Tanda Kecanduan Narkoba

Tanda Kecanduan Narkoba(Image courtesy of Grant Cochrane / freedigitalphotos.net)

Kecanduan, baik obat resep atau yang dibeli dari penjual narkoba, merupakan masalah yang berkembang. Jika Anda khawatir bahwa Anda atau orang yang Anda cintai mungkin kecanduan, ada tanda-tanda yang dapat membantu Anda untuk mengetahui hal tersebut. Anda mungkin memiliki kecanduan obat resep jika :

  • Anda tidak menggunakan obat-obatan sesuai petunjuk dokter, misalnya: Anda minum obat dengan dosis lebih besar, atau minum obat lebih sering dari seharusnya, atau Anda menggunakan obat dalam bentuk yang tidak diresepkan, misalnya menghancurkan pil.
  • Anda pergi ke lebih dari satu dokter untuk mendapatkan resep obat atau masalah medis yang sama.
  • Anda menggunakan obat-obatan yang diresepkan untuk orang lain.
  • Anda tidak memberitahu dokter tentang semua obat yang Anda minum.
  • Anda terus minum obat setelah Anda sembuh atau tidak lagi memerlukannya.
  • Anda melihat lemari obat-obatan orang lain untuk mencari obat yang dapat diambil.
  • Anda minum obat-obatan yang diresepkan dengan alkohol atau obat-obatan lainnya.

Tanda-tanda lain Anda mungkin memiliki masalah narkoba :

  • Anda membutuhkan dosis lebih besar atau lebih banyak kandungannya untuk mendapatkan efek yang sama, dan Anda dapat minum obat lebih banyak sebelum Anda merasakan efeknya.
  • Anda merasa aneh ketika efek obat habis. Anda mungkin merasa gemetar, depresi, sakit perut, berkeringat, atau sakit kepala. Anda juga mungkin lelah atau tidak lapar. Dalam kasus yang parah, Anda bahkan bisa bingung, kejang, atau demam.
  • Anda tidak dapat berhenti menggunakan obat, walaupun Anda ingin berhenti. Anda masih menggunakannya walaupun penggunaannya telah menyebabkan hal-hal buruk dalam hidup Anda, seperti masalah dengan teman-teman, keluarga, pekerjaan, atau hukum.
  • Anda menghabiskan banyak waktu Anda berpikir tentang obat ┬átersebut, seperti bagaimana mendapatkan lebih banyak obat, ketika Anda meminumnya bagaimana Anda merasa baik atau merasa buruk sesudahnya.
  • Anda sulit membatasi diri Anda. Anda mungkin mengatakan pada diri Anda sendiri bahwa Anda hanya akan menggunakan “terbatas”, tapi kemudian Anda tidak bisa berhenti dan pada akhirnya menggunakan obat tersebut dua kali dari jumlah tersebut. Atau Anda menggunakannya lebih sering dari yang Anda inginkan.
  • Anda telah kehilangan minat pada hal-hal yang pernah Anda sukai.
  • Anda mulai mengalami kesulitan melakukan kegiatan normal sehari-hari, seperti memasak atau bekerja.
  • Anda mengemudi atau melakukan hal-hal berbahaya lainnya (seperti menggunakan mesin berat) ketika Anda teler.
  • Anda meminjam atau mencuri uang untuk membayar obat-obatan.
  • Anda menyembunyikan penggunaan narkoba atau efeknya dari orang lain.
  • Anda mengalami kesulitan bergaul dengan rekan kerja, guru, teman, atau anggota keluarga. Mereka banyak mengeluh mengenai perilaku Anda atau bagaimana Anda telah berubah.
  • Anda tidur terlalu banyak atau terlalu sedikit dibandingkan sebelum Anda menggunakan obat-obatan. Atau Anda makan lebih banyak atau jauh lebih sedikit dari sebelumnya.
  • Anda terlihat berbeda. Anda mungkin memiliki mata merah, bau mulut, gemetar atau tremor, hidung sering berdarah, atau berat badan Anda mungkin bertambah atau turun.
  • Anda memiliki teman-teman baru dan pergi ke tempat yang berbeda untuk menggunakan obat-obatan.

Tanda-tanda orang lain kecanduan obat-obatan antara lain:

  • Perubahan kepribadian dan perilaku, seperti kurangnya motivasi, lekas marah, dan agitasi.
  • Mata merah dan hidung sering berdarah.
  • Gemetar, tremor, atau bicara cadel.
  • Perubahan dalam rutinitas sehari-hari mereka.
  • Kebersihan pribadi kurang diperhatikan.
  • Kebutuhan yang tidak biasa dalam hal uang atau masalah keuangan.
  • Perubahan dalam hal teman dan kegiatan.

Jika Anda berpikir Anda atau seseorang yang Anda kenal memiliki masalah kecanduan, segera cari bantuan. Semakin cepat seorang pecandu mendapatkan bantuan semakin baik. Cari program rehabilitasi narkoba di daerah Anda untuk mendapatkan bantuan. Sumber: WebMD

Komentar

  • (will not be published)

 

E-Klinik E-Klinik