Tes Fungsi Pankreas

Tes Fungsi Pankreas(Image courtesy of dream designs / freedigitalphotos.net)

\r\nDibawah ini merupakan sejumlah tes yang digunakan untuk mendiagnosa masalah pankreas. Yuk kita lihat.\r\n

Tes Darah dan Pankreas

\r\nTes darah dapat mengevaluasi fungsi kandung empedu, hati, dan pankreas serta pengukuran tingkat enzim pankreas amilase dan lipase. Tes darah juga dapat memeriksa tanda-tanda dari masalah kesehatan yang terkait, termasuk infeksi, anemia (jumlah darah yang rendah), dan dehidrasi.\r\n

Tes Stimulasi Secretin

\r\nSecretin adalah hormon yang dibuat oleh usus kecil. Secretin merangsang pankreas untuk melepaskan cairan yang menetralkan asam lambung dan membantu pencernaan. Tes stimulasi secretin mengukur kemampuan pankreas untuk merespon secretin.\r\n\r\nTes ini dapat dilakukan untuk menentukan aktivitas pankreas pada orang dengan penyakit yang mempengaruhi pankreas, misalnya: fibrosis kistik atau kanker pankreas.\r\n\r\nSelama pengujian, dokter menempatkan tabung ke dalam tenggorokan menuju ke perut, kemudian ke bagian atas dari usus kecil. Kemudian secretin disuntuk ke dalam vena dan isi dari sekresi duodenum disedot (diambil dengan penghisap) dan dianalisa selama sekitar dua jam.\r\n

Uji Elastase Tinja

\r\nUji elastase tinja merupakan tes fungsi pankreas yang lain. Tes ini mengukur kadar elastase, yaitu enzim yang ditemukan dalam cairan dan diproduksi oleh pankreas. Elastase ini mencerna (memecah) protein.\r\n\r\nDalam tes ini, sampel tinja pasien dianalisa ada tidaknya elastase.\r\n

Computed Tomography (CT) scan dengan Kontras Dye

\r\nTes pencitraan ini dapat membantu menilai kesehatan pankreas. CT scan dapat mengidentifikasi komplikasi penyakit pankreas seperti cairan di sekitar pankreas, infeksi tertutup (abses), atau kumpulan jaringan, cairan, dan enzim pankreas (pseudokista pankreas).\r\n

USG Perut

\r\nUSG perut dapat mendeteksi batu empedu yang mungkin menghambat aliran cairan dari pankreas. Tes ini juga dapat memperlihatkan abses atau pseudokista pankreas.\r\n

Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatography (ERCP)

\r\nDalam ERCP, dokter menempatkan tabung ke dalam tenggorokan, menuju ke perut, kemudian ke usus kecil. Dye digunakan untuk membantu dokter melihat struktur dari saluran empedu umum, saluran empedu lainnya, dan saluran pankreas dengan sinar- X. Jika batu empedu menghambat saluran empedu, maka batu tersebut dapat diangkat selama ERCP dilakukan.\r\n

USG Endoskopi

\r\nDalam tes ini, probe yang menempel di scope ringan ditempatkan ke dalam tenggorokan dan masuk ke perut. Gelombang suara menunjukkan gambar organ perut. USG Endoskopi dapat menunjukkan adanya batu empedu dan dapat membantu dalam mendiagnosa pankreatitis yang parah ketika tes invasif seperti ERCP dapat membuat kondisi pasien memburuk. Biopsi atau pengambilan sampel pankreas juga dapat dilakukan dengan jenis USG ini.\r\n

Magnetic Resonance Cholangiopancreatography

\r\nMagnetic resonance imaging (MRI) ini dapat digunakan untuk melihat saluran empedu dan saluran pankreas.\r\n\r\nSumber: WebMD

Komentar

  • (will not be published)