadari perasaan orang lain.
  • Mungkin akan terganggu oleh suara keras, cahaya, atau rasa atau tekstur yang kuat.
  • Menyukai rutinitas tetap. Perubahan merupakan hal yang sulit bagi mereka.
  • Mungkin tidak mengenali isyarat verbal dan nonverbal atau memahami norma-norma sosial. Sebagai contoh, mereka mungkin menatap orang lain, tidak membuat kontak mata, atau tidak mengetahui apa arti dari ruang pribadi seseorang.
  • Mungkin memiliki kemampuan bicara yang datar dan sulit dimengerti karena kurangnya nada, intonasi, dan aksen. Atau mereka mungkin memiliki gaya bicara formal yang maju untuk anak seusia mereka.
  • Mungkin kurang koordinasi; memiliki ekspresi wajah atau postur tubuh atau gerak tubuh yang tidak biasa; atau agak canggung.
  • Mungkin memiliki tulisan tangan yang buruk atau memiliki masalah dengan keterampilan motorik lainnya, seperti naik sepeda.
  • Mungkin hanya memiliki satu atau beberapa minat, atau mereka mungkin hanya fokus pada beberapa hal saja. Sebagai contoh, mereka mungkin menunjukkan minat berlebih terhadap ular atau nama bintang atau dapat menggambar dengan sangat rinci.

Jika Anda prihatin tentang perilaku atau gaya komunikasi anak Anda, sebaiknya konsultasikan dengan dokter anak Anda. Dokter akan bertanya tentang perkembangan anak Anda dan juga menanyakan apakah orang lain menyadari masalah sosial anak Anda.

Dokter mungkin akan mengarahkan Anda ke dokter spesialis untuk mengkonfirmasi atau menyingkirkan sindrom Asperger. Dokter spesialis dapat menguji gaya belajar anak Anda, bicara dan bahasa, IQ, keterampilan sosial dan motorik, dan banyak lagi.

Sumber: WebMD

Komentar

  • (will not be published)

 

E-Klinik E-Klinik